Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Seorang Ibu Yang Melindungi Anak-Anaknya


__ADS_3

Alika terjaga semalaman untuk merawat Rio. Saat pagi tiba dan kondisi Rio sudah membaik Alika pergi ke dapur untuk memasak sarapan, setelah selesai menyajikan sarapan dia bersiap untuk pergi ke kantor. Alika meninggalkan pesan kepada ketiga anaknya untuk tetap beristirahat dirumah dan tidak boleh pergi kemana pun sampai dia pulang.


"Selamat pagi sayang... maaf ibu pergi ke kantor lebih awal, jangan lupa makan sarapan yang sudah ibu siapkan dimeja makan ibu akan pulang lebih awal jangan pergi kemana pun sampai ibu pulang ya... sampai ketemu sore ini anakku sayang" Tulis Alika dalam pesan singkat yang dia kirimkan ke hp anak-anaknya.


Alika terlihat sangat kelelahan karena dia tidak tidur dan belum makan apapun. Alika kemudian menyempatkan untuk makan selama didalam mobil saat perjalanan menuju kantor, Alika juga mengirimkan pesan kepada sekertarisnya untuk segera mengatur rapat pertemuan dengan perwakilan dari perusaan Roy ayah Beca hari ini juga.


Saat sampai dikantor Alika disambut dengan hangat oleh para karyawanya. Senyum ramah Alika membuat semua pegawainya merasa senang tidak lupa juga Alika menyapa semua pegawai yang dia kenal dan juga pegawai baru yang baru dia lihat pagi ini.


"Ibu rapat dengan nona Beca dan pak Roy dimulai jam 9" Ucap Sofia sekertaris Alika.


"Baik..." Sahut Alika sembari tersenyum.


Saat bertemu dengan Beca dan Roy wajah Alika yang awalnya terlihat ceria berubah menjadi marah.


"Selamat pagi" Ucap Alika menyapa dengan sopan.

__ADS_1


"Ini berkasnya bu" Ucap Sofia sembari meletakan berkas yang diminta oleh Alika diatas mejanya.


"Saya akan langsung ke intinya, saya ingin memutuskan hubungan kerja sama diantara perusahaan kita... saya juga akan mengembalikan semua dana yang sudah perusahaan anda berikan pada kami beserta bunganya... terimaksih karena waktu itu sudah membantu perusahaan kami ketika kami kesulitan sekarang perusahaan kami sudah kembali normal bahkan sudah berkembang seratus kali lipat dari sebelumnya jadi saya rasa sudah saatnya saya mengakhiri hutang ini" Ucap Alika sembari menanda tangani berkas pemberhentian kerja sama yang ada didepanya.


"Baik kami setuju" Sahut Roy tanpa memberikan perlawanan.


Kedua belah pihak akhirnya menanda tangani surat itu. Setelah itu Alika meminta semua pegawainya untuk keluar dan membawa berkas itu bersama mereka, Alika berniat untuk berbicara secara pribadi dengan ayah dan anak itu.


"Kalian semua tinggalkan ruangan ini" Ucap Alika memberikan perintah.


"Apa yang kau inginkan? Bukanya kita sudah tidak ada urusan lagi?!" Sahut Beca dengan nada tinggi.


Alika kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati Beca. Alika memegang bahu Beca dan mendorongnya hingga jatuh ke kursinya dan duduk dengan terpaksa.


"Urusan kita belum selesai nona..." Ucap Alika sembari menatap wajah Beca dengan tatapan mata yang dingin.

__ADS_1


"Alika ku mohon lupakan saja semuanya... biarkan yang sudah berlalu dan mari kita saling memaafkan" Ucap Roy melindungi anaknya.


"Aku selalu memaafkan anak mu, aku diam saat dia menghina ku, aku diam saat dia mencoba mencelakai ku, tapi aku tidak akan tinggal diam saat dia berniat menyakiti anak-anakku" Sahut Alika yang kemudian mengalihkan pandanganya pada Roy.


"Kemarin anak mu Hans suda hampir membunuh anakku ini! Sekarang apa lagi yang kau inginkan?! Apa itu masih belum cukup?!" Ucap Hans dengan nada tinggi dan berdiri dihadapan Alika.


"Yang dilakukan oleh anakku adalah demi untuk membela ibu dan adiknya, tapi putri mu sudah mengkhianati anakku Hans sejak awal pertunangan mereka bukankah seharusnya dia juga menjelaskan hal itu pada ku?" Sahut Alika dengan nada datar sembari menatap Roy dengan tajam.


"Beca mengkhianati anak mu dan anak mu tidak mencintainya bukankah itu adil?! Lagi pula semuanya sudah berakhir"


"Tidak semudah itu Roy... apa kau tidak tau jika putri mu itu terlibat dalam rencana pembunuhan ketiga anakku? Dan dia harus menerima akibatnya karena sudah berencana menyakiti anak seorang Alika...


Aku sudah menangkap anak buah mu dan menyeret mereka ke penjara. Aku masih membiarkan mu bebas karena kau anak sahabat ku tapi jika kau berniat menyakiti anak-anakku lagi maka ingat ini...


Aku akan membuat mu menemui tempat yang lebih buruk dari pada penjara" Ucap Alika memberikan peringatan sembari menatap mata Beca tatapan tajam penuh kebencian.

__ADS_1


-


__ADS_2