Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
SALJU PERTAMA


__ADS_3

saat jam makan siang Hans pergi ke rumah sakit untuk melakukan donor darah. sejak pemeriksaan hingga pengambilan darah tatapan mata hans terlihat sangat kosong bahkan dia tidak terlihat seperti sebelumnya, sebenarnya hans sedang memikirkan bagaimana cara untuk memberitau alika jika dirinya mencintai alika. hal ini jelas sangat sulit dan rumit mengingat mereka sudah bersama selama bertahun tahun sebagai ibu dan anak belum lagi tentang tragedi kematian Dean dan perceraianya dengan johan semua itu membuat hans takut untuk menyatakan cintanya.


"apa yang sedang anda pikirkan? tekanan darah anda menjadi tidak normal bulan ini hanya satu kantung darah yang bisa kami ambil" ucap dokter membuka pembicaraan.


Hans mengehela nafas panjang dan terdiam.


"dokter apa kau pernah jatuh cinta?"


"tentu" sahut dokter muda itu spontan.


"bagaimana dengan itu?"


dokter itu hanya tersenyum. "lupakan aku akan kembali ke kantor maaf sudah bertanya hal tidak penting" ucap hans yang kemudian branjak dari duduknya.

__ADS_1


"tunggu. ayo minum teh bersama dan aku akan mengajari mu tentang cinta" ucap dokter itu sembari memberikan kartu namanya.


Hans membaca kartu nama itu disana tertulis nama Raymond lengkap dengan nomor telefonnya. Hans kembali ke kantornya dan mengahadiri rapat penting sampai larut malam setelah menyelesaikan semua pekerjaanya hans pergi ke hotel dan sengaja untuk tidak pulang ke rumah dia ingin menenangkan diri untuk sementara waktu dan menghindar dari Alika.


Hans merasa saat ini dia sudah sangat lelah dan tidak bisa lagi menyembunyikan perasaaanya. tapi dia juga tidak bisa untuk mengatakan yang sebenarnya karena itu pasti akan sangat melukai alika dan kedua saudaranya, cinta terkadang menjadi begitu rumit dan sangat menyakitkan tapi kisah cinta antara hans dan alika bukanlah kisah yang sederhana karena semuanya tidak semudah oleh kelihatanya.


Lelah bukan hanya Hans yang merasa lelah tapi juga alika mereka berdua sama sama melalui kesulitan dan kehilangan yang akhirnya membuat mereka sangat sulit untuk bersatu dengan kata cinta. Rumit bahkan sangat rumit Alika seperti sedang terjebak disebuah labirin yang membuatnya bingung dan jebakan dilabirin itu seperti takdir yang sedang mempermainkannya dan melukainya, sedangkan untuk Hans ini lebih seperti sebuah perjalanan yang tidak menentu arah dan entah dimana ujungnya.


malam ini salju pertama ditahun ini telah tiba Alika mendapat pesan singkat dari Hans yang berisi. jika Hans tidak akan pulang untuk beberapa hari dengan alasan pekerjaan Alika memberitau Hans tentang pameran digaleri Jingmi yang ditunda dan akan berlangsung minggu depan Hans berjanji akan datang tapi setelah itu dia akan kembali bekerja karena ada hal penting yang harus segera diselesaikan. Tapi sebenarnya Hans hanya ingin menghindar dari Alika untuk sementara waktu. Alika sudah tau jika saat ini ada yang salah pada Hans dan sebenarnya dia juga sudah tau tentang Hans yang menyimpan cinta untuk dirinya. Alika tidak ingin mengatakan itu kepada siapapun dan dia hanya menyimpanya selama ini sendirian.


"Tuhan permainan apa lagi yang akan kau mainkan dihidup ku? lima tahun terakhir semuanya baik-baik saja... badai apa lagi yang akan menerjang ku? aku tidak membenci mu tuhan... aku hanya lelah" ucap Alika dalam hati sembari menghela nafas panjang.


Rio melihat Alika dari jendela kamarnya dan diam-diam memfoto Alika lalu dia kirimkan pada  Jingmi.

__ADS_1


"mama terlihat sangat lelah" ucap jingmi membalas pesan rio.


Rio menelfon jingmi dan mereka mulai saling berbicara dengan serius. "di bandingkan dengan kita dia adalah orang yang paling banyak terluka, entah kapan semuanya akan berakhir sudah lima tahun berlalu dan luka dihati mama masih tetap terbuka" ucap Rio yang terlihat sedih.


"pernikahan mu akan menjadi hadiah terbaik untuk mama"


"Jingmi aku berharap mama bisa kembali ceria seperti dulu sebelum semua ini terjadi"


"kak... itu sama saja seperti kita sedang mengharapkan air berubah menjadi api, sangat tidak mungkin sekarang fokuslah pada pernikahan mu karena mama sangat mengharapkan itu minggu lalu aku melihat mama membeli beberapa pakaian untuk calon istrimu dia menyimpanya dilemari"


"Apa menurut mu mama akan marah jika dia tau sebenarnya saat ini sasa sedang hamil anakku? apa dia akan baik baik saja jika tau aku sudah menodai sasa sampai hamil?"


"lebih baik jangan katakan apapun padanya saat ini... tunggu saja sampai anak itu lahir dan jelaskan semuanya ke mama"

__ADS_1


"aku sudah membohongi mama dan kak Hans hanya kau yang tau tentang kebenaran ini"


"lupakan itu untuk saat ini dan fokuslah ke pernikahan mu jangan sampai membuat kekacauan lagi, keluarga kita sudah sangat membaik dari sebelumnya jangan kacaukan itu...aku mengundur pameran di galeri karena aku harus mengurus beberapa hal yang menjadi kendala dalam pernikahan mu, batalkan kepergian mu ke bangkok dan fokuslah pada pernikahan ini"  Jingmi menutup telfonnya dan Rio masih menatap Alika dari balik jendela.


__ADS_2