
Saat Johan sampai dirumah sakit fia melihat Dean dan Alika hanya saling berdiam diri. Suasana dikamar Dean berubah tidak seperti biasanya, Dean sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun baik kepada Alika ataupun kepada Johan.
Alika sudah berusaha mengajak Dean bicara, tapi Dean tetap diam. Johan memberika kode kepada Alika bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, tapi Alika hanya menggelengkan kepalanya menandakan jika dia sendiri juga tidak tau ada apa dengan Dean.
"Dean ayah membelikan mu hadiah, kau mau lihat?" Ucap Johan membuka pembicaraan.
"Dean kamu makan dulu ya, hari ini bunda akan menyuapi mu lagi" Ucap Alika menambahkan.
Dean hanya menatap Alika dan Johan dengan tatapan kosong tak berekspresi. Alika yang bingung akan hal itu hanya bisa diam dan beradu pandangan dengan Johan.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa kau diam?" Yanya Alika dengan memberanikan diri.
"Bunda... Ayah... apa kalian mau mendengarkan ucapan ku?" Sahut Dean balik bertanya.
"Apa yang ingin kau katakan?" Ucap Johan yang penasaran.
"Ayah apa kau ingat buku itu?" Ucap Dean sembari menunjuk buku yang tadi dia baca.
__ADS_1
"Itu buku yang ayah berikan ada mu, diulang tahun mu dulu" Sahut Johan singkat.
"Buku itu adalah hadiah pertama yang ayah berikan padaku, apa ayah tau kalau sebenarnya sejak hari itu aku menyembunyikan sesuatu dari ayah" Ucap Dean dengan perasaan menyesal.
Johan duduk disamping Dean dan menatapnya dengan penuh kasih sayang. "Apa yang kau sembunyikan dari ayah selama ini?" Tanya Johan kepada Dean.
"Ayah buka buku itu, dihalaman 105 ada jawaban dari pertanyaan ayah" Sahut Dean sembari memalingkan wajahnya.
Alika mengambil buku itu dan memberikanya kepada Johan. Saat Johan membuka buku itu dihalaman yang sudah disebutkan oleh Dean dia menemukan sebuah kertas yang dilipat rapi, Johan membuka lipatan pada kertas itu dan membaca tulisan yang ada didalamnya.
dikertas itu tertulis "Kau yang membuat anakku mati, maka aku juga akan membunuh mu" Tulisan itu dibuat menggunakan tinta merah dan bukan hanya ada satu tulisan yang seperti itu. Ketika Johan membuka halaman perhalaman dari buku itu dia menemukan banyak tulisan yang sama dengan pola tulisan yang sama.
"Apa yang kau lakukan? apa kau tau siapa yang mengirim ini? dan kenapa kau sembunyikan ini dari kami?" Ucap Johan membrondong Dean dengan semua pertanyaanya.
"Pengirim surat itu adalah nenek, ibu dari mendiang ibu Lesa. dia yang selama ini berniat membunuh ku, dan orang yang menembakku terakhir kali juga ada hubunganya dengan nenek" Sahut Dean sembari memberikan sebuah potongan gelang kepada Johan.
"Dari mana kau tau semua itu?" Tanya Johan bingung.
__ADS_1
"Nenek yang mengatakanya pada ku, dihari pernikahan ayah dan bunda sebenarnya nenek datang, tapi aku menghalanginya untuk masuk. Saat itu nenek berniat menghabisi ku tapi gagal karena tanpa sengaja saat itu ada tamu yang melihat nenek menodong ku dengan tembak.
Setelah itu nenek berusaha menemui bunda diruangan pengantin saat bunda sedang berdandan. Aku kembali menghalangi nenek tapi nenek berhasil melukai ku, aku sempat melawan dan gelang nenek rusak saat itu" Ucap Dean menceritakan insiden dihari pernikahan Johan dan Alika.
"Kenapa kau tidak memberitahu kami?" Tanya Alika yang terbawa emosi.
"Sebenarnya aku sudah pasrah bunda, aku juga tidak akan marah jika nenek membunuh ku... dia memiliki hak untuk membenci ku karena aku adalah orang yang menyebabkan dia kehilangan anaknya" Sahut Dean dengan tenang.
"Tapi itu semua bukan salah mu, kau tidak bersalah atas kematian ibu mu" Ucap Alika dengan rasa iba.
"Seandainya aku meninggal karena seseorang, bukankah ibu juga akan marah dan membenci orang itu?" Sahut Dean sembari mentap mata Alika.
"Dean..." Ucap Johan dengan lirih.
Sarah adalah nenek Dean ibu dari Lesa. Semenjak kematian anaknya Sarah memang selaluenyalahkan Dean, dia memang selalu berusaha untuk menyakiti bahkan membunuh Dean tetapi selalu saja gagal karena Dean selalu bisa selamat dari rencana jahat Sarah.
Sarah bahkan pernah meracuni Dean ketika usia Dean masih 11 bulan. Hari itu untungnya Johan membawa Dean ke rumah sakit tepat waktu dan setelah mengetahui jika orang yang berniat membunuh Dean adalah Sarah, Johan memutuskan untuk pergi jauh dari Sarah dan hidup dikota lain bersama Dean. Johan sama sekali tidak menyangka jika selama ini Sarah sudah mengetahui keberadaan mereka, bahkan datang diacara pernikahannya dengan Alika.
__ADS_1
Sarah memang sempat melukai Dean dihari pernikahan Johan waktu itu. Tetapi insiden penembakan itu sama sekali tidak ada hubunganya dengan Sarah, semua itu adalah murni rencana Dean sendiri.
Nama Sarah yang memang sudah sering menyakiti bahkan hampir membunuh Dean adalah alasan yang tepat bagi Dean untuk menjadikanya kambing hitam dari insiden ini. Meski Dean sama sekali tidak marah pada tindakan neneknya yang sering kali membahayakan nyawanya tapi dia juga tidak bisa membiarkan Sarah menyakiti keluarganya terutama Alika, dan ini adalah waktu yang tepat untuk menyingkirkan Sarah dari kehidupan mereka. Selain itu hanya dengan cara ini Dean bisa terus menyembunyikan kebenaran akan rencananya untuk terus berada didekat Alika.