Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Kematian adalah akhir.


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu dengan kondisi kesehatan Dean yang terus menurun. Alika dan yang lainya sudah mencoba membujuk Dean agar bersedia melakukan pengobatan lebih lanjut tapi dia terus saja menolak.


Hari demi hari berlalu dan begitu banyak hal yang terjadi dirumah itu. Johan mulai bekerja lagi, Jingmi mulai bersekolah, Rio belajar dengan sangat rajin untuk ujian kelulusanya, Hans berhenti dengan rencananya, dan Alika merawat Dean dengan penuh cinta.


Semua memang terdengar sangat normal dalam sebuah keluarga. Tapi bagi Alika tidak demikian, dia bahkan merasa jika semua ini hanyalah seperti panggung sandiwara dan dia adalah pemeran utamanya.


Setiap hari Alika melihat keluarganya ketakutan. Seperti juga dengan dirinya yang takut akan kehilangan Dean, mereka memang sama sekali tidak memiliki ikatan.


Antara Alika dan Johan hanyalah mantan suami istri dimana hanya Johan yang mencintai Alika dan tidak sebaliknya. Antara Alika dan Dean mereka saling mencintai tapi memilih untuk tidak terikat pada hubungan apapun, antara Alika dengan Hans dan Rio hanyalah teman yang kemudian menjadi akrab layaknya kakak dan adik, antara Rio dan Hans merekapun sebenarnya hanyalah sahabat dan menjadi keluarga karena saling menyayangi dan menghormati, Disisi lain ada Alika yang menjadikan anak dari selingkuhan suaminya sebagai anak angkatnya dan dia merahasiakanya.


Keluarga ini bisa dibilang sangatlah unik. Karena dari mereka semua hanya Johan dan Dean lah yang memiliki ikatan darah ayah dan anak, sementara yang lainya adalah keluarga angkat. Meski demikian bukan berarti mereka tidak saling menyayangi, walau mereka terikat dalam hubungan keluarga karena sebuah kisah pahit yang mereka lalui sebelumnya tapi Alika merasa jika kepahitan itu juga sebuah anugrah.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Dean lirih kepada Alika yang sedang menatap keluar jendela.


"Tidak ada... aku hanya berpikir jika sekarang ini aku rasanya seperti lengkap dan tidak lengkap" Sahut Alika dengan hati yang sesak.


"Kau sekarang sudah punya keluarga yang lengkap, kembalilah pada ayah ku... dan jagalah keluarga kita setelah aku pergi" Ucap Dean memberikan wasiat.


"Apa kau tidak ingin bertahan demi keluarga kita?" Sahut Alika bertanya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku ingin tapi aku tidak bisa... karena aku sangat merindukan ibuku, lagi pula aku sudah tidak perlu cemas pada siapapun lagi... ayah ku memiliki kau disampingnya, ketiga adikku memiliki kau sebagai penggantiku, dan kau memiliki keluarga impian mu" Sahut Dean dengan air mata.


"Kapan kau akan menjadi dewasa? Kami masih sangat membutuhkan mu" Ucap Alika dengan hati yang masih sangat sesak.

__ADS_1


"Kalian tidak membutuhkan aku... tapi kalian menginginkan aku" Sahut Dean sembari tersenyum.


Alika kemudian memalingkan wajahnya dan menangis. Alika pun membuka tirai jendela dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar Dean, Dean beranjak dari tidurnya dan memegang tangan Alika.


"Kadang cinta itu memang bukan untuk memiliki tapi untuk melindungi..." Ucap Dean pada Alika lirih.


"Kau memang tidak pernah berubah"


"boleh aku tidur dipangkuan mu?" Ucap Dean penuh harap.


Alika pun mengiyakan permintaan Dean. Alika duduk bersimpuh didekat jendela yang sudah dibuka tirainya itu dan Dean meletakan keplanya dipangkuan Alika.


"Kau sangat cantik"


"Iya... aku sangat lelah. Selama 22 tahun aku berjuang dan sudah sampai dititik ini bersama dengan mu itu sudah cukup bagi ku" Sahut Dean lirih.


"Istirahatlah... istirahatlah jika kau lelah" Ucap Alika sembari terisak tangis.


"Sebelum itu aku ingin kau mengakui jika kau mencintai ku, dan bersedia untuk menjadi kekasih ku" Sahut Dean sembari menatap wajah Alika.


"Aku... sangat. Sangat. Sangat mencintai mu... selamanya kau adalah kekasih ku dan akan selalu seperti itu" Ucap Alika dengan berat hati.


"Saat yang lainya tiba katakan pada mereka... aku sangat menyayangi mereka" Sahut Dean yang juga menitikan air mata.

__ADS_1


Perlahan Dean mulai memejamkan matanya dan tertidur. Dean tertidur untuk selamanya... Dean meninggal dipangkuan wanita yang sangat dia cintai... Alika.


Dean menghembuskan nafas terakhirnya dengan bahagia. Dia sudah tidak memiliki penyesalan lagi, Dean hanya ingin agar Alika bisa hidup bahagia setelah kepergianya dan Alika bisa hidup dengan baik meskipun tanpa dirinya.


"Selama ini kau sudah banyak berjuang untuk ku dan keluarga kita... Hari ini kau meninggalkan kami dan aku sudah ikhlas untuk itu, aku percaya tuhan jauh lebih menyayangi diri mu melebihi kasih sayang kami pada mu...


Pergilah... pergilah kekasih ku. Disana ibu dan adikmu sudah menunggu mu, kau akan selalu ada dihati kami dan tunggu kami dialam keabadian. Jika kita bertemu lagi nanti dialam keabadian aku berjanji, aku berjanji tidak akan pernah melepaskan tangan mu lagi" Ucap Alika dalam hati sembari mencium tangan Dean yang masih hangat.


Tak lama kemudian semua orang pulang dan melihat Dean sudah tidak bernyawa dipangkuan Alika. Hans terduduj leas tak percaya disamping Dean, Hans meraih tangan Dean dengan tubuh yang gemetar dan menciumnya sembari meminta maaf dan menangis.


"Kak... maaf. Maaf kak... ampun kak maafkan aku... maaf untuk semua kesalahan ku" Ucap Hans sembari terisak tangis.


Perlahan Johan berjalan mendekat di ikuti oleh Rio dan Jingmi. Alika mengulurkan tanganya pada Johan dan Johan pun meraihnya Alika meminta Johan untuk duduk didekatnya dan Alika meletakan kepala Dean dipangkuan Johan dengan perlahan.


"Putra mu... adalah pria yang sangat luar biasa, dia adalah harta mu... harta mu yang paling berharga" Ucap Alika yang kemudian dijawab dengan tangisan Johan.


Disaat itu untuk pertama kalinya Johan baru mengerti betapa berharganya Dean untuknya. Rio duduk didekat Hans dan memeluk jenazah Dean dengan berlinang air mata begitu juga dengan Jingmi.


"Kepergian mu menyisakan luka dihati kami, tapi ku yakin kau akan menemui kami disuatu hari nanti" Ucap Alika dalam hati sembari meraih tangan Jingmi dan memeluknya erat.


"Bunda... kakak akan pergi jauh mengikuti cahaya... dia bilang kita tidak boleh menangis lagi" Ucap Jingmi didalam pelukan Alika sembari terisak tangis dan kemudian pingsan.


"Pergilah dengan tenang... aku akan menjaga mereka semua, kami sangat menyayangi mu" Ucap Alika dalam hati sembari melihat ke arah yang ditunjuk oleh Jingmi sebelum dia pingsan.

__ADS_1


Hai semuanya... maaf ya aku sempat stop up, itu karena kemarin ada urusan yang berhubungan dengan pendidikan ku... terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini... tolong maafkan jika ada kesalahan dari segi apapun thanks all.


__ADS_2