
"Kita akan kemana?" Tanya Dean ada Johan didalam mobil.
"Memperbaiki kesalahan kita" Sahut Johan tegas.
"Maksudmu?" Tanya Dean bingung.
"Aku sudah meminta anak buah ku untuk mengumpulkan semua anggota keluarga dari orang yang sudah tiada karena kita, dan aku juga meminta mereka menjemput Alika dan Hans setelah dia sadar nanti" Sahut Johan dengan suara datar.
"Akhirnya akan seperti ini... aku tidak menduga sama sekali akan jadi seperti ini" Ucap Dean sembari menghela nafas panjang.
"Kenapa kau takut?"
"Untuk apa aku takut, selama ini aku yang sudah menakuti banyak orang dan mencabut nyawa mereka. Karena kitalah ada banyak orang yang menderita, hari ini sudah saatnya kita membayar semua itu"
"Kau benar Dean... sekarang mari kita tebus dosa kita dan meminta maaf pada mereka, sekalipun mereka membunuh kita hari ini setidaknya kita pun akan pergi dengan tenang"
__ADS_1
"Jika aku tau hidup ini sangatlah singkat dan berharga seperti saat ini, aku pasti tidak akan pernah bermain-main dengan kematian"
"Sudah terlambat untuk kita menyadari hal itu, ayah"
"Entah kenapa tapi hari ini saat kau memanggilku ayah, itu terasa sangat menyenangkan"
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi hari ini, tapi aku harap aku bisa pulang dan menemui Alika kemudian memeluknya"
"Berdoalah... semoga semua perwakilan keluarga dari mendiang orang yang kita habisi itu tidak akan menghabisi kita"
"Ayah kau sangat ambisius tapi hari ini kau bersikap sangat dewasa"
"Jika hari ini bukan hari terakhir ku, aku berharap bisa melihat matahari terbit dipantai bersama mu dan anggota keluarga kita yang lain"
"Tapi jika ini adalah hari terakhir buat ku, aku ingin meminta maaf pada mu sebelum kepada orang lain." Ucap Johan sembari menatap wajah anaknya itu.
__ADS_1
"Ayah aku juga minta maaf karena selama ini aku selalu membuat mu kecewa, jika ini adalah hari terakhir ku, ku mohon jaga Alika dan Jingmi... juga kedua adik angkat ku"
"Jika ini adalah hari terakhir ku maka kau yang harus menjaga mereka, dan jangan kau lepaskan Alika karena dia sangat mencintai mu"
"Ayah hari ini aku belum sempat memeluk adik-adikku, ku harap mereka akan bisa bahagia"
"Aku juga berharap semoga Alika dan mereka bisa terus tersenyum" Sahut Johan yang kemudian menghentikan mobilnya.
Dean dan Johan kemudian turun dari mobil. Mereka menuju sebuah halaman luas dari sebuah vila dimana disana telah dikumpulkan puluhan orang yang membawa bunga mawar putih untuk mengenang kematian anggota keluarga mereka dan bertemu dengan pemnyebab kematian orang terdekat mereka.
Dean dan Johan berdiri dihadapan semua orang yang sedang duduk dengan wajah berduka dan membawa hati yang terluka. Johan mengambil sebuah mickrofon dan kemudian mulai berbicara.
"Kami adalah orang yang sudah menyebabkan kalian kehilangan anggota keluarga kalian, hari ini kami berdiri disini untuk meminta maaf kepada kalian semua" Ucap Johan dengan penuh penyesalan.
"Kami memang tidak berhak menerima maaf dari kalian semua, kalian berhak menghukum kami dan kami tidak akan marah dengan itu... kami hanya ingin kalian semua terbebas dari amarah dan juga beban hati kalian semua" Ucap Dean menambahkan.
__ADS_1
Johan dan Dean berjalan mendekati tempat duduk para anggota keluarga semua korban mereka. Johan dan Dean kemudian berlutut dan memohon maaf dengan tulus kepada semua orang.
Tak lama kemudian Alika, Hans, Jingmi, dan Rio yang baru saja tiba dan melihat kedua pria itu berlutut pun tercengang akan keberanian mereka berdua.