Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Ada Apa? II


__ADS_3

Dokter sampai dirumah Alika dengan tergesa-gesa bersama dengan semua peralatanya. Dokter meminta Alika untuk menunggu diluar, Alika merasa seperti ada yang salah dengan Hans karena selama ini meskipun dia sering bekerja keras sampai kurang tidur dia tidak pernah sakit separah ini apa lagi sampai mimisan.


Alika mencoba menenangkan Rio yang terlihat cemas. "Rio... jangan khawatir semuanya pasti akan baik-baik saja" Ucap Alika sembari tersenyum lembut.


"Kak... tapi kak Hans ga pernah sakit separah ini, biasanya kalau dia kecapekan dia cuma pusing atau demam biasa... tapi ini beda kak Hans demam tinggi banget sampai tadi juga mimisan terus nafasnya juga ga beraturan..." Sahut Rio panik.


"Sudah sudah... kakak mu itu orang yang kuat dia pasti baik-baik aja ya" Ucap Alika yang terus mencoba menenangkan Rio.


"Tapi kak. Kak Hans tadi pagi juga ga papa pagi tadi pas sebelum ke kantor dia cuma sakit sedikit aja... kenapa sekarang malah kaya gini?"


"Kamu tenang dulu ya... jangan panik begini"


"Bunda..." Ucap Jingmi lirih.


"Iya"


"Kak Hans sakit apa si bund?"


"Hm... bunda juga ga tau tapi kalian berdua jangan cemas dia pasti akan baik-baik aja" Ucap Alika menenangkan kedua anak itu.

__ADS_1


Alika sendiri sebenarnya juga merasa cemas. Dia ingin sekali mengabari Dean dan Johan tapi takut jika hal itu akan mengganggu konsentrasi keduanya dalam bekerja.


Tak lama kemudian dokter keluar dengan raut wajah yang kurang mengenakan. "Ada apa dokter?" Tanya Alika cemas.


"Nyonya tuan Hans keracunan makanan" Ucap dokter dengan prihatin.


"Keracunan makanan? Tapi dok semua makanan dirumah ini saya sendiri yang menyiapkanya, dia juga tidak ada makan makanan lain selain makanan yang saya masak" Sahut Alika bingung.


"Untuk itu saya juga kurang tau nyonya, tapi dari hasil pemeriksaan tuan Hans juga mengalami beberapa masalah yang cukup serius pada organ pencernaanya sehingga akan lebih baik jika segera dibawa ke rumah sakit" Ucap dokter menyarankan.


"Baik dok lakukan apa saja yang terpenting dia bisa kembali sehat" Sahut Alika.


Setelah Hans membaik mereka semua berkumpul diruang perawatan Hans. "Aku tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi" Ucap Johan bingung.


"Aku sudah meminta orang menyelidiki kasus ini tapi bagaimana mungkin dia bisa keracunan makanan, padahal dia tidak makan apapun" Sahut Dean yang juga merasa bingung.


"Kak saat diruang rapat tadi..." Ucap Hans sambil mencoba mengingat sesuatu.


"Ada apa diruang rapat?" Tanya Alika penasaran.

__ADS_1


"Saat diruang rapat aku terbawa emosi dan sesaat sebelum kita keluar ruangan aku minum air yang disediakan untuk kak Dean, setelah minum air itu aku mulai merasa aneh juga sesak" Sahut Hans menjelaskan.


"Dean suruh semua orang dikantor untuk waspada, kau ikut dengan ku kita selidiki semua ini sekarang juga" Ucap Alika sembari beranjak dari duduknya.


"Kau benar kita ke kantor sekarang, Rio dan Jingmi tetap disini jangan kemana-mana" Sahut Johan menyetujui saran Alika.


ketiganya bergegas pergi ke kantor bersama dengan polisi dan petugas kesehatan. Mereka meminta agar tidak ada yang meninggalkan kantor utama perusahaan Yi apapun alasanya, mereka juga menyiapkan penjagaan yang sangat ketat untuk menghalangi orang lain keluar atau masuk kantor.


Sesampainya disana ruangan pertama yng diperiksa adalah ruang rapat yang memang sejak awal sudah dicurigai sebagai tempat awal masalah ini. Petugas medis membawa semua sempel minuman dan makanan kecil yang ada disana untuk diperiksa satu persatu, selain itu semua sempel makanan dan minuman baik yang berasal dari kantor Yi itu sendiri maupun dari luar juga dibawa untuk diperiksa.


Para petugas kepolisian juga melakukan penggeledahan dan pemeriksaan menyeluruh baik kepada para tamu ataupun karyawan dari perusahaan itu.


"Ini aneh" Gerutu Alika lirih.


"Dean gelas yang disuguhkan pada mu jelas berbeda dari gelas yang lainya, dan selain itu ada bau aneh dari gelas mu" Ucap Alika dengan raut wajah bingung.


"Berarti orang itu ingin meracuni ku bukan Hans, tapi rencananya meleset" Sahut Dean menebak dengan tepat.


"Panggil semua pelayan dikantor ini sekarang juga! Aku ingin bertemu dengan mereka semua!" Ucap Johan dengan nada tinggi.

__ADS_1


__ADS_2