
"Jangan asal bicara!" Ucap Dean membentak.
Wanita itu kemudian melemparkan map biru kearah Dean dan meminta Dean dan Alika untuk membacanya. Mereka terkejut ketika membaca map itu, didalam map itu ada hasil tes DNA antara Johan dan seorang anak bernama Arow dan hasil tes DNA itu menunjukan jika anak itu adalah anak johan.
Tertulis jelas dihasil laporan jika tes DNA itu dilakukan lima belas tahun yang lalu. Selain itu ada juga foto kebersamaan Johan dan Sila, dan akta kelahiran serta beberapa surat keterangan kesehatan atas nama Arow yang ditanda tangani oleh Johan.
Alika dan semakin bingung namun seketika pandangan mereka teralihkan kepada Sila. Sila menodong anaknya sendiri dengan pisau dan itu membuat Dean sangat terkejut.
"Hei!" Teriak Dean mengejutkan Sila.
"Kau gila?! Dia anak mu!" Ucap Alika kesal.
"Dia memang terlahir dari ku, tapi dia bukan anakku! Dulu aku berpikir dengan memiliki anak ini Johan akan mencintai ku tapi apa? Semua itu tidak terjadi! Selama lima belas tahun aku menunggu tapi ternyata dia malah menikah dengan mu! Lalu apa gunanya anak ini sekarang? Bukankah lebih baik dia mati dari pada ku siksa dia!" Sahut Sila dengan raut wajah serius.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi pada mu bukanlah kesalahan anak itu, Johan tidak mencintai mu juga bukan kesalahannya... tolong lepaskan dia jika kau tidak ingin merawatnya biarkan aku, aku yang akan mengasuh dan membesarkanya" Ucap Alika memohon.
"Kau? Mengasuhnya? Tidak! Jika itu terjadi maka Johan akan semakin mencintai mu dan akan semakin melupakan bahkan membenci ku! Lebih baik jika kalian melihat aku membawa anak ini mati bersama ku" Sahut Sila marah.
Sila melepaskan tali yang mengikat anak itu, dan anak itupun jatuh ke lantai. "Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Alika ketika melihat anak itu terjatuh ke lantai dengan tubuh yang lemas.
"Mata mu buta nona?" Sahut Sila sembari tertawa keras.
Alika kemudian memperhatikan anak itu baik-baik. Dia melihat ada darah yang mengalir dari kepala anak itu dan itu artinya dia sudah disiksa oleh Sila sebelum Dean dan Alika tiba disana.
"Dimana Rio?" Tanya Alika kepada Dean.
"Dia aman bersama Hans, aku berhasil membujuk Hans untuk kembali" Sahut Dean menenangkan Alika.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa menyakiti anak mu sendiri?" Ucap Alika bertanya baik-baik kepada Sila.
"Sudah ku katakan dia ini bukan anakku, dia hanyalah alat yang aku gunakan untuk membuat Johan mencintai ku... dan ternyata itu gagal!" Sahut Sila membentak Alika.
"Dean panggil polisi kita harus selamatkan anak itu" Ucap Alika berbisik kepada Dean.
"Jangan coba-coba memanggil polisi jika kalian tidak ingin habis disini bersama ku" Ucap Sila yang seakan mendengar bisikan halus Alika.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanya Alika yang mengkhawatirkan anak itu.
"Sederhana saja, bawa Johan kemari dan aku ingin dia mengatakan jika dia mencintai ku" Sahut Sila sembari membelai anaknya.
"Itu tidak mungkin. Johan saat ini sedang dalam perjalanan bisnis diluar kota" Sahut Alika.
__ADS_1
"Ya kalau begitu biarlah saat dia pulang nanti dia melihat jasad anak ini dirumahnya"
"Dean kita harus bagaimana?" Tanya Alika panik.