
Alika pergi ke sebuah tempat yang sangat sepi, disebuah bukit yang ditutupi salju. Terlihat jelas dari bukit itu Alika dapat melihat kota dan pepohonan disana dia terdiam, hanya berdiri dan mematung hatinya saat ini sedang bertanya tanya apakah yang telah dilakukanya sudah benar mencintai orang lain memang bukan hal yang mudah tapi entah kenapa dia juga tidak bisa membenci Hans sekalipun ia telah mengakui perasaannya mengapa semuanya menjadi begitu rumit untuk Alika terjebak didalam kisah yang mengikatnya dalam kisah cinta dan membuatnya terbelenggu didalam dilema.
Hanya keheningan yang kini menjadi teman Alika dalam seperti halnya musim dingin yang telah membekukan Aliran sungai seperti itu juga takdir telah membekukan hati Alika. Tidak ada lagi kehangatan dihatinya seakan sudah mati rasa dia hanya hidup dan sudah bersahabat dengan sepi. tidak mudah untuk melupakan cinta pertama karena dia seperti sebuah lentera yang terbuat dari sutra begitu indah tapi rapuh takdir mempermainkan hidup Alika membuatnya merasakan begitu banyak kesedihan dan mendapatkan banyak luka, sampai dengan hari ini tidak ada satupun dari luka itu yang sembuh apa lagi menghilang.
Hans tanpa sengaja pergi ke tempat yang sama dengan Alika dia melihat Alika sedang mentap pemandangan kota. Hans menghela nafas panjang kemudian memberanikan diri untuk mendekati Alika, dia berdiri disamping Alika dan menatapnya dengan perasaan yang tidak menentu.
"Aku akan mengatakannya sekali lagi, aku mencintai mu" ucap Hans lirih.
__ADS_1
Alika menatap Hans. "Apa kau tau kenapa aku memilih untuk tetap sendiri meski sudah begitu lama? karena aku masih mencintainya... aku tidak bisa melupakannya walau hanya sedetik disetiap hari ku, disetiap nafas ku hanya dia yang akan selalu aku cintai" sahut Alika dengan mata yang berkaca kaca.
"Aku tidak meminta mu melupakannya bahkan aku rela menjadi yang kedua untuk mu"
Alika menitikan air mata. "dalam satu hati hanya boleh ada satu cinta, dan dalam satu cinta hanya ada dua orang jika ada orang ketiga maka itu bukan cinta tapi hanya luka"
"Tidak akan orang ketiga karena cinta mu sudah tidak lagi sempurna... dia telah pergi untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali" sahut Hans membuat Alika terdiam.
__ADS_1
"Dia memang tidak akan pernah kembali tapi aku akan tetap menunggu hingga tuhan menyatukan kami kembali"
"apa kau tidak juga mengerti? Aku mencinta mu dan aku selalu disini menunggu mu"
"Jangan pernah menunggu ku karena cinta ku bukan untuk mu"
Hans memeluk Alika dari belakang dan menangis dipunggungnya. "Tidak cinta dan tidak akan kesempatan..." ucap Alika lirih dengan suara yang bergetar dan menitikn air mata.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu... aku hanya ingin mencintai mu, aku tidak akan memaksa mu untuk mencintai ku tapi izinkan aku untuk mencinta mu tidak masalah jika kau ingin membenci ku tapi aku tetap akan mencintai mu" sahut Hans yang kemudian melepaskan pelukannya. Hans berlalu pergi meninggalkan Alika dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Alika terdiam dan hanya bisa menangis, Alika menggenggam kalung yang diberikan oleh Dean. Alika menutup matanya dan menangis "Bagaimana aku bisa menerima cintanya jika hati ku tidak pernah berhenti untuk memanggil nama mu, saat aku mencoba melupakan mu aku justru semakin mengingat mu kenapa tuhan mengambil mu dari ku? Aku selalu dipermainkan oleh takdir... Aku tidak ingin Hans menjadi seperti ku tapi aku tidak punya pilihan" ucap Alika dalam hati.