
Alika mengatakan hal itu bukanlah karena tanpa Alasan. Dia sendiri sebenarnya juga tidak sanggup untuk berpisah dengan ketiga anaknya tapi sebagai seorang ibu Alika harus mengorbankan perasaanya demi keselamatan ketiga anaknya.
Sebenarnya pada malam ketika Johan meninggalakan rumah Alika mendapatkan informasi dari Kafa. Alika diberi tahu jika Sarah bersama dengan ibu dan kakak tiri Alika kini sedang bekerja sama dan berencana akan membalas dendam pada Alika dengan menjadikan ketiga anak Alika sebagai sasaranya.
Hal itu jelas membuat Alika sangat cemas. Alika tahu benar seperti apa liciknya ketiga wanita ular itu ditambah lagi saat ini kondisi mental ketiga putra Alika sangat tidak memungkinkan untuk bisa menghadapi semua masalah yang bisa saja ditimbulkan oleh ketiga wanita ular itu.
Setelah memikirkannya dengan matang Alika lebih memilih untuk mengirim ketiga anaknya pergi jauh sementara dia yang akan menghadapi ketiga wanita beracun itu sendirian. Alika tidak ingin jika anak-anaknya terluka dan Alika juga tidak bisa untuk kehilangan orang terkasihnya lagi.
"Kakak apa maksudnya itu?" Tanya Hans bingung.
"Hans... aku ingin kau pergi bersama dengan Rio dan Jingmi, pergilah ke Amerika dan jangan pernah kembali hingga aku mengizinkanya... karena aku tidak bisa melihat kalian terluka lagi" Sahut Alika lirih.
__ADS_1
"Bunda... kita harus menghadapi semuanya sama-sama bun" Ucap Jingmi dengan polosnya.
"Bunda yang akan menghadapi semua masalah dan kalian harus hidup dengan baik, kalian tidak boleh terluka meski apapun yang terjadi" Sahut Alika sembari menitikan air mata.
"Kak tapi"
"Hans cukup. Kamu sudah dengar sendirikan apa kata Kafa kemarin malam! Apa kamu mau kehilangan lagi?! Hans aku sudah cukup banyak kehilangan aku tidak bisa lagi kehilangan, saat ini hanya kalian bertiga yang aku miliki dan kalian adalah anugrah terindah yang aku miliki dan harus aku lindungi" Ucap Alika membuat Hans terdiam.
Alika pun mentap Rio dan tersenyum lembut. "Aku tidak bisa pergi dari sini... karena disini orang tua, kekasih, dan anakku dimakamkan... aku akan tetap disini dan menghadapi ketiga wanita ular itu, mereka selama ini selalu mengira jika aku lemah kini aku akan menunjukan seperti apa kuatnya cinta seeorang ibu" Sahut Alika sembari meletakan kedua tanganya diwajah Rio yang kemudian membuat Rio merasa sedih dan menangis.
"Kakak..."
__ADS_1
"Kalian bertiga adalah anakku... kalian adalah kekuatan ku dan kalian adalah kebahagiaan ku, seumur hidup ku tidak akan berarti jika tanpa kalian" Ucap Alika dengan tulus.
"Bunda... memangnya kenapa kalau mereka ingin melukai kami, kami pasti bisa melawan mereka dan melindungi bunda" Sahut Jingmi dengan wajah polosnya.
"Jangan katakan itu. Aku tidak ingin kehilangan lagi" Ucap Alika dengan cepat.
Hans hanya duduk dan termenung. Dia tidak tau harus berbuat apa, disatu sisi dia ingin melindungi Alika dan kedua adiknya namun disisi lain dia pun juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika saat ini Alika juga sudah membuat keputusan yang tepat.
"Kakak aku akan pergi dan membawa mereka bersama ku" Sahut Hans dengan sangat yakin.
"Kakak!" Ucap Rio dan Jingmi serentak.
__ADS_1
"Kau harus menjaga mereka... kau harus selalu ada disisi mereka, kita akan bertemu pada saat-saat tertentu dan aku harap kalian bertiga akan selalu baik-baik saja" Sahut Alika sembari menatap Hans dengan tatapan harapan kasih seorang ibu.