Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Teriakan Api Amarah Seorang Ibu.


__ADS_3

Alika melepaskan tanganya dari leher Fani kemudian dia membuat Fani berlutut dihadapanya. "Kau bilang akan membuat ku berlutut? Aku memenuhi undangan mu kesini hanya untuk memperlihatkan pada mu kekuatan cinta seorang ibu" Ucap Alika sembari menatap wajah Fani.


Alika kemudian melepaskan Fani dan melangkah masuk ke dalam area taman. Disana Alika melihat ayahnya sedang menyirami tanaman dengan tenangnya meski dia tau ada keributan yang terjadi diantara kedua putrinya.


"Kau datang... sebagai seorang ibu atau sebagai putri ku?" Tanya Ayah Alika dengan santainya.


"Aku datang sebagai ibu empat anak, aku datang untuk menagih janji mu... kau bilang akan membawa kedua ular berbisa ini pergi agar mereka tidak lagi menyakiti keluarga ku tapi apa ini? Kau sendiri bahkan mengingkari janji itu dan bekerja sama dengan mereka untuk menyakiti anak-anakku?" Sahut Alika kesal.


"Kau seharusnya tidak disini dan mengikuti undanganya karena itu hanya akan merugikan mu, kau bisa masuk kesini dengan mudah tapi putra mu salah seorang dari mereka harus datang dengan dipaksa" Ucap ayah Alika seakan mengancam.


"Apa yang kalian lakukan pada anak-anakku?" Tanya Alika bingung.


"Kau bisa lihat sendiri... karena permainanya baru saja dimulai" Sahut ayah Alika yang kemudian memalingkan wajahnya untuk menatap Alika.


Tiba-tiba anak buah Fani menjemput Alika dengan sopan dan membawanya pada Johan. Alika sangat bingung dengan apa yang sedang terjadi tapi saat dia sampai pada Johan dia terkejut saat melihat Johan sedang berlutut. Alika segera menghampiri Johan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Alika pada Johan karena bingung.


Johan hanya menatap Alika dan memberikan isyarat agar Alika melihat apa yang ada dihadapan mereka. Alika sangat terkejut karena dia melihat Hans dengan keadaan terikat dan mata tertutup.


"Hans?..." Ucap Alika lirih.


"Apa yang kau lakukan pada anakku?!" Teriak Alika pada Fani.


"Sstt... jangan berteriak seperti itu nyonya besar apa kau tidak kasihan pada anakmu ini jika berteriak seperti itu?" Sahut Fani mencoba untuk menekan Alika.

__ADS_1


"Dia sangat manis bukan... dia selalu ingin melindungi mu tapi pada kenyataanya kaulah yang selalu melindungi ketiga bocah ini, Alika kau sudah melukai ku bagaimana jika kau bayar itu dengan anak mu?" Ucap Fani mengancam.


"Jika kau menyentuhnya aku akan mematahkan tanganmu!" Ucap Johan beranjak dari tempatnya.


"Aku tidak memerintahkan mu untuk Berdiri!" Bentak Fani yang kemudian menggores tangan Hans dengan belati.


Alika meradang hingga tanpa sadar dia mendorong Fani dengan sangat kuat hingga membuatnya terjatuh. Ayah Alika menolong Fani dia bahkan berusaha untuk menyakiti Alika hanya demi Fani anak tirinya.


Johan tidak sempat menghadang ayah Alika saat dia menyerang Alika yang sedang berusaha melepaskan ikatan Hans. Alika terluka dibahu kananya karena dipukul oleh ayahnya sendiri menggunakan sebuah balok kayu, Alika sempat terjatuh tapi dia kembali bangun untuk melepaskan ikatan Hans.


Saat dia berhasil melakukanya Alika memeluk Hans dengan erat lalu melepaskan penutup matanya. Alika memeriksa keadaan Hans dan dia melihat ada bekas suntikan dileher Hans.


"Apa yang kau lakukan padanya?!" Tanya Alika sangat marah.


"Kau bisa menebaknya sendiri jika dia tidak bangun dalam sepuluh atau dua puluh menit anggap saja dia sudah mati!" Ucap Fani yang kemudian tertawa keras seperti orang gila.


Alika kemudian menggeletakan tubuh Hans ditanah. Alika membelai rambut Hans dan mencium keningnya seakan Hans hanya sedang tertidur sejanak kemudian Alika tersenyum lembut seperti biasanya.


"Tidurlah sayang... setelah kita sampai dirumah ibu akan membangukan mu" Ucap Alika kembali berbisik ditelinga putranya.


Lalu Alika beranjak dari duduknya dia menatap Fani dengan tajam dan melangkah mendekatinya dengan perlahan. Johan memerintahkan anak buahnya untuk datang dan membantu mereka kemudian dia menahan ayah Alika agar tidak menghalangi Alika memberikan pelajaran pada Fani.


"Sudah ku peringatan berkali-kali! JANGAN SENTUH ANAKKU!" Ucap Alika berteriak pada Fani dan kemudian menampar wajah Fani hingga tersungkur ke tanah.


Alika memukul wajah Fani berkali-kali bahkan ketika Fani terjatuh Alika terus membantunya untuk bangun kemudian memukulnya lagi dan lagi.

__ADS_1


"Aku sudah cukup memaafkan mu... bertahun-tahun kau menyiksa ku dan aku selalu memaafkan mu tapi beraninya kau menyentuh anakku!" Ucap Alika yang kemudian kembali menampar wajah Fani.


"Alika berhenti kau akan dihukum karena sudah berani menyakitinya!" Ucap ayah Alika berteriak padanya.


Alika kemudian mengalihkan pandanganya dan mendekati ayahnya. "Bukankah aku sudah membayarnya dimasa lalu ayah? Kau dan mereka sudah menyiksa ku seperti hewan butuh waktu bertahun-tahun untukku agar bisa bangkit dan menjadi diri ku sendiri sekarang aku bukan lagi putri mu yang polos dan bodoh, saat ini aku adalah seorang ibu yang harus melindungi anak-anakku. Aku bukan seperti diri mu yang rela mengorbankan anaknya hanya demi kebahagiaan pribadinya dan aku bukan penakut seperti mu yang tidak berani memebela anakmu sendiri bahkan ketika nyawanya sedang terancam!


Aku adalah seorang ibu yang lebih rela mati demi anak-anakku dari pada melihat mereka disentuh oleh kalian!" Ucap Alika yang kemudian memalingkan wajahnya dan kembali menatap Fani dengan tajam.


Alika mengangkat tanganya dan mengambil belati yang terjatuh ditanah. Belati itu adalah belati yang sama yang digunakan Fani untuk melukai Hans tadi. "Dia hanya pingsan... dia hanya pingsan.... dia akan bangun setelah enam jam" Ucap Fani tergagap setelah seluruh wajahnya menjadi memar karena pukulan Alika.


"Obat apa yang kau suntikan padanya?!" Tanya Alika sinis.


"Itu hanya obat tidur akan hilang setelah enam jam dia akan baik-baik saja" Sahut Fani sembari menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.


"Kau ingin mencoba bermain-main dengan ku?! Cara mu ini terlalu murahan" Ucap Alika sembari melepaskan ikat rambutnya.


Tak lama kemudian anak buah Johan datang dan ada seorang dokter bersama mereka. Dokter itu segera memeriksa Hans dan memberikan isyarat pada Alika jika Hans baik-baik saja dan hanya pingsan.


"Nyonya dia hanya pingsan dan mengalami kekurangan cairan dia akan baik-baik saja" Ucap dokter yang seketika membuah Alika merasa Lega.


"Bagaimana dengan lukanya?" Ucap Alika bertanya pada dokter.


"Lukanya tidak dalam akan segera saya tangani" Sahut dokter itu dengan tenang.


Alika menatap wajah Fani dengan penuh kebencian. "Kau akan menemui nerakan didalam kehidupan mu karena kau sudah berani menyakiti anakku dengar ini baik-baik! Aku tidak akan pernah melepaskan mu" Ucap Alika marah.

__ADS_1


"Kita bawa Hans kembali dulu baru kita urus mereka lagi nanti" Ucap Johan menasehati Alika.


"SEMUANYA DENGAR! HANCURKAN TEMPAT INI! HANCURKAN SEMUANYA JANGAN ADA YANG TERSISA! BAKAR SAJA TEMPAT INI JIKA PERLU! AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI KALIAN LAGI! TIDAK AKAN PERNAH!" Ucap Alika berteriak dengan keras memerintahkan semua anak buahnya dan anak buah Johan bersamaan serta memberikan peringatan keras pada Fani dan ayahnya.


__ADS_2