Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Hari Ulang Tahun Jingmi


__ADS_3

Alika berjalan sembari menggenggam tangan Jingmi. Sesekali Alika menatap wajah putranya yang terlihat gembira, Alika kemudian melepaskan tanganya dan menutup mata Jingmi dengan sapu tangan.


Hari ini adalah hari ulang tahun Jingmi. Semua orang ingin agar Jingmi bisa memilih jalan hidupnya sendiri agar dia tidak terkurung didalam sebuah keharusan untuk tetap bersembunyi dan membenci.


Alika membawa Jingmi kepantai dan mengundang semua orang. Dia ingin agar Jingmi membuat keputusan untuk masa depanya sendiri bahkan jika dia ingin menjalani kehidupanya sendiri Alika tidak ingin memaksa Jingmi untuk bergabung diperusahaan, Alika juga tidak ingin membuat Jingmi menjalani semuanya hanya karena terpaksa.

__ADS_1


Alika ingin melihat Jingmi memilih jalan hidupnya sendiri dan bahagia tanpa ada seorang pun yang akan mengusiknya atau mempertanyakan keputusanya. Alika yakin jika Jingmi sudah cukup dewasa dan bijak untuk menentukan masa depanya sendiri.


Alasan Alika memilih pantai sebagai tempat mereka merayakan ulang tahun Jingmi adalah karena ditempat ini memiliki makna yang sangat dalam. Seperti lautan yang tidak terhingga luasnya Alika ingin agar Jingmi memiliki kebebasan tanpa ada yang membatasinya, seperti lautan yang begitu dalam Alika ingin Jingmi dapat memaknai hidupnya dengan keikhlasan, seperti kehidupan dilaut yang tidak terhingga jenisnya Alika ingin agar Jingmi memiliki banyak kebahagiaan, dan seperti laut yang ombaknya dapat menyapu pesisir dan menghilangkan goresan pada pasir Alika ingin agar Jingmi menghapus semua luka dihatinya dengan memaafkan.


"Setiap waktu yang kita habiskan bersama akan menjadi kenangan, sekarang adalah saatnya untuk mu memilih entah kau akan melepaskan tangan ku atau tetap menggenggamnya aku tidak akan melarang mu atau marah pada mu... selamanya kau adalah adik yang paling aku sayangi" Ucap Rio sembari memegang tangan Jingmi dan kemudian melepaskanya.

__ADS_1


Alika dan Rio berdiri agak jauh dari Jingmi. Alika berdiri dibelakang Jingmi sedangkan Rio disisi kanan Jingmi keduanya berdiri agak jauh agar saat Jingmi membuka penutup matanya dia bisa melihat semua orang berdiri menglilinginya sembari membawa bunga dan hadiah untuknya.


"Aku selalu menegur mu, memarahi mu, dan mengomel... aku selalu posesif dan ketat pada mu, aku tidak pernah mengira jika adik kecil ku akan dewasa secepat ini kau berhak untuk memiliki kehidupan mu sendiri kau bilang ingin menjadi seorang pelukis juga membuka galeri sendiri... semuanya adalah pilihan mu aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu jika itu yang membuat mu bahagia" Ucap Hans yang berdiri dihadapan Jingmi dan kemudian menjauh darinya.


"Ibu dan kedua kakakku adalah orang yang selalu menjaga aku, ketiganya sangat ketat dan sangat posesif, ibu selalu menyuruhku untuk belajar dan berhati-hati ibu bahkan mengirimkan anak buahnya ke sekolah dan kampus ku untuk menjaga ku itu sangat posesif, kakak Hans selalu mengomel saat nilai ku jelek dia sangat keras dan kadang menyebalkan dia melarang ku untuk berkelahi disekolah tapi dia membuat sekolah lama ku hampir menjadi pemakaman masal, kak Rio dia selalu lembut padaku dia tidak pernah marah ataupun menyekiti ku hanya saja dia selalu menganggap aku anak kecil dia bahkan membelikan aku boneka meski tau jika aku sudah bukan anak tk lagi..." Ucap Jingmi sembari tersenyum dan menangis haru.

__ADS_1


__ADS_2