
Rio memasak makan malam untuk Jingmi dan menyajikanya diatas meja makan. Rio kemudian memanggil Jingmi untuk makan malam, Rio menyuapi Jingmi tapi tatapan matanya kosong dan wajahnya murung.
Setelah Jingmi selesai makan malam Rio kemudian beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya. Jingmi mengikuti Rio ke kamarnya dan berbaring disamping Rio.
"Ibu bilang akan pulang besok dengan kakak, kau murung seharian dan tidak makan apapun sejak pagi setidaknya minumlah susu atau jus" Ucap Jingmi membujuk Rio dengan suara manjanya.
"Kau makanlah aku tidak lapar" Sahut Rio singkat.
Jingmi beranjak dari tempatnya dan membuatkan segelas susu panas kesukaan Rio untuknya. Jingmi kemudian membawa susu panas itu ke dalam kamar.
"Kakak minumlah aku membuatkan ini untuk mu" Ucap Jingmi sembari menyodorkan segelas susu panas.
__ADS_1
"Aku sedang tidak ingin minum kau minumlah" Sahut Rio acuh sembari memegangi kepalanya.
Karena kesal Jingmi mendekati Rio dan menyodorkan susu itu lebih dekat pada Rio tapi tanpa sengaja Rio mendorong Jingmi dan hingga membuatnya terjatuh. Gelas susu itu jatuh ke lantai dan pecah susu panas itu juga menumpahi tangan Jingmi.
Rio merasa sangat bersalah dan langsung menghampiri Jingmi. Rio melihat luka ditangan adiknya dan dia berniat membantu Jingmi untuk duduk diatas tempat tidur tapi Jingmi tidak bisa bangun karena kakinya terluka tertimpa kursi yang sempat dia pegang sebelum dia jatuh.
Rio melihat luka dikaki dan tangan Jingmi dia merasa sangat bersalah pada adiknya dan dia menggendong Jingmi. Rio meninggalkan Jingmi untuk sesaat, tak lama kemudian Rio kembali ke kamar dengan membawa kotak obat untuk mengobati luka adiknya.
"Maafkan aku, aku tidak berniat menyakiti mu aku hanya... pikiran ku kacau aku benar-benar tidak sengaja" Ucap Rio menyesal.
"Kakak kau tidak salah... aku hanya tidak mengerti hati mu ini hanya luka kecil besok juga akan sembuh" Sahut Jingmi dengan senyuman ceria diwajahnya.
__ADS_1
Malam itu sebenarnya Alika dan Hans memutuskan untuk pulang karena Alika mengkhawatirkan anak-anaknya yang lain. Saat Alika sampai dia langsung menuju kamar Rio dan dia melihat Jingmi yang sedang terluka. Alika segera menghampiri Jingmi dan mengobati luka dikaki dan tanganya.
"Ini hanya luka kecil akan sembuh setelah beberapa hari, tidak apa-apakan?" Ucap Alika dengan penuh kasih sayang.
"Ibu kak Rio dia lebih sakit dari pada aku, sejak pagi dia hanya memasak untukku tapi dia sendiri tidak makan apapun dia menyuapi aku makan tapi dia bahkan tidak mau minum susu yang aku buatkan" Sahut Jingmi sembari mengalihkan pandanganya kearah pecahan gelas yang berserakan.
"Hans kau jaga adik mu ibu akan bicara dengan Rio" Ucap Alika dengan lemah lembut.
Alika kemudian menggandeng tangan Rio mengajaknya keluar dari kamar itu dan pindah ke ruang keluarga. Alika duduk djsamping Rio dan memberinya segelas air putih.
"Katakan pada ibu apa yang membuat hati mu tidak tenang? Kenapa kau tidak makan apapun sejak pagi? Dan kenapa kau bersikap seperti bukan Rio kakak Jingmi yang manis?" Tanya Alika dengan lemah lembut.
__ADS_1
"Maafkan aku bu... aku hanya kecewa dengan diri ku sendiri aku tidak sengaja melukai kakak dan itu membuat ku tidak tenang sepanjang hari karena kesal aku melampiaskanya pada Jingmi dan tidak sengaja melukainya... tapi aku benar-benar tidak berniat untuk menyakitinya bu" Sahut Rio menjelaskan.