Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Terluka "Jangan pergi ibu"


__ADS_3

"Aku memang tidak mencintai suami ku, dan aku tidak begitu mengenal anak tiri ku.... tetapi mengawali hubungan kami sebagai teman adalah hal yang baik, tuhan mengirim aku kepada mereka dan mengirim mereka kepada ku... kami dipertemukan disaat hati ku tidak bertuan dan kini aku sudah menjadi seorang nyonya dan juga seorang ibu" Ucap Alika sembari melanjutkan langkahnya untuk kembali kepada Dean dan Johan.


Sembari berjalan Alika melihat pemandangan disekitarnya. Dia begitu menikmati setiap detik dalam hidupnya saat ini, aroma cinta, kebahagiaan, dan kebebasan kini bisa dia nikmati.


Saat Alika sampai ditempat piknik keluarganya dia melihat Johan dan Dean sedang memotong buah. Dia pun tersenyum geli saat melihat potongan buah Johan yang tidak karuan bentuknya, Alika pun meminta Johan memberikan pisau itu dan membiarkan Alika yang memotong buahnya tapi Johan menolak hal itu.


"Aku bisa melakukan ini" Ucap Johan dengan penuh peraya diri.


"Jangan begitu tangan mu bisa ter..." Belum sempat Alika melanjutkan kalimatnya tangan Johan justru sudah terluka.


"Ayah" Ucap Dean yang terkejut.


"Sudah ku bilang aku saja yang melakukanya, kenapa kau seperti anak kecil keras kepala sekali" Gerutu Alika sembari mengobati tangan Johan yang terluka.


Alika membalut tangan Johan dengan tisu mencoba untuk menghentikan darahnya dan menyuruh Dean untuk bergegas membelikan obat. Dean segera pergi untuk membelikan obat untuk mengobati luka ayahnya, wajah Alika yang panik justru menjadi pusat perhatian Johan.


Entah kenapa tetapi dimata Johan Alika terlihat begitu cantik bahkan saat sedang kesal seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Jangan khawatir hanya ujung jari ku saja yang terpotong..." Ucap Johan dengan tersenyum sembari terus memandngi wajah Alika.


"Jangan khawatir kata mu? Coba lihat darahnya tidak mau berhenti dan kau masih bisa tersenyum?" Sahut Alika dengan sangat kesal sembari terus menekan luka Johan dengan tisu.


"Kau menggemaskan sekali" Ucap Johan menggoda Alika.


"Kenapa lukanya sedalam ini? Dan kenapa darahnya tidak mau berhenti?" Gerutu Alika dengan mimik wajah cemasnya.


"Lukanya memang cukup dalam tapi tidak sedalam itu, dan yang membuat darahnya tidak mau berhenti adalah karena aku menderita hemofilia" Sahut Johan dengan wajah tersenyum.


"Kenapa kau tidak bilang? Kenapa tidak mengatakannya sejak awal?" Ucap Alika dengan kesal.


Alika dengan segera mengobati tangan Johan dan berharap semoga pendarahanya segera berhenti.


"Ibu ini pertama kalinya ada orang yang sangat perhatian dengan ayah, bahkan ibu adalah orang pertama yang mencemakan ayah selain aku" Ucap Dean sembari duduk disamping Alika.


Alika pun menatap wajah Dean dan tersenyum "Mulai hari ini aku akan merawat kalian dan menjaga kalian"

__ADS_1


"Ibu... tetaplah bersama kami jangan pernah meninghalkan kami" sahut Dean sembari memeluk Alika.


"Memangnya dia akan pergi kemana? Aku tidak akan membiarkan dia pergi bahkan walau hanya sedetik" ucap Johan dengan raut wajah serius.


"Aku memangnya akan pergi kemana? Kalian adalah keluarga ku, hartaku, dan aku berjanji aku akan menjaga kalian" Ucap Alika dalam hati sembari membalas pelukan Dean.


Kemudian mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. Saat berkemas Alika melarang Johan untuk melakukan apapun, dia hanya menyuruh Johan untuk diam dan melihat apakah masih ada barang yang tertinggal atau tidak.


Setelah selesai berkemas mereka menuju tempat parkir dan segera memasukan semua barang ke mobil.


"Hai Alika" ucap seorang wanita menyapa Alika dan wanita itu adalah kakak tiri Alika yaitu Fani.


Johan dan Dean yang melihat kehadiran Fani merasa tidak senang terlebih lagi dia terlihat tidak datang dengan niat baik. Tatapan matanya dan caranya memandang Alika sama sekali tidak terlihat membawa niat baik.


"Kenapa kau disini?" sahut Alika dengan sinis sembari memalingkan wajahnya dan memasukan tasnya ke dalam mobil.


"Aku datang untuk menikmati pemandangan malam danau Yi bersama suamiku, dan kau sendiri kenapa mau pulang?" sahut Fani balik bertanya.

__ADS_1


"Karena ini sudah mau gelap, dan sebagai seorang istri aku punya banyak tanggung jawab... belum lagi malam ini adalah malam istimewa bagi keluarga kami" Sahut Alika sembari tersenyum bahagia.


__ADS_2