Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Takdir Angin Cinta


__ADS_3

Satu tahun berlalu setelah kejadian itu. Selama ini kehidupan Alika terasa hampa, setiap saat dia hanya mengingat Dean hari-hari yang dia lalui bersama Johan sama sekali tidak berkesan baginya.


Dihadapan Johan, Alika hanya bisa menunjukan senyuman palsunya. Karena sebenarnya dia sama sekali tidak merasa bahagia, setiap detik didalam hidup Alika hanya dia habiskan dengan mengingat kebersamaanya dan Dean.


Begitupun dengan Dean yang tidak dapat melupakan Alika meskipun dia sudah berusaha. Entahlah mungkin takdir memang menjauhkan keduanya hanya untuk menguatkan cinta mereka.


Perpisahan yang terjadi diantara keduanya sama sekali tidak memudarkan perasaan cinta mereka. Perasaan yang ingin mereka lupakan dengan kerja keras justru semakin berakar dihati keduanya, tidak sedetikpun mereka bisa melupakan kenangan indah masa lalu mereka.


Setelah kejadian hari itu Alika berubah menjadi pendiam dan senyumannya pun berbeda. Alika hanya tersenyum untuk membuat Johan merasa senang tetapi sebenarnya didalam hatinya dia disiksa oleh rasa rindunya kepada Dean. Pria yang dia cintai.


Hari ini Johan berngkat keluar negeri untuk urusan pekerjaan dan baru akan kembali pekan depan. Karena bosan Alika memutuskan untuk keluar rumah berjalan-jalan ke mall, Alika membeli beberapa camilan dan saat perjalanan pulang Alika melihat Dean sedang duduk bangku taman.

__ADS_1


Alika memperhatikannya dari jauh dengan tatapan kerinduan. "Syukurlah kau baik-baik saja, andaikan aku bisa aku ingin sekali menemui mu" Ucap Alika dalam hati kemudian berlalu pergi.


Langkah demi langkah Alika terasa begitu berat. Ingin sekali rasanya dia berpaling dan berlari memeluk orang yang dia cintai, namun dia tidak bisa melakukan itu karena hal itu sama artinya dengan dia mengkhianati Johan suaminya.


Tanpa sadar sebenarnya Alika sedang diikuti oleh Dean. Setiap kali Alika melangkah maka Dean pun ikut melangkah, dengan mata yang berbinar Dean menatap Alika yang membelakanginya dengan hati yang dipenuhi kerinduan.


Rasa hati ingin memanggil tetapi Dean tak berdaya. Rasa cintanya kepada Alika masih terselimuti keraguan, Dean tidak yakin jika Alika mencintai dirinya sehingga dia merasa ragu untuk kembali memperjuangkannya.


Mungkin memang suatu kesalahan jika Dean dan Alika saling mencintai. Karena mereka adalah ibu dan anak tiri, namun cinta mereka tumbuh dengan sendirinya tanpa mereka minta dan setiap orang juga berhak untuk dicintai dan mencintai.


Disaat Alika sedang berjalan tanpa tiba-tiba tas belanjaanya terjatuh. Dengan segera Alika mengumpulkan semua barang-barangnya yang berserakan, melihat itu Dean pun menghampiri Alika dan membantunya.

__ADS_1


Saat semua barang sudah dirapikan Alika ingin mengucapkan terimakasih kepada orang yang sudah membantunya. Dia sangat terkejut ketika tau jika orang itu adalah Dean, bibir Alika terasa kaku dan tak dapat mengatakan apapun lagi.


Alika menatap mata Dean dengan penuh kerinduan. Sepasang insan yang saling mencintai dipertemukan kembali setelah lama berpisah, gambaran cinta terlukis jelas dimata keduanya. Bibir bisa membisu namun hati tetap akan berkata ''Rindu''.


Alika kemudian memalingkan wajahnya. "Terimakasih" ucap Alika singkat dan kemudian memabalikan tubuhnya namun Dean mengganggam tangannya.


"Apakah kau tidak mencintai ku?" Ucap Dean bertanya kepada Alika dengan sangat serius.


"Lepaskan aku" Ucap Alika lirih.


"Jawablah. Apakah kau mencintai ku?" Sahut Dean mengulang kembali pertanyaanya.

__ADS_1


__ADS_2