Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Tanya Hati.


__ADS_3

Dirumah Alika suasana terasa begitu kacau. Johan mulai minum-minum dan menghancurkan semua barang yang ada disekitarnya, Johan tidak menyangka sama sekali jika anak yang selama ini dia anggap polos ternyata adalah seorang monster. Johan memang sering menghukum orang dengan cara yang terbilang jahat, tapi bukan berarti dia ingin Dean melakukan hal yang sama dengannya.


Selama ini Johan mengira para lawan bisnisnya mengalah karena tau kemampuanya tapi ternyata mereka memgalah karena takut pada Dean. Yang bisa berbuat nekat untuk membuat mereka kalah dengan berbagai cara, bahkan tidak segan untuk menyakiti atau menghabisi mereka.


Kecewa karena tidak berhasil mendidik anaknya dengan baik jelas sangat dirasakan oleh Johan. Tapi selain itu dia juga sangat marah karena dengan berterus terang Dean mengatakan jika dia mencintai Alika. Johan sadar jika selama ini dia hanya memiliki Alika tapi tidak dengan hatinya.


Alika berjalan mendekati Johan dan menggenggam tangannya. "Hentikan semua ini, kau hanya menambah luka untuk dirimu sendiri" Ucap Alika lirih.


"Hal apa yang bisa lebih melukai ku selain semua ini? Anakku menjadi monster seperti diriku, dan dia mencintai istri ku. Apa lagi yang lebih menyakitkan dari semua itu? Bukankah aku ini sangat malang? Aku dibodohi selama bertahun-tahun oleh anakku sendiri betapa bodohnya aku ini" Ucap Johan yang berada dibawah pengaruh minuman.


"Aku tau ini pasti sangat menyakitkan bagi mu, tapi dengan menyiksa dirimu sendiri seperti ini semuanya juga tidak akan membaik"

__ADS_1


"Aku tidak tau kenapa hidupku kacau seperti ini! Semuanya tidak ada yang benar-benar menyayangi ku atau jujur pada ku! Ya aku ini pendosa, aku sudah membunuh banyak orang demi uang dan aku pantas menerima semua ini" Sahut Johan yang kemudian jatuh ke dalam pelukan Alika.


"Pendosa berhak untuk meminta pengampunan, dan kau pun berhak untuk bahagia..." Ucap Alika dalam hati dan dia kemudian membawa Johan kembali ke dalam kamarnya.


Alika duduk disamping Johan dan membersihkan wajahnya dengan air hangat. Alika memperhtikan wajah Johan dengan seksama, dan dia menitikkan air mata.


"Kau pasti sangat menderita saat tau anakmu yanh begitu kau percayai ternyata melakukan hal yang salah, bahkan dia mengkhianati mu dengan mencintai ku... lalu bagaimana perasaan mu jika kau tau aku tidak mencintai diri mu dan sebenarnya aku mencintai anak mu" Ucap Alika dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca.


Johan ingin memberikan kesan yang baik dihadapan Alika karena dia ingin Alika mencintainya. "Selamat pagi love" Ucap Johan menyapa Alika.


"Pagi... ayo duduklah" Sahut Alika sembari tersenyum ramah.

__ADS_1


"Kau sudah tidak apa-apa?" Tanya Alika pada Johan dengan penuh perhatian.


"Tidak... aku sudah merasa jauh lebih baik, dan aku sudah memutuskan untuk tidak lagi memikirkan kejadian kemarin malam" Sahut Johan dengan raut wajah murung.


"Jika itu keputusan mu, maka aku akan mendukungnya" Ucap Alika sembari menyajikan makanan.


Setelah selesai sarapan Johan pergi ke kantor dan seperti biasa Alika mengantarkannya sampai ke halaman. "Apa kau akan pulang larut malam?" Tanya Alika sembari memberikan tas kerja Johan padanya.


"Tidak. Hari ini aku akan pulang lebih awal dan makan malam dirumah" Sahut Johan sembari tersenyum lembut.


Setelah Johan berangkat ke kantor Alika duduk ditepi kolam renang. "Aku tidak mengerti dengan diri ku sendiri, aku memiliki suami yang tampan dan sangat mencintai ku tetapi kenapa aku justru mencintai anak tiri ku dan kenapa dia juga mencintai ku? Apa aku harus sedih atau bahagia dengan kenyataan ini tuhan? Takdirmu begitu rumit dan sulit untuk ku mengerti" Ucap Alika dalam hati dan terhanyut didalam lamunannya.

__ADS_1


__ADS_2