Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Tak Sengaja


__ADS_3

"Kak... apa kau marah?" Tanya Jingmi ragu-ragu.


"Kau tau jika aku tidak akan pernah bisa marah pada mu, tapi kau membuat ku merasa bingung"


"Kak aku minta maaf... aku akan menjelaskan semuanya tapi ku mohon kakak jangan marah" Ucap Jingmi memohon.


"Katakan ada apa sebenarnya" Ucap Hans dengan lembut.


"Kak sebenarnya disekolah hubungan ku dengan teman-teman ku tidak begitu baik, mereka tidak menyukai ku karena aku bisa melihat apa yang tidak bisa mereka lihat... mereka sering menganggapku aneh tapi mereka juga tida bisa membuat guru membenci ku karena aku adalah yang terbaik disekolah ku.


Jadi mereka selalu menjahili ku kemarin saat jam makan siang mereka membawa ku dengan paksa ke halaman belakang sekolah dan memukuli ku dengan bambu berukuran kecil setelah itu saat mereka memukul perut ku, aku langsung jatuh tidak berdaya.


Perutku sangat sakit sampai menangis pun aku tidak bisa. Setelah itu mereka semua pergi meninggalkan ku lalu aku pergi ke toilet dan sempat mengalami muntah darah, itulah kenapa aku juga melarang kakak untuk mencucikan seragam ku kemarin" Ucap Jingmi menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja?" Tanya Rio yang menyesal karena sudah bersikap kurang baik pada Jingmi.


"Aku tidak ingin menambah beban dihati dan pikiran kalian, aku tidak ingin kalian semakin terbebani" Sahut Jingmi dengan raut wajah murung.


"Maafkan kakak... tadi kakak sudah bersikap kasar padamu" Ucap Rio menyesal.


"Lalu luka ini?" Tanya Hans sembari memegang tangan Jingmi yang terluka.


"Saat tadi aku bergegas menuju kesini aku tidak sengaja memecahkan foto keluarga kita dan saat akan membereskanya pecahan kaca itu justru melukai ku" Sahut Jingmi lirih.


Jingmi mencoba menahan Rio tapi tanpa sengaja Rio mendorong tubuh Jingmi dan menyebabkan pinggangnya terbentur sudut meja. Rio dan Hans yang melihat Jingmi kesakitan segera menghampirinya, Hans segera mengangkat tubuh Jingmi dan memindahkanya ke tempat tidur sementara Rio segera menelfon dokter.


Rio memeriksa bagian tubuh Jingmi yang terbentur tadi. Disana ada memar karena bekas pukulan benda keras dan ditambah dengan luka karena terbentur sudut meja.

__ADS_1


"Maafkan kakak. Kakak tidak sengaja melakukanya" Ucap Rio sangat menyesal.


Jingmi tidak bisa menjawab ucapan Rio karena dia menahan rasa sakit dan juga nyeri dipinggangnya hingga membuatnya menangis tanpa suara. Tak lama kemudian dokter pun datang dan segera memberikan obat pereda rasa sakit pada Jingmi, Rio selalu berada disisi Jingmi dan menggenggam tanganya.


Setelah dokter selesai mengobati Jingmi dan memastikan jika semuanya baik-baik saja dia pun pergi berpamitan. Sementara itu Rio masih duduk disamping Jingmi yang tertidur karena pengaruh obat bius.


"Rio... kau harus belajar untuk mengendalikan emosi mu" Ucap Hans menegur.


"Kak orang-orang itu aku harus menghabisi mereka" Sahut Rio yang marah.


"Mereka biar aku yang urus, kau fokus pada kuliah mu. Selesaikan kuliah mu dalam waktu sesingkat mungkin dan jadilah dokter hebat setelah itu kita akan menemui bunda, untuk masalah Jingmi ini aku yang akan menyelsaikanya" Sahut Hans dengan lemah lembut.


"Kakak Jingmi sudah banyak menderita jangan sampai dia semakin menderita kak"

__ADS_1


"Percayakan saja semuanya pada ku, Li akan baik-baik saja" Sahut Hans sembari menggenggam tangan Jingmi.


__ADS_2