Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Pengakuan 1


__ADS_3

Hans terbangun dipagi hari dan pergi melihat keluar jendela, terlihat salju masih turun dengan lebat. Hans kemudian menutup kembali gorden kamarnya dan bergegas mandi lalu berganti pakaian setelah selesai Hans pergi ke kamar Jingmi dia menatap adiknya yang masih tertidur, akhir akhir ini Jingmi memang jarang pulang ke rumah dia lebih sering menghabiskan waktunya di Galeri.


Hans sama sekali tidak tahu jika ketakutan terbesarnya telah menjadi kenyataan jika adiknya yang selalu dia lindungi dengan harapan bisa menjaga keutuhan keluarga sekarang adiknya benar benar berjuang untuk keluarga mereka tapi dengan cara yang sangat salah. dia tidak lagi bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar bagi jingmi saat ini satu satunya kebenaran adalah menyatukan keluarganya dan jika untuk hal itu dia harus membunuh maka itu sama sekali bukan hal yang salah dimata jingmi.


Hans mendekati tempat tidur jingmi dan duduk disisinya, dia memegang kepala adiknya dan tersenyum lalu tak lama kemudian Alika datang dengan membawa sarapan ke kamar jingmi. Saat Alika masuk dia melihat Hans yang sudah ada disisi jingmi dan dia merasa senang, Alika tersenyum dan meletakan makanan yang dia bawa di meja lalu dia duduk disofa yang ada disamping tempat tidur jingmi.


"Dia sudah dewasa" ucap Hnas lirih.


"Rasanya baru tadi malam dia menangis ketakutan karena bermimpi buruk dan rasanya baru saja kemarin dia berlarian, sekarang dia sudah dewasa waktu memang sangat cepat berlalu" sahut Alika mengenang masa masa itu.


"Aku senang dia bisa bermain dengan semua warna seperti impian masa kecilnya"


"Hans... dia sangat mirip dengan mu caranya dalam bekerja keras demi impiannya itu sangat mirip dengan mu"


"Ma... aku harap dia tidak mirip dengan ku karena aku tidak ingin dia memiliki tangan yang kotor seperti ku"


Alika menghela nafas dan tersenyum. "Itu sudah sangat lama berlalu hans lupakan semuanya"


"Bagaimana dengam mama?'


"Hm?"

__ADS_1


"Apa mama sudah bisa melupakannya?"


"tentang apa?''


"Tentang kak Dean"


Alika terdiam dan beranjak pergi, Hans juga beranjak dari duduknya dan menutup pintu. "Hans jangan buat keributan disini"


"Aku hanya ingin tau apa mama sudah bisa melepaskannya dengan ikhlas atau belum?"


"Dean sudah lama meninggal dan aku sudah mengikhlaskan nya, aku tidak ingin mengingat masa masa itu lagi" sahut Alika yang ingin keluar dari kamar itu tapi Hans menggenggam tanganya.


"Aku mencintainya dan akan selalu sama..."


"Sampai kapan? Sampai kapan cinta itu akan tetap ada?" Hans kembali bertanya.


Diam diam Alika menahan air matanya dan melepaskan tangan Hans. "Sampai saat ini dan untuk selamanya" sahut Alika yang kemudian berlalu pergi.


untuk sejenak Hans hanya diam dan mematung tidak ada kata kata yang bisa dia ucapkan untuk menahan langkah Alika. Hans keluar dari kamar jingmi. Hans mengikuti Alika, Hans menggengam tangan Alika dan menarik Alika ke dalam pelukannya.


"AKU MENCINTAI MU" Ucap Hans mengakui perasaanya yang sebenarnya.

__ADS_1


Alika terdiam dan mematung dia melepaskan pelukan Hans dengan kasar dan mendorong Hans dengan keras. Alika sebenarnya sudah lama tau jika Hans mencintainya tapi dia sengaja untuk tetap diam, alika tidak bisa menerima cinta hans ataupun menjauh darinya.


"Hans jangan bercanda ini kita bukan lagi anak kecil yang bisa bercanda seperti itu!" Sahut Alika mengelak.


"Aku tidak bercanda... aku memang mencintai mu apa itu salah?"


"ITU SALAH! Kita adalah keluarga kau adalah anakku dan kita tiak boleh saking mencintai!"


"Tapi kita tidak terikat oleh hubungan darah...dan tidak ada larangan bagi seorang anak angkat untuk mencintai ibu asuhnya"


"Kau tidak mengerti Hans... mencintaiku adalah kesalahan karena aku tidak akan pernah bisa mencintai mu bagi ku kau adalah anakku, perku kau tau hans cinta ku sudah terkubur bersama dengan Dean bertahun tahun yang lalu"


"Kau bisa mencintai Dean yang juga anak tiri mu lalu kenapa kau tidak bisa memberikan aku kesempatan yang sama?''


"kau dan Dean adalah dua orang yang berbeda, aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu tapi perlu kau tau Hans! aku tidak akan bisa mencintai mu tidak untuk saat ini ataupun nanti dan bahkan tidak untuk selamanya." Sahut Alika yang kemudian berlalu pergi.


"Mencintaimu adalah hakku dan menerima cintaku adalah keputusan mu... aku tidak akan pernah memaksa mu" Ucap Hans lirih sembari menggenggam sebuah vas bunga hingga hancur menjadi serpihan kaca.


Alika menghentikan langkahnya untuk sejenak. "mencintai ku adalah kesalahan mu dan penolakan ku adalah demi kebaikan mu, lupakan tentang cinta mu yang gila itu karena aku tidak ingin kau terluka lebih dalam lagi"


Tangan Hans terluka dan berdarah, tapi baginya luka itu sama sekali tidak terasa sakit sedikit pun. Jingmi yang sejak tadi mempehatikan dari lantai dua meliht pertengkaran keduanya jingmi menuruni tangga dan mendekati Hans, Hans melihatnya lalu meninggalkan Jingmi dan pergi entah kemana begitu juga dengan Alika. mereka berdua keluar dari rumah tapi tidak tau kemana hanya pergi tanpa arah dan tujuan

__ADS_1


__ADS_2