
"Dean... terimakasih" Ucap Alika yang berdiri disamping Dean.
"Terimakasih?" Sahut Dean bingung.
"Terimakasih karena telah berjuang dan kembali kepada kami, Dean karena diri mu juga kini pria menyebalkan ini sudah bisa mencintai ku" Ucap Alika sembari meraih tangan Johan dan tersenyum bahagia.
Meski hatinya terluka tetapi Dean tetap tersenyum. "Apa ayah dan bunda sudah bisa saling mencintai?" Tanya Dean dengan lirih.
"Belum. Untuk saat ini hanya ayah yang mencintai bunda mu, tapi ayah yakin dengan seiring berjalanya waktu dan kebersamaan kita dia juga akan mencintai ayah" Sahut Johan sembari mencubit pelan hidung Alika.
"Syukurlah" Sahut Dean dengan berberat hati.
"Dean... mulai hari ini kau harus selalu tersenyum, ayah dan bunda akan selalu ada disisi mu" Ucap Alika yang kemudian bersandar ditubuh Johan dan Johan pun merespon dengan memegang pundaknya.
"Iya Dean. bukan kah kau sangat ingin memiliki keluarga yang utuh? Kini kau sudah memilikinya. bahkan mungkin takkan lama lagi kau pun mungkin akan memiliki adik" Ucap Dean menambahkan sembari menggoda Alika.
"Kau ini" Ucap Alika sembari tertawa geli mendengar godaan Johan.
__ADS_1
"Ayah aku memang sangat ingin memiliki keluarga yang lengkap, tapi aku juga tidak sanggup melihat kemesraan ayah bersama dengan wanita yang sangat aku cintai" Ucap Dean dalam hati sembari memalingkan pandanganya dari kemesraan Alika dan Johan.
Tanpa disadari Dean menitikan air mata. menangis tanpa bersuara memang sangatlah menyakitkan, Alika yang menyadari hal itu segera menghampiri Dean karena khawatir.
"Ada apa? apa kau merasa sakit?" Tanya Alika khawatir.
"Iya bunda dada ku terasa sangat sakit, sampai aku tidak bisa bernafas" Ucap Dean sembari menitikan air mata. Johan pun bergegas memanggil dokter karena cemas dengan kondisi Dean.
"Seandainya kalian tau jika hatiku lah yng sakit, rasanya sangat sesak ketika melihat kalian bersama" Ucap Dean dalam hati.
"Apa kau merasa sakit dibagian dada?" tanya dokter yang kebingungan.
"Iya" Sahut Dean singkat.
"Dokter tadi dia kesulitan bernafas, apa dia baik-baik saja?" Tanya Alika yang panik.
"Dia baik-baik saja nyonya, mungkin rasa sakit yang tadi dia rasakan adalah karena terlalu banyak bergerak" Sahut dokter dengan tenang. Kemudian dokter berpamitan dan pergi.
__ADS_1
Alika kemudian duduk disamping Dean dan mengusap wajahnya dengan lembut. "Tidurlah... istirahatlah" ucap Alika dengan penuh kasih.
"Bunda..."
"hm..."
"Aku takut" Ucap Dean dengan suara lirih dan menitikkan air mata.
"Takut? Kenapa?" Tanya Alika dengan lembut.
"Aku takut bermimpi buruk lagi, aku tidak ingin ketika aku tidur dan saat aku membuka mata ku kau sudah pergi dari sisi ku" Sahut Dean dengan penuh ketulusan.
"Tidurlah... bunda akan selalu ada disisi mu selamanya, jangan takut jika nanti kau bermimpi buruk lagi aku akan datang ke mimpi mu dan membawa mu keluar dari mimpi buruk mu itu" Sahut Alika sembari menghapus air mata Dean.
Dean mengulurkan tanganya pada Alika, dan Alika menggenggamnya. Perlahan Dean mulai menutup matanya dan berharap semoga apapun yang dia lihat hari ini tentang Johan dan Alika hanyalah mimpi.
"Aku akan melakukan apapun agar aku bisa selalu ada didekat mu, sekalipun untuk itu aku harus mengorbankan diri ku sendiri dan menderita seperti saat ini" Ucap Dean dalam hati yang kemudian terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1