Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
TERTIDUR DENGAN NYENYAK


__ADS_3

Alika dan hans sudah mencari rio selama dua hari tapi mereka belum menemukan jejak keberadaan rio. Alika dan hans  masih tidak ingin menyerah karena mereka ingin mengetahui tentang semua kebenaran yang sebenarnya terjadi rio sudah pernah berjanji jika dia tidak akan melukai siapapun lagi dengan alasan apapun maka alika yakin jika rio pasti punya alasan yang membuatnya tega membunuh sasa dan calon bayinya, selama dua hari ini bukan hanya rio mereka bahkan tidak bisa menemukan keberadaan sasa semuanya menjadi semakin rumit.


Lelah mungkin kata itu yang kini sedang dirasakan oleh Alika semuanya nampak begitu samar tidak jelas dan juga tidak berwarna. Alika dan Hans pergi ke bukit tempat mereka sebelumnya berdebat dengan harapan bisa menemukan petunjuk atau setidaknya bisa bernafas sejenak dari padatnya beban yang sedang mereka tanggung.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Hans lirih bertanya kepada dirinya sendiri.


"Entahlah... Rio menghilang tanpa jejak aku bahkan tidak tau apakah semua bukti yang diberikan oleh dokter itu benar atau tidak dan aku juga tidak tau dimana jingmi sekarang atau bagaimana keadaannya... kedua putra ku menghilang dan sekarang aku tidak tau apa harus percaya pada yang aku lihat atau percaya pada hati ku" sahut Alika sembari menutup matanya.


"semuanya menjadi rumit..."


"Terkadang hidup tidak selalu indah ataupun mudah." Hans meraih tangan Alika dan menggenggam nya dengan erat.


Di sisi lain ada raymond yang sedang membuat minuman hangat untuk jingmi, Raymond duduk disamping jingmi dan menyuguhkan minuman hangat itu. "apa semuanya sudah membaik?"


"tidak ada yang akan membaik sampai kita bisa menemukan rio dia benar benar mengerikan" sahut raymond ketus.


"dulu dia bukan orang yang seperti ini..."


"dari mana kau tau dia sudah membunuh sasa?"


"dia mengirimi ku pesan... seperti yang sudah kau lihat di hp ku dia mengirimi ku foto dan juga pesan itu"


"aku tidak tau jika dia akan segila ini" raymond segera meminum coklat hangatnya.


"aku mengira keluarga kami akan baik baik saja dan aku bisa menjadi manusia normal seperti pada umumnya, tapi aku menyadari ada yang salah saat kita pertama kali bertemu dirumah sakit aku menyadari sesuatu aku sadar mungkin aku akan mati... setelah aku tau tentang masalah kerusakan hati ku aku takut, aku takut mati... tapi saat aku  melihat mu berjuang untuk terus melakukan yang terbaik untukku jujur aku tidak lagi takut akan kematian karena aku merasa kematian ku juga tidak akan sia sia"


"saat pertama bertemu dengan mu aku hanya punya satu hal didalam kepala ku, aku ingin kau tetap hidup" sahut raymond dengan santai.

__ADS_1


"Aku tau kau sudah berjuang... kau juga bahkan dengan sengaja membunuh salah seorang pasien mu yang punya golongan darah yang sama dengan ku agar bisa memberikan hatinya pada ku tapi saat kau tau jika operasi itu tidak bisa menyelamatkan ku kau menangis dan itu pertama kalinya aku melihat mu menangis" ucap jingmi bercerita.


"Kau melihatnya?"


"selama kita bersama sebagai dokter dan pasien kau selalu tersenyum dan berpura pura gila agar aku tersenyum, kau bahkan menyelidiki latar belakang ku dan kau tau?... aku membiarkan mu mendapatkan semua informasi tentang ku dengan mudah karena aku percaya pada mu" sahut jingmi sembari tersenyum.


Raymond terdiam dan hanya memperhatikan jingmi. "Aku dengan sengaja membiarkan mu tau tentang diriku dan masa lalu ku karena aku ingin kita berteman... aku kira setelah tau latar belakang ku kau akan menjauh atau membenci ku tapi kau justru tetap disisi ku, kadang aku bertanya apakah tuan Raymond mantan pemimpin mafia terbesar dinegeri ini sudah gila karena berteman dengan ku but... apapun itu pertemanan kita ini sangat bermakna untukku" ucap Jingmi sembari menghela nafas panjang.


"sejak bertemu dengan mu aku merasa seperti manusia, sebelumnya aku bahkan lebih buruk dari pada binatang buas tapi au merubah ku menjadi manusia" sahut Raymon sembari memegangi cangkirnya.


"jika nanti aku pergi ke tempat yang jauh... tetaplah menjadi manusia. Manusia berhati lembut buatlah hati mu hangat dengan kasih sayang dan ketulusan" Ucap jingmi yang kemudian beranjak dari duduknya.


"Kau benar benar ingin merubah ku menjadi manusia?" raymond menggoda jingmi.


"Aku ingin sahabat ku hidup dengan normal dan bahagia... jangan jadi seperti ku yang terlibat dalam rumitnya hidup ini sampai lupa bagaimana caranya bahagia"


"Raymond... aku tau itu bukan nama asli mu sebelum aku pergi apa kau tidak ingin mengatakan siapa nama asli mu?"


"Kau akan jadi satu satunya orang yang tau nama lahir ku, Bryan itu nama asli ku"


"Bryan aku bosan... aku ingin ke danau" ucap jingmi menggoda Raymond.


"Hey danau disaat musim dingin ini membeku apa yang ingin kau lihat? bongkahan es?" sahut raymond acuh tak acuh.


"pergi dengan ku atau aku akan pergi sendiri?"


Raymond beranjak dari duduknya dan segera mengambil kunci mobil. mereka menuju ke sebuah danau yang beku saat diperjalanan Jingmi tertidur dan Raymond hanya terdiam. saat mereka sudah sampai Raymond membangunkan jingmi.

__ADS_1


"Apa kau mengemudi untuk mencelakai orang lain" tanya jingmi agak kesal.


"itu hanya kecepatan normal" sahut raymond sembari tertawa kecil.


Jingmi dan raymond berjalan di tepi danau yang beku itu Jingmi berheti berjalan dan melihat raymond yang terus berjalan dan perlahan menjauh. Jingmi tersenyum dan menghela nafas saat raymond menyadari jika jingmi sudah jauh dibelakangnya dia kembali untuk menghampiri jingmi dia mengira jika jingmi sudah lelah berjalan akhirnya raymon memaksa jingmi untuk mau digendong dipunggungnya.


mereka berdua kembali menyisiri danau beku itu. "Bryan"


"hm?"


"hal apa yang paling kau ingat saat kebersamaan kita?"


"saat kau pertama kali memecahkan vas bunga kesayangan ku... itu membuat ku kesal tapi aku tidak bisa memarahi mu jujur itu sangat menyebalkan, bagaimana dengan mu?"


"aku ingat saat kau menangis ketika tau jika umurku tidak akan panjang lagi, saat itu aku bertanya tanya kenapa kau menangis akhirnya aku mendapatkan jawabannya... kau menganggap ku berarti"


"Jingmi... sampai hari ini aku terus berusaha mencari cara untuk menyelamatkan mu bahkan jika untuk itu aku harus memberikan hati ku untuk mu aku juga tidak akan keberatan"


"tapi aku akan keberatan... Bryan jika nanti aku tertidur jangan bangunkan aku karena aku sangat lelah aku ingin istirahat, aku ingin tidur nyenyak dan bermimpi indah aku lelah minum obat, aku lelah dengan semua alat rumah sakit, aku lelah dengan keributan, aku hanya ingin tidur nyenyak... didalam lemari mu aku menyimpan sebuah kotak berwarna hijau dan kuning untuk kotak kuning itu aku siapkan untuk mu sedangkan kotak hijau tolong berikan pada Shaya itu adalah hadiah untuk keponakan ku..."


Raymond hanya terdiam menahan tangisnya. "jangan menangis... aku hanya ingin tidur dengan baik, selama ini kau selalu memberikan obat agar aku tidurkan sekarang aku akan tidur dengan sangat baik" ucap Jingmi yang lalu meletakan kepalanya dibahu Raymond. Jingmi perlahan menutup matanya dan tertidur dengan pulas untuk selamanya.


Sekarang dia tidak akan merasakan rasa sakit lagi, dia tidak akan menderita lagi, dia hanya akan tertidur dan bermimpi indah. Raymond yang menyadari jika jingmi sudah tidak bergerak lagi menghentikan langkahnya dan menurunkan tubuh jingmi Raymond memeluk tubuh jingmi yang sudah tidak lagi bernafas.


"Tidurlah... kau pasti sangat lelah lepaskan semuanya, tidurlah dengan nyenyak... kau sudah cukup menderita" Raymond menggendong jingmi dan membawanya pulang raymond meletakkan tubuh jingmi diatas tempat tidur miliknya, dengan hati yang hancur raymond mencari kotak yang dimaksud oleh jingmi dan setelah menemukannya dia membuka kotak berwarna kuning itu.


disana ada sebuah surat dan sebuah cincin, Raymond membaca surat itu dan disana tertulis. "Hiduplah dengan baik jangan pernah menyakiti siapapun dan jangan biarkan siapapun menyakiti mu, hiduplah dengan bahagia aku yakin kau bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik dari ku kau seorang dokter jadilah dokter terbaik dan berikan kesempatan kedua pada semua orang yang terluka terimakasih sudah menjadi sahabat ku cincin ini adalah hadiah kecil ku agar kau selalu ingat jika kau punya seorang sahabat yang selalu menyayangi mu... setelah sekian lama aku kembali berdoa dan dalam doa ku, aku ingin tuhan memberikan mu kebahagiaan"

__ADS_1


Raymond memakai cincin itu dijari manisnya. "Berubah? kau  sudah membuat ku berubah walau hanya sebentar kau sudah membuat ku bahagia, aku tidak akan pernah menyesali pertemuan kita terimakasih sudah menjadi cahaya disaat aku tenggelam dalam gelap" ucap Raymond dalam hati.


__ADS_2