
"Masalah?" Ucap Johan bingung.
"Aku baru saja mendapat kabar jika tim dari perusahaan Jangna mulai bergerak. Mereka mengincar tender milik perusahaan Yogi dan mereka menjual saham dengan harga rendah, yang jadi masalah adalah perusahaan Yogi secara terang-terangan merekrut perusahaan Jangna sebagai bagian dari tender itu yang artinya akan bersaing dengan kita. Siapa pemenang dari persaingan ini barulah bisa memenangkan tender dan mengambil alih saham 30% diperusahaan Yogi serta mengambil alih kuasa atas tender itu" Ucap Hans menjelaskan.
"Selama ini perusahaan Jangna selalu saja dikalahkan oleh perusahaan kita dengan mudah, sekarang malah bergerak dengan begini ceroboh dasar tidak tau aturan" Gerutu Johan kesal.
"Biarkan saja mereka bergerak lebih dulu" Ucap Alika mengejutkan semua orang.
"Apa maksud kakak?" Tanya Hans bingung.
"Kau jangan cemas, meskipun perusahaan Jingna adalah pemain lama dalam hal ini tapi mereka sangat ceroboh jelas dengan begini kita bisa menang dengan mudah" Sahut Alika dengan santainya.
__ADS_1
"Itu benar. Kita bisa manfaatkan kecerobohan mereka sebagai senjata kita, tapi kita juga tidak boleh lengah karena pak Fatih sebagai direktur perusahaan Jingna terkenal licik dan biasa memggunakan cara kotor untuk menekan rekan bisnisnya" Ucap Dean memberikan peringatan.
"Sepertinya mereka mengira jika kita akan terjebak dalam permainan mereka, tapi sebenarnya merekalah yang akan terjebak didalam permainan mereka sendiri" Ucap Johan sembari tersenyum sinis.
"Hans berikan datanya pada ku" Ucap Alika sembari duduk dan minum air putih.
Saat memeriksa data yang diberikan oleh Hans, Alika tersenyum geli. "Hans apa tadi kau mendapatkan data ini dari orang yang bisa dipercaya?" Tanya Alika penasaran.
"Aku sendiri yang merentas data perusahaan lawan kita termasuk perusahaan Jangna, jadi informasi ini jelas terpecaya" Sahut Hans meyakinkan Alika tapi juga bingung dengan pertanyaan dari Alika.
"Itu artinya ini hanyalah harga palsu?" Ucap Dean memastikan.
__ADS_1
"Benar... mereka juga tidak bersungguh-sungguh menjual saham mereka, semua orang yang membeli saham mereka saat ini sebenarnya adalah orang suruhan dari CEO dan juga direktur perusahaan itu sendiri" Sahun Johan menanggapi.
"Licik sekali!" Gerutu Hans geram.
"Sekarang semuanya istirahat kita bahas lagi ini besok, ingat jangan tunjukan gerakan apapun... buat mereka percaya jika kita sudah terjebak tapi jangan sampai kita benar-benar masuk dalam perangkap mereka. Paham?" Ucap Alika dengan jiwa kepemimpiananya.
"Kakak apa sebaiknya kita menyelidiki mereka lebih lanjut?" Sahut Hans balik bertanya.
"Tentu saja... tapi itu akan kita lakukan besok bukan sekarang, lagi pula kamu juga harus istirahat ingat kata dokter" Ucap Alika menasehati. Hans hanya menjawab Alika dengan menganggukan kepalanya.
"Besok aku ada rapat dengan direktur perusahaan Jangna kita lihat apa mereka akan mencoba memperngaruhi ku atau tidak" Sahut Johan menambahkan.
__ADS_1
"Karena urusanya sudah runyam begini akan lebih baik jika kita semua pergi ke kantor besok, Jingmi dan Rio setelah urusanya selesai juga kita suruh langsung menyusul ke kantor bisa kita ajak ke kantor jadi kita bisa mengawasi Jingmi dan Rio sekaligus menyelsaikan urusan ini" Ucap Dean mengusulkan.
"Aku setuju... begitu juga baik" Sahut Alika tidak keberatan.