Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Cinta Hans Pada Alika


__ADS_3

Alika datang mengunjungi makam Dean dan Tao. Alika menaburkan bunga diatas tempat peristirahatan terakhir kedua putranya dan berdoa untuk mereka.


"Maaf karena ibu sudah tidak sering kesini... ibu sangat merindukan kalian, ibu yakin disana kalian sudah bahagia maaf karena ibu masih sering membebani jalan kalian dengan air mata...


Dean aku sudah banyak berubah. Aku bukan lagi Alika mu yang dulu lembut dan penuh cinta, sekarang aku menjadi wanita bermuka dua dimana aku harus selalu terlihat kuat dihadapan anak-anak dan juga lawan tapi rapuh ketika dalam kesendirian...


Dean jika kelak kita bertemu tolong jangan marah padaku karena aku tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan. Aku tidak bisa terus bersembunyi dan lari dari semua ini, aku harus menghadapinya dan melindungi anak-anak karena mereka adalah harta yang kau berikan untukku...


Dean cinta ini masih sama... cinta ini tidak pernah berubah kau adalah satu-satunya yang bisa membuat ku jatuh cinta. Aku tidak tau sampai kapan hati ku akan terkunci tapi sejak kehilangan dirimu aku bahkan tidak bisa untuk menerima siapapun berdiri disisi ku apa lagi mencintainya..." Ucap Alika sembari memegang nisan Alm. Dean.

__ADS_1


Alika kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkan pemakaman. Saat Alika menuju mobil Hans memegang tangan Alika, Alika terkejut saat melihat Hans ada disana.


Hans tersenyum pada Alika dan membukakan pintu mobil untuk Alika. Saat Alika berlalu pergi Hans tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bagaimana aku bisa? Bagaimana caranya? Agar aku bisa mengatakan jika aku mencintai mu? Aku mencintai mu... tapi kau bahkan tidak pernah memandangku sebagai orang yang bisa mendampingi mu... Cinta ini yang salah atau aku yang bodoh" Ucap Hans menggerutu didalam mobil sembari menahan air mata.


"Cinta ini membuat aku gila! Dia ibu ku bagaimana aku bisa mencintainya!" Ucap Hans yang kesal pada dirinya sendiri.


Hans mengendarai mobilnya menuju entah kemana. Didalam mobil dia terus memaki, dan melampiaskan kekesalan pada dirinya sendiri. Hans pergi untuk menemui Azizah dan saat sampai disana Hans melihat Azizah sedang menyirami tanamanya.

__ADS_1


Hans turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Azizah. Azizah melihat Hans berjalan kearahnya dengan mata berkaca-kaca dan wajah yang kecewa.


Hans berdiri tepat dihadapan Azizah. "Kau benar... aku tidak bisa memilikinya dia bukan milikku, hatinya, jiwanya, dan juga cintanya adalah milik mendiang kakakku" Ucap Hans dengan suara serak.


"Kau yang memutuskan untuk melupakan cinta itu tapi kenapa kau terus mencoba untuk menunjukanya? Apa sebenarnya kau memang ingin menyakiti diri mu sendiri? Kau ingin menghancurkan hati mu sendiri?" Sahut Azizah dengan lembut.


"Aku... aku memang ingin melupakan cinta ini tapi aku tidak bisa, aku mencintai dia aku tidak ingin dia bersama orang lain dan hati ku sakit saat dia mengatakan jika dia hanya mencintai mendiang kakakku" Ucap Hans yang tidak lagi bisa menahan air matanya.


"Jika kau mencintai dia maka datanglah padanya, duduk dihadapanya dan katakan yang sebenarnya... jangan menyakiti dirimu seperti ini akan lebih baik jika kau mengatakan cinta mu meski akhirnya dia akan menolak tapi setidaknya dia tau jika kau mencintainya" Sahut Azizah menasehati.

__ADS_1


__ADS_2