Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Bukan Marah Hanya Kecewa


__ADS_3

"Apa diam mu menandakan amarah mu?" Tanya Hans pada Alika yang masih diam mematung. Hans kemudian melepaskan pelukanya dan berdiri disamping Alika.


Karena tidak tau harus berbuat apa lagi Hans memilih untuk duduk didekat kaki Alika. Dia hanya duduk sembari mengayunkan kakinya dijembatan kayu itu tanpa mengatakan apapun, Alika menatap Hans yang bersikap seperti anak kecil dengan tatapan sayang dan juga kesal. Hans memegang tangan Alika dan menariknya seperti anak kecil.


"Apa aku masih kurang manis sampai kau mengabaikan aku seperti ini?" Tanya Hans dengan manja.


Alika hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Diamnya Alika bukan karena dia marah dengan sikap Hans yang menyembunyikan tentang sakitnya, tapi diamnya Alika adalah karena kecewa dan takut.


Dia merasa kecewa karena Hans melakukan kesalahan yang sama seperti mendiang Dean dulu yaitu menyembunyikan rasa sakitnya. Kehilangan banyak orang yang dia sayangi membuat Alika takut untuk kehilangan lagi, kesal dan marah yang dirasakan Alika bukanlah ditujukan untuk Hans melainkan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Dia kecewa pada dirinya sendiri karena gagal untuk melindungi anaknya. Peran sebagai seorang ibu yang penuh dengan cinta mengharuskan Alika untuk menjaga ketiga malaikat hatinya namun terkadang tidak semua hal itu berjalan sesuai dengan rencana.


Alika kemudian berjalan meninggalkan Hans yang masih duduk ditepi jembatan kayu itu. Disaat Alika mulai menjauh Hans hanya bisa melihatnya dari kejauhan sembari menghela nafas panjang.


"Andai kau tau dari mana aku mendapatkan luka ini kau pasti akan sangat kecewa dan marah pada ku" Ucap Hans dalam hati sembari memegang bahunya yang terluka.


Hans menatap kearah lautan biru yang berombak dan berusaha untuk tetap tenang. Meski dengan mata yang berkaca-kaca Hans tetap berusaha untuk tidak menangis, dia kemudian membuka hpnya dan dia melihat pesan yang dikirimkan oleh Rio adiknya.


Selama ini kau adalah sosok yang kuat dimata kami. Aku selalu memandang mu sebagai orang terkuat dan pelindungi kami aku tidak tau kalau kau sakit... kakak cepatlah pulang aku menunggu mu, kami menunggu mu" Tulis Rio dengan sepenuh hatinya.

__ADS_1


Hans kemudian membalas pesan dari adiknya. "Itu bukan salah mu... kau masih saja manis seperti dulu aku akan segera pulang aku rindu kalian" Tulis Hans sembari tersenyum.


Saat angin semakin kencang dan ombak semakin tinggi Hans masih tetap duduk ditempat yang sama. Sampai tiba-tiba ombak pantai menerpa jembatan kayu itu dan airnya mengenai kaki Hans.


"Laut yang begitu tenang bisa begitu menakutkan" Ucap Hans lirih sembari tersenyum dengan terpaksa.


"Karena itu jangan pernah membiarkan ketenangan berubah menjadi kekacauan, biarkan ketenangan itu tetap menjadi indah dan jangan membiarkanya menghilang" Ucap Alika yang datang dengan tiba-tiba dan memakaikan sebuah cardingan pada Hans.


Hans yang terkejut melihat Alika ada dibelakangnya dan membawakan Cardingan untuknya membuat Hans terpaku. Hans menatap wajah Alika dengan seksama dan di menyadari jika cinta dihatinya memang hanya untuk Alika.

__ADS_1


Alika kemudian memeluk Hans dengan lembut. "Ibu masih marah?" Tanya Hans dengan lirih.


"Aku tidak pernah marah pada mu aku hanya kecewa karena kau tidak mengatakan apapun tentang sakit mu dan jika harus marah maka aku akan marah pada diri ku sendiri karena sudah gagal menjadi ibu yang baik" Sahut Alika sembari menatap wajah Hans.


__ADS_2