Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Rencana Berdarah II


__ADS_3

"Jika ingin menghabisi ku seharusnya kau menggunakan senjata yang lebih baik dari pada itu" Ucap Dean dengan nada menghina.


"Aku bukan hanya hanya ingin membunuh mu tapi aku juga ingin sekali menyiksa mu, kau harus menderita sebeluk kematian mu. Seperti yang dirasakan oleh putri ku tersayang" Sahut Sarah yang berlinang air mata saat mengingat mendiang Lesa.


Sarah kemudian membalikan badanya dan mengambil nafas panjang. Kemudian dia membalikan tubuhnya dan melemparkan pisau itu kearah Dean, saat itu waktu seakan berhenti untuk Dean.


Dia memang tidak ingin berakhir seperti ini tapi jika ini adalah akhir dari segala kisahnya maka dia menganggap jika ini adalah akhir yang bahagia untuknya. Dean menutup matanya dan menanti Belati itu bersarang ditubuhnya, dan menghilangkan nyawanya.


Namun semua tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan. Disaat Dean membuka matanya untuk sekedar memastikan dia melihat Tao berdiri dihadapanya dengan posisi membelakangi dirinya, pisau itu bersarang tepat diperut Tao.


Hans yang saat itu ada didekat mereka segera berlari dan menahan tubuh Tao. Hans kemudian memberi kode kepada Rio untuk segera masuk dan menemui mereka, Rio melepaskan ikatan Dean dan mereka bertiga mengelilingi Tao yang sudah dalam keadaan sekarat.

__ADS_1


"Tao. Kenapa?" Ucap Dean cemas.


"Tuan... orang tua mu akan segera tiba, aku mengirimkan pesan pada mereka. Dan juga bukti jika kau sedang disekap" Ucapan kemudian terhenti ketika dia mencoba menahan rasa sakitnya.


"Tuan semuanya tetap sesuai rencana, tapi... aku tidak bisa membiarkan mu terluka lagi. Maafkan karena aku begini bodoh tapi tuan wanita itu, nyonya Alika dia juga mencintai mu" Sambung Tao berucap yang kemudian kehilangan kesadaranya.


"Tao... aku tidak perduli pada rencana ini lagi, persetan tentang semua ini aku hanya ingin kau tetap ada disini hanya itu" Ucap Dean sembari menarik tubuh Tao ke dalam pelukanya.


"Kau membunuhnya, Kau membunuhnya! Kau membunuh adikku!" Ucap Hans yang kemudian menyerang Sarah dan mencekik lehernya.


"Tao... maafkan aku, akulah yang bersalah! Ini semua rencanaku, ini semua karena keegoisan ku! ku mohon bangunlah" ucap Dean dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


Disaat Alika dan Johan tiba mereka melihat semuanya sudah sangat kacau. Sarah yang sudah hampir kehabisan nafas karena dicekik oleh Hans kemudian ditolong oleh Johan, sementara itu Alika menghampiri Dean yang sedang memeluk jasad Tao dengan berlinang air mata.


Alika melihat Rio yang juga terlihat sangat tergucang dengan semua yang terjadi disekitarnya. Alika mencoba menenangkan Rio dan Dean tetapi semuanya terlalu kacau, saat melihat jenazah Tao... Alika membelai wajahnya dan menatap wajah pemuda yang sudah pucat pasi itu.


Alika pun tak bisa menahan air matanya. Alika turut hanyut didalam kesedihan yang dirasakan oleh Dean dan teman-temannya, Disisi lain ada Johan yang sedang menenangkan Hans.


"Kakak. Bukankah kau ingin aku memanggil mu dengan sebutan itu? Sekarang aku sudah menyebut mu kakak! kakak, kakak, kakak, kakak, kakak! apa kau tidak bisa mendengarnya?! Aku memanggilmu bangunlah!" Ucap Rio sembari mengguncang-gunjang tubuh Dean.


"Kita harus membawanya dan memberikan dia penghormatan terakhir, kita semua akan menyemayamkanya dengan layak" Ucap Alika dengan suara parau sembari menahan air mata.


"Tidak! Kakak ku belum mati! Dia masih hidup dia hanya pingsan, benarkan tuan?" Ucap Rio bertanya kepada Dean.

__ADS_1


"Maafkan aku, ini semua salahku" Ucap Dean dengan penuh penyesalan.


__ADS_2