
Alika yang merindukan anak-anaknya memutuskan untuk menelfon mereka. Alika menelfon Hans dan menyakan perihal kabar mereka disana.
"Bunda kami semua baik-baik saja, Rio dan Jingmi sudah tidur mereka sangat lelah karena pelajaran mereka" Ucap Hans menyembunyikan kebenaran dari Alika.
"Kau pasti juga sangat lelah... kau harus mengurus persiapan pembukaan perusahaan kita disana sembari merawat kedua adikmu itu pasti sangat sulit untuk mu" Sahut Alika dengan lembut.
"Bunda jaga kesehatan mu kami pasti akan segeta pulang"
"Kalian harus tetap disana... jangan kembali sampai bunda yang meminta kalian untuk kembali karena keadaan disini masih belum bisa bunda kendalikan" Sahut Alika sedih.
"Bunda kami sangat merindukan mu, jika situasi disini memungkinkan aku akan pulang dan membantu mu disana" Ucap Hans mengutarakan niatnya.
"Tidak boleh... kalian tiga bersaudara harus tetap bersama dan saling menjaga. Urusan disini biar ibu saja yang menyelsaikanya" Sahut Alika mengakhiri pembicaraan mereka.
Saat pagi tiba Rio melihat Jingmi masih tertidur disampinya. Rio menyelimuti Jingmi kemudian dia keluar dari kamar untuk menemui Hans.
__ADS_1
Saat turun dari tangga dia melihat Hans yang sudah rapi. Rio kemudian berjalan mendekati Hans kemudian bertanya kemana dia akan pergi sepagi ino dengan penampilan yang begitu rapi.
"Aku akan pergi ke sekolah Jingmi untuk memberikan semua anak itu pelajaran dengan cara yang pasti akan mereka ingat seumur hidup mereka" Ucap Hans sembari tersenyum.
"Kakak cara ini apa kau yakin dengan cara ini?" Tanya Ruo bingung.
"Kau tenang saja aku sangat yakin, aku sudah mengatakan pada dosen mu jika hari ini kau tidak bisa hadir karena Li sedang sakit dan membutuhkan mu. Kau jaga saja Li dengan baik karena hari ini aku akan membuat semua anak itu tau dengan siapa mereka bermain-main" Ucap Hans yang kemudian berlalu pergi.
Rio menyiapkan bubur putih dengan sup ayam untuk sarapan Jingmi. Rio juga membuatkan susu panas dan mengupaskan beberapa buah kiwi untuk Jingmi.
Setelah semuanya siap Rio membawa itu ke kamar dan dia membangunkan adiknya. Jingmi merasa senang karena kini Rio sudah terlihat lebih ceria setelah kejadian tadi malam.
"Sudah tidak... hanya saja aku jadi sedikit pusing mungkin karena tadi malam tidur tanpa makan malam" Sahut Jingmi dengan wajahnya yang masih agak pucat.
"Kalau begitu minum dulu susunya" Ucap Rio yang kemudian meminumkan susu itu pada Jingmi menggunakan sendok sedikit demi sedikit.
__ADS_1
"Kakak... apa aku terlihat pucat?" Tanya Jingmi penasaran.
"Tidak. Adik kecil ini terlihat sangat tampan" Sahut Rio sembari mencubit hidung Jingmi pelan.
"Kakak kau berbohong"
"Hm?"
"Wajah mu terlihat sedih... itu artinya saat ini aku pasti terlihat sangat menyedihkan"
"Jangan berkata seperti itu... kau adalah kebahagiaan kami mana mungkin kau bisa terlihat menyedihkan dimata kami" Ucap Rion berusaha meyakinkan adiknya.
"Kak apa kau mau berjanji satu hal untukku?"
"Tentu..."
__ADS_1
"Berjanjilah... jika apapun yang terjadi kau akan mempertahankan dan menjaga ku jangan biarkan aku pergi kak karena aku tidak ingin berakhir seperti kak Dean ataupun ayah" Ucap Jingmi dengan mata berkaca-kaca.
Rio segera meletakan gelas yang dia pegang dan memeluk tubuh adiknya yang masih sangat lemah itu. "Aku tidak akan membiarkan mu berakhir seperti mereka, kau jangan takut... aku akan menjaga mu selamanya itulah janjiku" Sahut Rio dengan hati yang tulus.