Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Tentang Salah Cinta.


__ADS_3

Dean menarik tangan Alika membanya ke dalam dekapanya dan menatap matanya. "Jika ku katakan aku mencintai mu memangnya apa yang akan berubah?" Ucap Alika sembari menatap mata Dean.


"Aku sudah menduganya" Sahut Dean sembari melepaskan dekapannya dan membelakangi Alika.


Alika mengalihkan pandanganya dan membalikkan tubuhnya. Baru selangkah Alika berjalan Dean kembali menarik tanga Alika kedalam dekapannya dan mencium kening Alika dengan penuh cinta. Alika pun menitikan air mata.


"Aku mencintai mu" Ucap Dean usai mencium kening Alika.


"Cinta kita adalah kesalahan, kita tidak boleh melukai hati Johan dengan keegoisan kita" Sahut Alika sembari melepaskan tangan Dean.


"Kau memikirkan tentang ayah ku yang mencintai mu tapi kenapa kau tidak memikirkan diri ku yang juga sangat mencintai mu?" Tanya Dean kesal.


"Aku memikirkan mu, selalu memikirkan diri mu... Tapi cinta kita ini salah. Aku adalah istri ayah mu ibu tiri mu sendiri"

__ADS_1


"Lalu kenapa? Apa aku tidak boleh mencintai mu, aku tidak akan memisahkan mu darinya tapi ku mohon izinkan aku tetap mencintai dirimu" Sahut Dean memohon dengan setulus hati.


"Aku juga mencintai mu, tapi aku tidak bisa melukai hati orang yang sudah mengikatku dengan ikatan suci pernikahan. Aku dan Johan sudah berjanji untuk hidup bersama selamanya ketika kami berada dipelaminan, lalu bagaimana aku bisa membiarkan cinta ini menjadi duri bagi kehidupan kami?"


"Aku pun ingin melupakan mu dan menghapus cinta ini. Tapi aku tidak bisa karena semakin aku berusaha untuk melupakan mu aku justru semakin mencintai mu"


Saat mereka sedang berbicara tiba-tiba ponsel Dean berbunyi. Dia menerima telfon dari Rio dan mendapatkan kabar jika Rio sedang berada dirumah sakit dan lokasinya tidak jauh dari lokasi Dean saat ini.


Mereka berdua segera menuju ke rumah sakit dan ketika sampai disana mereka diberi tau diruangan mana Rio dirawat. Saat masuk ke dalam kamar Rio Dean dan Alika melihat Hans sedang duduk menjaga Rio yang tak sadarkan diri.


Dean sangat terkejut ketika melihat Hans ada dihadapanya. "Kau?" Ucap Dean setengah tidak percaya.


"Tuan kau seharusnya menjaga dia dengan baik, kau tau dia begitu ceroboh dan kau membiarkannya pergi tanpa mengkhawatirkan dia sedikit pun" Sahut Hans menegur Dean.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Alika dengan cepat.


"Dia mengalami kecelakaan, dia menyebrang jalan tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan sekarang dia jadi seperti ini" Sahut Hans menjelaskan.


"Jika kau begitu mengkhawatirkannya kenapa kau meninghalkannya?" Ucap Dean dengan nada datar.


"Aku tidak meninggalkan siapapun tuan, aku hanya masih belum bisa melupakan kejadian itu dan saat aku berada didekat kalian maka kenangan Tao selalu menghantui ku dan membuatku ingin mengakhiri hidupku... karena itulah aku memilih untuk pergi" Sahut Hans yang kemudian berlalu pergi.


Dean menatap wajah pucat Rio dan kemudian duduk disampingnya. "Apa yang terjadi pada Rio? Kenapa dia terlihat sangat pucat?" Tanya Alika penasaran.


"Semenjak hari itu Rio berubah drastis, dia tidak ingin berbicara kepada siapapun kecuali aku... bahkan dikampus dia selalu sendirian, dia juga selalu menghabiskan waktunya dengan melamun dan menangis" Sahut Dean sembari meletakan kepalanya diatas kedua tanganya yang dilipat.


"Dia pasti sangat tertekan dan sedih. Anak seusianya memang tidak seharusnya mengalami semua ini" Ucap Alika sembari meletakan tangannya dibahu Dean.

__ADS_1


__ADS_2