Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Sekolah


__ADS_3

Hans sampai disekolah Jingmi dan langsung masuk ke dalam kantor guru. Hans meminta wali kelas Jingmi yaitu Mrs. Eren untuk mengumpulkan semua orang yang sudah menyakiti adiknya dihalaman belakang sekolah dalam waktu 15 menit jika tidak Hans akan mencabut semua dana dan berkasnya sebagai orang yang mengetuai yayasan sekolah itu dan bukan hanya itu jika dalam 15 menit semua pelaku yang sudah memukuli adiknya tidak berkumpul maka Hans mengancam akan membuat sekolah itu ditutup dalam kurun waktu 2 hari kedepan.


Hans juga memastikan akan membuat semua orang yang bersekolah dan bekerja disekolah itu akan menjadi pengangguran seumur hidup mereka jika terlambat mengumpulkan berandal sekolah itu walau hanya 1 detik saja.


"Waktu kalian 15 menit dari sekarang aku tidak akan memberi toleransi jika ada keterlambatan meski hanya 1 detik saja" Ucap Hans yang kemudian menunggu dihalaman belakang Sekolah itu.


Karena bingung dan tidak tau siapa saja yang sudah menyakiti Jingmi maka kepala sekolah dan guru disana meminta semua murid untuk berkumpul dihalaman belakang secepat mungkin. Setelah 12 menit berlalu Hans pun menelfon Rio untuk memastikan keadaan Jingmi dirumah.


"Bagaimana keadaan Jingmi?" Tanya Hans pada Rio.


"Dia baik-baik saja setelah makan aku menyuruhnya untuk istirahat lagi, bagaimana disana kak?"

__ADS_1


"Setidaknya aku akan mematahkan satu tangan mereka" Sahut Hans sembari tersenyum sinis ketika melihat para murid itu mulai memenuhi halaman belakang sekolah itu.


"Ku harap kau tidak akan melakukan lebih dari itu" Sahut Rio yang kemudian tertawa. Saat Rio tertawa Jingmi memberikan respon seakan terganggu kemudian Rio pun langsung menutup telponnya.


Rio kemudian menepuk-nepuk tangan Jingmi dengan lembut. "Istirahatlah yang banyak... kau harus cepat sembuh" Ucap Rio dengan lembut.


"Jingmi kami memliki cara kami sendiri untuk menjaga dan membesarkanmu, kelak jika kau sudah dewasa kau akan mengerti kenapa kami melakukanya kau adalah harta kami yang paling berharga tanpa mu hidup kami tidak akan ada artinya lagi" Ucap Rio dalam hati sembari menatap wajah polos adiknya yang sedang tertidur.


"Kalian. Siapa saja diantara kalian yang sudah menyakiti adikku Li Jingmi" Ucap Hans bertanya kepada semua siswa itu.


Mereka semua hanya diam dan itu membuat Hans merasa sangat geram. Hans kemudian melihat salah seorang dari mereka yang berpempilan layaknya ketua geng Hans menghapiri anak itu dan menarik pakaianya dengan kasar.

__ADS_1


"Apa kau yang menyakiti adikku?" Tanya Hans dengan nada seakan mengancam.


"Ti... tidak pak" Sahut anak remaja itu takut.


"Aku suka permainan kalian, tapi aku yakin kalian tidak akan suka permainan ku" Ucap Hans dengan wajah sinis.


Hans kemudian tersenyum dan kembali duduk. Hans kemudian memanggil anak buahnya, "Kirimkan pesan ku pada menteri pendidikan untuk menutup sekolah ini besok, dan pastikan jika semua siswa dan guru yang ada disekolah ini tidak akan bisa kembali bersekolah ataupun bekerja dimanapun lagi. Dan juga kirimkan pesan ku pada semua rekan kita agar siapapun yang berusaha membantu mereka dibuat senasip dengan mereka" Ucap Hans yang kemudian berlalu pergi.


Sebagian warga sekolah itu tertegun tak percaya dan yang lainya memohon pada Hans hingga ada yang bersujud dikaki Hans tapi dia tidak memperdulikanya. Hans kemudian memilih untuk menyekolahkan Jingmi disekolah khusus dimana disana hanya anak dari golongan elit dan disiplin saja yang bisa bersekolah disana.


Hans mengirimkan pesan pada Alika jika dia akan memindahkan sekolah Jingmi dan Alika menyetujui keputusan Hans tanpa menanyakan Alasan kenapa Jingmi harus pindah sekolah.

__ADS_1


__ADS_2