
Mendengar ucapan Rio, Dean merasa bingung. Karena selama ini Dean sama sekali tidak melihat ataupun merasakan hal yang berbau teror kepada mereka.
"Rio jelaskan semuanya secara detail kepada kakak" Sahut Dean penasaran.
"Emh...'' Rio tiba-tiba merasa sakit kepala.
"Rio kau kenapa?" Ucap Dean khawatir.
"Tidak apa-apa kak... hanya sedikit pusing" Sahut Rio sembari memegang kepalanya.
"Turunkan tangan mu, luka mu belum sembuh"
"Kak... dimana tas ku?" Tanya Rio kepada Dean.
"Ada sebentar" Sahut Dean sembari beranjak dari duduknya mengambilkan tas milik Rio.
Tak lama kemudian Dean kembali ke tempat duduknya dan menaruh tas itu diatas meja disamping Rio.
"Kakak buka tak itu ada kotak didalamnya kotak itu aku temukan diloker ku, aku sudah membukanya dan berniat menunjukan itu pada kakak tapi gagal karena aku kecelakaan" Ucap Rio memberitahu Dean.
__ADS_1
Saat Dean mengambil kotak itu dia merasa bingung karena selama ini dia tidak pernah memiliki kota hitam seperti itu. Dean kemudian membuka kotak itu dan sangat terkejut saat melihat isinya, kotak itu berisikan foto kebersamaannya bersama teman-temanya dan juga fotonya bersama Alika.
Tapi kedua foto itu sudah ternoda dengan bercak darah dan ada secarik kertas yang diatasnya tertulis jam, hari, tanggal, dan bulan.
"Foto ini bukankah tersimpan dirumah kita?" Ucap Dean bingung.
"Benar kak... awalnya aku mengira kakak yang mengirimkan itu pada ku tapi aku sadat jika bukan kakak yang melakukanya setelah melihat tulisan itu... itu bukan tulisan kakak" Sahut Rio yang juga masih penasaran.
"Sejak kapan kau mengalami teror seperti ini?" Tanya Dean khawatir.
"Sudah lama kak... tapi aku selalu menyembunyikanya dari mu karena aku tidak ingin kau khawatir"
"Aku tau... tapi melihat kesehatan kakak pulih setelah semua masalah itu aku sudah senang, dan tidak mungkin memberi tau kakak semua ini aku takut kesehatan kakak akan terganggu" Sahut Rio dengan wajah polosnya.
"Sudahlah kita tidak perlu membahas ini lagi, ingatlah pesan kakak ini jika hal seperti ini terjadi lagi maka kau harus memberitahu ku" Ucap Dean sembari menutup kembali kotak itu dan meletakanya dilantai.
"Kakak"
"Iya..."
__ADS_1
"Apa nyonya Alika akan datang lagi?"
Dean terkejut dengan pertanyaan Rio. "Kenapa kau bertanya begitu?"
"Aku suka saat melihat kakak dan dia bersama, kalian terlihat sangat bahagia saat sedang bersama" Sahut Rio dengan jujur.
"Dia mungkin tidak akan datang lagi, jadi kau tidak perlu memikirkan itu lagi" Sahut Dean dengan santainya.
"Kakak aku merasa ada sesuatu yang sedang kakak sembunyikan"
"Apa maksudmu?"
"Kakak apa kau tau sesuatu mengenai masalah kecelakaan ku ini?"
"Aku tidak tau pastinya tapi kakak akan segera memastikan semua itu, kau tenanglah dan tetap berhati-hati jangan ceroboh"
"Baiklah..."
Dean kemudian memutuskan untuk menyelidiki hal ini. Dean masih ragu apakah semua ini adalah perbuatan ayahnya atau bukan, tapi sejauh ini semua bukti mengarah kepada ayahnya.
__ADS_1
Dean mengirim pesan kepada Alika dan menanyakan tentang keberadaan ayahnya. Alika kemudian memberi tau Dean jika Johan masih belum kembali dari perjalanan bisnisnya, Alika pun bertanya apakah ada masalah tapi Dean hanya diam saja dan tidak menjawab pesan dari Alika. karena mengkhawatirkan Johan, Alika pun menelfonya untuk memastikan apakah semuanya baik-baik saja.