
Jingmi melakukan rencana keduanya dia mengirim pesan pada hanss dengan nomer baru dan berpura pura menjadi sekertaris Alika. Jingmi mengatakan jika Alika ingin menemuinya untuk membahas masalah penting dan mereka harus segera bertemu karena keadaan perusahaan sedang genting dan pertemuan ini tidak bisa diwakilkan setelah itu jingmi mengirim pesan yang sama kepada Alika setelah pesan dibaca oleh keduanya jingmi mematikan ponsel dan melemparkanya keluar mobil.
Setelah membaca pesan dari jingmi Alika dan Hans segera menuju tempat yang sudah ditentukan. Alika pergi kesana diantar oleh asisten pribadinya setelah dia sampai dia melihat Hans yang sudah menunggunya dan sedang duduk termenung Alika bergegas menghampiri hans dengan membawa semua berkas yang dibutuhkan.
Hans mengampiri Alika. "mama sebenarnya apa dengan perusahaan?"
Alika terkejut dengan pertanyaan hans dan menjadi bingung. "Hans kan kamu yang mengirimi mama pesan kalau perusahaan ada masalah" sahut Alika sembari menunjukan pesan yang dia terima. Karena bingung Hans juga menunjukan pesan yang dia terma kepada Alika.
"ada yang sedang mempermainkan kita" ucap Alika curiga.
"Lacak nomor pengirimnya dan pastikan kalian menemukan lokasinya" ucap hans memberikan perintah pada anak buahnya.
"apa tujuanya mengirim kita kesini?" Alika berbicara lirih.
"mama apa ada sesuatu yang mencurigakan"
"tidak ada hanya saja agak aneh siapa yang mengirimkan pesan itu dan apa tujuanya"
__ADS_1
tidak lama setelahnya ada pelayan yang datang dengan membawa karangan bunga.
"kamu yang pesan" tanya Alika pada Hans, Hans hanya menggelengkan kepalanya.
"siapa yang mengirim karangan bunga ini dan siapa yang menyuruh kalian menyiapkan semua ini?" tanya Hans pada pelayan.
"Kami tidak tau tuan kami hanya mengikuti perintah dari bos kami" sahut pelayan itu lirih.
"dimana bos kalian" Alika kembali bertanya.
"Bos sedang pergi keluar kota karena ada acara mendadak" sahut pelayan itu yang kemudian pergi.
Hans menggenggam tangan Alika dan menahanya untuk pergi. "Ada apa hans?" tanya Alika lirih.
tanpa menjawab apapun Hans membawa Alika menedkati karangan bunga itu dan mereka terlihat seperti sedang mengenang masa lalu. keduanya terdiam dan hanya termenung Alika tersenyum dan menatap Hans.
"Apa kau yang menyapkan semua ini?" tanya Alika dengan lembut.
__ADS_1
"Bukan... tapi semua ini mengingatkan aku ke masa lalu sudah sangat lama tapi aku masih bisa mengingat semuanya dengan sangat jelas" Sahut Hans yang menatap karangan bunga itu.
"rasanya seperti nostalgia" ucap Alika menimpali.
Hans tersenyum dan kemudian melepaskan sepatunya, Hans berjalan menuju air pantai dan terus berjalan kemudian berhenti ketika air yang dia injak sudah sampai setinggi lutut. Alika hanya melihatnya dari kejauhan dan hanya terdiam. "Sudah sangat lama dan sepertinya kau sangat lelah mungkin selama ini kau terlalu bekerja keras untuk terus bertahan dan menjaga keluarga ini... Hans akan lebih baik jika kau menemukan wanita untuk kau nikahi dan hidup bahagia lupakan tentang perasaan mu pada ku karena itu hanya akan semakin menyakiti hati mu sendiri" ucap Alika dalam hati dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Hans. Tidak pernah ada yang bisa mengerti tentang cinta dengan sempurna karena cinta itu rumit.
sementara itu Jingmi sudah sampai dirumah dia segera masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri setelah itu dia makan malam. dia membuka labtopnya dan dia menerima sebuah surel dari Raymond. disana tertulis "aku akan memutus semua akses ku dari mu untuk sementara waktu karena aku tidak ingin ada masalah, pesan ini akan terhapus secara otomatis setelah kau membukanya jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting kau mengajari ku tentang arti pertemanan anggap saja ini sebagai bayaran atas kebaikan mu diasa lalu... agak menjijikan mengatakan semua itu tapi ya sudahlah"
jingmi membalas surel itu dengan sangat singkat dia hanya menulis. "ALMOND"
Saat Alika sudah masuk ke dalam mobil Hans membuka pintu mobil itu dan membawa Alika keluar. Hans membawa Alika kembali ke tepi pantai tanpa mengatakan sepatah katapun mereka kembali ke pantai dan duduk dikursi yang sudah disediakan keduanya hanya saling diam dan menikmati malam yang tenang sembari menatap langit. setelah beberapa saat berlalu salju mulai turun "saat ini sudah musim salju cuaca sangat dingin kita harus pulang, maaf karena sudah memaksa mu tentang perjodohan itu" ucap Alika membuka pembicaraan.
Hans menatap Alika. "Aku tidak marah... aku hanya tidak ingin membahas tentang pernikahan lagi, aku hanya ingin sendirian dan menikmati hidup yang tenang"
Alika beranjak dari duduknya dan mengulurkan tanganya pada Hans. "Jika itu keputusan mu dan itu yang memang kau inginkan aku tidak akan memaksa mu, ayo pulang sudah larut malam dan sudah semakin dingin" Hans meraih tangan Alika dan tersenyum.
Keduanya berjalan dengan bergandengan tangan dan hubungan mereka sudah mulai membaik.
__ADS_1
"mungkin ini adalah yang terbaik untuk kami baik aku ataupun Hans kami akan tetap sendiri untuk selamanya, aku tidak mungkin bisa mencintainya sedangkan dia tidak mungkin untuk menghilangkan cintanya untukku tapi dengan seperti ini selamanya kami akan menjadi ibu dan anak"