Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Perasaan apa ini?


__ADS_3

Alika mengirimkan pesan kepada Dean. Dean segera menuju rumah sakit dan menemui Alika disana, Dean melihat Alika sedang duduk dengan wajah murung.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Alika cemas.


"Aku baik... jangan khawatir" Sahut Dean dengan tenang.


Saat Alika melihat luka dilengan Dean dia segera memanggil suster. Alika pun menemani Dean saat sedang diobati oleh dokter, karena lukanya cukup dalam Dean mendapatkan beberapa jahitan ditanganya dan dia juga diberi suntikan obat pereda rasa sakit.


"Kau membuat ku cemas..."


"Aku tau kau cemas bukan karena aku tapi karena anak itu, bagaimana keadaan anak itu?" Sahut Dean sembari tersenyum menenangkan Alika.


"Dokter masih menanganinya tapi suster yang tadi juga merawatnya memberitahu ku jika anak itu sedang kritis, jujur aku berharap dia bisa bertahan... aku merasa sangat aneh, saat aku memeluknya tadi rasanya ada perasaan yang aneh yang aku rasakan" Ucap Alika dengan jujur.

__ADS_1


Dean menggenggam tangan Alika. "Anak itu sepertinya sudah membuat ikatan dengan mu" Ucap Dean dengan lembut.


"Ikatan?"


"Benar ikatan batin antara ibu dan anak. Saat aku bertemu dengan mu dan saat kau memelukku apakah perasaan itu sama dengan yang kau rasakan saat memeluknya?" Sahut Dean balik bertanya.


"Berbeda... perasaan itu berbeda saat aku memeluknya tadi aku merasa, entahlah perasaan ini sulit untuk dijelaskan" Ucap Alika pasrah.


"Tidak kau jelaskan pun aku sudah mengerti, karena aku juga pernah merasakan perasaan yang sama dengan mu ketika pertama kali bertemu dengan Rio. Perasaan yang kau dan aku rasakan disaat kita bertemu adalah benih cinta tapi perasaan yang kita rasakan kepada anak-anak itu adalah kasih sayang sebagai orang tua yang ingin melindungi mereka" Sahut Dean menjelaskan dengan penuh perasaan.


Setelah Dean selesai diobati mereka kembali ke ruang IGD. Mereka duduk didepan ruangan itu dengan penuh harapan, sesekali Dean mengalihkan perhatian Alika dengan mengajaknya bercerita walau Alika tidak menanggapinya tapi Dean tetap berusaha menghiburnya. Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan IGD.


"Dokter bagaimana keadaanya?" Tanya Alika cemas.

__ADS_1


"Keadaanya sangat kritis... menurut pemeriksaan dia diminumi racun serangga, kepala bagian belakang dipukul dengan benda tumpul, dan pergelangan tangan kirinya disayat dalam bahkan hampir mengenai nadinya. Dia mengalami pendarahan hebat, kami khawatir persediaan kantung darah dengan golongan yang sama denganya dirumah sakit ini tidak cukup" Sahut Dokter dengan sangat menyesal.


"Silahkan ambil darah saya dok. Lakukan apa saja agar dia selamat" Sahut Alika cemas.


"Baiklah nyonya jika nanti dibutuhkan kami akan menghubungi nyonya" Sahut Dokter dengan ramah.


"Dokter apa dia akan bisa bertahan?" Ucap Alika memastikan.


"Kita hanya bisa berdoa nyonya, kami sudah berusaha sebaik mungkin. Jika malam ini dia tidak bisa melalui masa kritisnya mungkin sudah tidak ada harapan lagi tapi jika dia bisa melaluinya maka itu artinya sebuah keajaiban sudah datang kepadanya" Sahut dokter menjelaskan.


Entah kenapa Alika merasa sedih mendengar ucapan dokter. Dia menangis padahal dia tidak ingin menangis, hatinya merasa sedih tapi entah kenapa dia merasa seperti itu... perasaan ini berbeda dari yang dia rasakan kepada Dean dulu, dan perasaan ini begitu dalam.


Alika meminta izin untuk bisa menemui anak itu dan dokter mengizinkanya karena dokter pun mengatakan jika itu bisa jadi pertemuan terakhir mereka. Alika hanya diizinkan masuk ke dalam ruangan itu sendirian, Dean menunggu Alika diluar ruangan sembari menghubungi Hans.

__ADS_1


Alika mengambil kursi yang ada disudut ruangan dan duduk disamping anak itu.


"Hai nak... aku tidak tau harus berkata apa. Aku juga tidak tau kenapa aku merasa sedih melihat mu seperti ini" Ucap Alika lirih sembari membelai tangan anak itu.


__ADS_2