
"Itulah kenapa aku tidak ingin mengikat mu dengan pernikahan itu lebih lama lagi, karena aku tau kau menderita dengan itu" Ucap Johan lembut.
"Sekarang semuanya sudah berlalu... yang lalu biarlah berlalu sekarang aku sudah tidak perduli lagi, kita sudah bukan suami istri lagi dan aku sudah tidak perduli lagi dengan semua kebohongan mu itu... lupakan saja semua ini anggap saja hanya aku yang bersalah disini, aku akan melupakan semuanya ini sudah berakhir" Sahut Alika sembari berlalu pergi.
"Tunggu Alika" Ucap Johan menghentikan langkah Alika.
"Tolong berikan aku kesempatan satu kali lagi, aku ingin memperbaiki semua kesalahan ku pada mu" Sambung Johan berucap dengan tulus.
"Kaulah yang harus menciptakan kesempatan itu bagi diri mu sendiri, aku hanya akan menerima dia yang memang ditakdirkan untukku"
"Bukankah kita semua memiliki kesalahan yang sama? Tolong buka hati mu untuk ku" Sahut Johan memohon.
"Hati ku sekarang masih terkunci tapi ku harap salah satu dari kalian bisa membuka kunci itu" Ucap Alika yang kemudian berlalu pergi.
Tanpa ada yang menyadari sebenarnya sejak tadi Hans sudah menguping pembicaraan Alika dan Johan. Dia mendengarkan semua detail dari pembicaraan mereka bahkan dia merekam semuanya.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan mu bahagia, karena diri mu dan Dean aku kehilangan adikku. Kak Dean mungkin memang tidak bersalah, tapi kau lah yng sudah membuatnya menjadi gila karena cinta sampai akhirnya Tao adik kami menjadi korban...
Alika kau sudah membuat adikku tiada. Kau, Dean dan wanita tua bernama Sarah itu harus bertanggung jawab atas kematian adikku yang polos... semua ini hanyalah permulaan aku bahkan belum memulai acara pembukaanya" Ucap Hans dalam hati dengan dipenuhi dendam dan amarah.
Hans kemudian kembali ke kamarnya dan berbaring ditempat tidurnya. Tak lama kemudian Dean masuk ke kamar Hans dan membawakan obat untuknya.
Dean duduk disamping Hans dan meletakan obat itu dimeja yang ada disamping tempat tidur Hans. Hans yang sedang berpura-pura tidur melirik Dean yang sedang menyusun rapi botol obat itu.
Karena melihat Hans yang sedang tertidur Dean beranjak pergi tapi Hans menggenggam tanganya. "Kau tidak tidur?" Ucap Dean sembari tersenyum.
"Duduklah kak... ada yang ingin aku bicarakan" Sahut Hans lirih.
"Kakak... apa menurutmu orang yang berniat meracuni mu itu memiliki dendam pada mu?" Sahut Hans balik bertanya.
"Masalah ini kamu tidak perlu pikirkan lagi, semuanya aku yang akan menyelsaikanya... kau percayalah pada ku" Sahut Dean dengan tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkanya kau adalah kakak ku" Ucap Hans dengan berpura-pura cemas.
"Wanita itu siapapun dia, dia tidak akan pernah bisa menyakiti ku dan aku berjanji akan menangkapnya lalu menghukumnya karena dia sudah menyakiti mu" Sahut Dean penuh perhatian.
Dean kemudian keluar dari kamar Hans setelah membujuknya untuk minum obat. Dean kemudian duduk diruang belajarnya sembari memeriksa beberapa berkas penting yang ada dimejanya, saat Dean sedang fokus dengan pekerjaanya tiba-tiba terdengar suara gaduh dilantai dasar rumah mereka.
Semua orang berhamburan menuju sumber suara untuk memeriksanya. Saat mereka sampai disana mereja melihat kaca jendela rumah mereka sudah hancur berkeping-keping karena dilempar batu oleh orang yang tidak dikenal, saat semua orang sedang berkumpul dan terheran-heran dengan kejadian itu Dean menyadari satu hal.
Dean menyadari jika Hans tidak ada disana bersama dengan mereka. Dean dan Rio segera memeriksa kamar Hans dan mereka melihat Hans tergeletak dilantai dengan luka tusukan dipinggangnya, Dean yang panik langsung berteriak meminta bantuan.
"Apa yang terjadi?" Tanya Alika panik setelah melihat keadaan Hans.
"Siapapun orang itu dia berniat menghabisinya, dia tau Hans adalah saksi kunci dari perbuatanya! Cepat panggil ambulance Hans mengeluarkan banyak darah! Cepat!!" Ucap Dean karena sangat panik.
Hans sebenarnya masih dalam keadaan setengah sadar. Lukanya memang cukup mengkhawatirkan tapi sebenarnya luka itu dia sendiri yang membuatnya, dia sendirilah yang menyebabkan dirinya terluka dan setelah beberapa menit sesudah dia melukai dirinya sendiri dia menyuruh anak buahnya untuk merusah kaca jendela rumah mereka.
__ADS_1
"Maafkan aku karena sudah membuat mu sedih kak, tapi kau dan Alika harus menerima hukuman atas kematian Tao... aku akan menghukum kalian berdua dengan cara ku sendiri.
Seperti juga kau dulu yang sudah melibatkan kami dalam rencana cinta mu dan membuat adikku Tao menemui ajalnya sekarang aku juga akan menjebak kalian dalam permainan ku dan membuat kalian berdua menemui ajal kalian... bukankah kalian saling mencintai?Maka bersatulah diakhirat nanti" Ucap Hans dalam hati.