
Saat mereka sudah sampai dirumah sakit Alika hanya terdiam membisu. Dia pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian dan mengganti perban luka ditanganya, Alika melihat dirinya dicermin dan menghela nafas panjang.
"Ayah... sejak awal kau sudah bukan lagi ayah ku, ayah ku sudah lama hilang dan tidak mungkin akan kembali... hari ini kau menunjukan padaku jika ikatan darah tidak pernah berarti apa-apa untuk mu" Ucap Alika dalam hati dan kemudian dia meninggalkan kamar mandi untuk menemui Hans yang sudah sadarkan diri.
"Ibu..." Ucap Hans lirih saat melihat Alika datang.
Alika menghampiri Hans dan duduk disampingnya. "Kenapa kau sangat keras kepala? Bukankah ibu sudah mengirim pesan agar kau tidak pergi kemanapun? Kenapa kau sangat keras kepala?" Tanya Alika dengan lembut.
"Aku mengkhawatirkan mu..." Sahut Hans lirih.
__ADS_1
"Kau tidak akan tau seperti apa aku mengkhawatirkan dirimu... jadi mulai hari ini tolong dengarkan aku jangan lagi melanggar perintah ku karena semua itu demi kebaikan mu sendiri" Ucap Alika sembali memegang wajah Hans dengan lembut.
"Ibu... apa nanti kau akan pergi lagi?" Tanya Hans lirih. Alika hanya terdiam tanpa memberikan jawaban, perlahan Hans menutup matanya dan kembali tertidur karena pengaruh obat.
Alika memegang kepala Hans dan merapikan rambut Hans dengan menggunakan jari jemarinya yang lentik serta sangat lembut dan hati-hati.
"Aku tidak tau sampai kapan aku akan hidup... tapi selama aku masih bernafas aku berjanji tidak akan ada satupun orang didunia ini yang bisa menyakiti kalian, terutama dirimu" Ucap Alika dalam hati sembari menatap wajah Hans.
"Alika ku mohon berhenti... berhenti menghindari ku dan berhentilah menjauh dari ku" Ucap Johan memohon.
__ADS_1
"Aku tidak memiliki hak untuk terus berada disisi mu karena kau bukan lagi suami ku atau orang terdekat ku, kau adalah suami orang lain dan aku tidak ingin menjadi orang ketiga" Sahut Alika menolak dengan tegas.
"Alika aku berjanji akan meninggalkan Sila tapi ku mohon kembalilah bersama ku, kita bisa menjaga anak-anak kita bersama melihat mereka bahagia dan kemudian menikah" Ucap Johan membujuk Alika.
"Semudah itu kau mengatakanya? Kau pikir pernikahan adalah sebuah permainan? Kau pikir pernikahan adalah sebuah lelucon? Yang bisa dengan mudah kau jalani kemudian kau akhiri?! Kau sudah pernah menjatuhkan talak padaku disaat aku mulai menerima mu sekarang kau bahkan ingin meninggalkan orang yang sangat mencintai mu? Apa kau benar-benar tidak mengerti arti dari sebuah pernikahan?!" Sahut Alika kesal dan kecewa.
"Aku rela meninggalkan segalanya dan mengorbankan semuanya demi dirimu ku mohon kembalilah menjadi Alika istriku" Ucap Johan kembali mencoba untuk melamar Alika dan menggenggam tangan Alika.
Alika melepaskan tangan Johan darinya. "Aku tidak butuh pengorbanan mu yang aku butuhkan adalah tanggung jawab mu sebagai seorang ayah untuk anak-anak, karena aku tidak ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan... aku tidak ingin mereka membenci ayahnya seperti aku membenci ayahku dan aku tidak ingin kau menjauh dari mereka seperti ayahku menjauhi ku dan membuang ku seperti sampah didalam hidupnya.
__ADS_1
Aku ingin anak-anakku bahagia meski aku menderita. Aku sudah tidak lagi perduli dengan jalan apa yang aku ambil bahkan saat aku berkaca dicermin aku sudah tidak mengenali diriku sendiri... aku tidak ingin anak-anakku menjadi seperti ku hanya itu yang aku inginkan dari mu" Sahut Alika yang kemudian berlalu pergi.