
"Jika ini tentang melindungi anak-anak maka itu juga akan menjadi urusan ku" Ucap Johan yang seketika membuat Alika menghentikan langkahnya.
"Alika jika ini tentang anak-anak aku mohon izinkan aku ikut bersama mu"
"Jika kau ingin membantu maka jangan biarkan mereka menemukan ku" Sahut Alika dengan membelakangi Johan.
"Dean menitipkan mereka pada kita jika ingin memperjuangkan mereka maka mari kita berjuang bersama" Ucap Johan membujuk Alika.
"Kau masih ingat pesan Dean agar kita menjaga mereka? Lalu apa kau ingat disaat mereka dikejar bahkan hampir dihabisi oleh orang-orang sialan itu dimana kau saat itu?! Dimana kau yang seharusnya melindungi mereka? Disaat Hans hampir saja tiada karena ulah orang-orang itu kau ada dimana? Disaat Rio kemarin hampir saja menuju pemakamannya sendiri kau ada dimana?!" Sahut Alika dengan nada tinggi karena terbawa emosi.
"Maafkan aku... maaf karena aku meninggalkan mu disaat itu karena itu tolong izinkan aku memperbaiki semua kesalahan ku itu" Ucap Johan dengan lembut.
Alika menghela nafas panjang dan menutup matanya untuk sejenak. Alika kemudian mengambil hp nya dan menelfon seseorang.
"Azizah ini aku" Ucap Alika membuka pembicaraan.
"Alika..." Sahut Azizah dengan lembut.
"Dengarkan aku... aku ingin meminta bantuan mu tolong kau halangi Hans untuk menemukan aku, aku tau dia pasti menentang pesan ku dan sekarang sedang mencoba mencari ku... tolong kau halangi dia karena aku tidak bisa biarkan dia untuk melihat apa yang tidak seharusnya dia lihat" Ucap Alika lirih.
"Alika... aku tidak tau apa yang akan kau lakukan tapi aku percaya itu semua adalah demi kebaikan, jaga dirimu jangan khawatirkan tentang mereka aku akan berusaha untuk menjaga mereka semampuku" Sahut Azizah yang kemudian menutup telfonya.
__ADS_1
"Aku memberikan mu kesempatan ini hanya demi anak-anak" Ucap Alika yang kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya.
Hans masih terus mencari Alika dia berusaha menelfon Alika dan menanyakan tentang keberadaanya kepada semua anak buah Alika tapi dia tidak menemukan apapun.
Sementara itu akhirnya Alika sampai ke tempat tujuanya. Alika memerintahkan anak buahnya untuk kembali dan menghalangi Hans untuk menemukan mereka, Alika melepaskan jam tangan dan juga cincinnya.
Johan membukakan pintu untuk Alika saat Alika turun dia terlihat begitu berbeda. Tatapan matanya tak lagi ada kasih sayang, raut wajahnya menjadi dingin, dan senyumnya tidak lagi manis.
"Aku harap kemampuan bela diri mu masih sebagus dulu" Ucap Alika pada Johan dengan senyuman sinis.
"Usia ku bertambah tapi aku selalu semakin muda" Sahut Johan menimpali.
"Katakan padanya aku sudah disini jika dia ingin bertemu suruh dia keluar jika tidak aku akan pergi" Ucap Alika dengan suara lantang.
Tak lama dari itu ada seorang wanita datang dan mendekati Alika. Melihat orang itu Alika hanya tersenyum sinis sembari mengedipkan matanya.
"Kau datang nyonya besar" Ucap wanita itu Fani. Kakak tiri Alika.
"Aku akan datang dan menemukan mu dimanapun kau berada bahkan sekalipun itu diliang pemakaman mu" Sahut Alika tanpa ragu.
"Kau datang bersama orang yang salah" Ucap Fani agak kesal.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau berharap aku akan datang bersama dengan anakku? Aku bukan orang bodoh yang akan menyerahkan nyawa anaknya begitu saja" Sahut Alika dengan senyuman diwajahnya.
"Kau datang untuk berlutut padaku bukan menghina ku nyonya" Ucap Fani kesal.
"Sepertinya kau salah mengerti... aku datang kemari adalah untuk membuat mu bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan pada putra ku! Beraninya kau menyentuh anakku hingga membahayakan nyawanya!" Sahut Alika dengan nada mengancam.
"Anak mu sendiri yang berniat untuk menyakiti dirinya sendiri aku hanya membantunya" Sahut Fani tanpa rasa bersalah.
"Jika hari itu kau tidak turun tangan maka anakku tidak akan berada dalam bahaya" Ucap Alika menimpali.
"Inikah amarah seorang ibu yang selalu ditakuti oleh semua orang?!" Tanya Fani mengejek.
"Bukan... ini masih belum karena aku masih ingin mendengar sesuatu dari mu. Apakah kau yang mengirim orang untuk menculik anakku Rio satu minggu yang lalu? Dan apakah kau yang bekerja sama dengan Sila untuk meneror Jingmi? Serta memberitahunya dimana Jingmi berkuliah?" Tanya Alika sembari menahan amarahnya.
"Iya... kar!"
Belum sempat Fani mengucapkan Kalimatnya Alika sudah mencengkram leher Fani dengan satu tanganya dan menjatuhkanya ke tanah hingga Fani tidak bisa bergerak lagi.
"Sudah ku peringatkan jangan sentuh anak-anakku!" Ucap Alika mengintimidasi Fani sembari mencekiknya tanpa ampun.
Johan yang melihat Alika akan diserang oleh anak buah Fani melindungj Alika. Johan mengalahkan semua anak buah Fani dengan sangat mudah bahkan tanpa cidera sedikitpun.
__ADS_1