Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Tidak Ada Alasan Untuk Memaafkan.


__ADS_3

Azizah membawa Rio dan Jingmi ke rumah sakit untuk menemui Alika dan Hans. Saat Jingmi melihat Alika dia berlari dan memeluknya dengan erat, Alika membalas pelukan Jingmi dan tersenyum.


"Ibu sudah bilang... jika ibu pasti akan kembali" Ucap Alika lirih.


"Ibu pergi begitu saja menyuruh aku menemui kakak dan melarang kami mencari ibu... itu jelas membuat ku sangat khawatir" Ucap Jingmi sembari memeluk Alika dengan erat.


"Ibu... jangan lakukan itu lagi aku takut jika aku tidak bisa melihat ibu lagi" Ucap Jingmi lirih.


Alika melepaskan pelukanya dan menatap wajah anak bungsunya itu dengan tatapan penuh kasih sayang. "Jangan menangis... kemanapun ibu pergi ibu pasti akan kembali untuk kalian, karena aku tidak akan pernah meninggalkan kalian apapun alasanya dan apapun keadaanya" Sahut Alika sembari menghapus air mata Jingmi.


"Ibu..." Ucap Rio yang kemudian memeluk Alika dari belakang.


"Kalian sangat manis" Ucap Alika sembari tersenyum.


"Alika... maaf aku tidak berhasil mencegah Hans untuk mencari mu" Ucap Azizah menyesal.

__ADS_1


"Ini bukan kesalahan mu dia memang anak yang sangat keras kepala, dia tidak mudah untuk mengerti dan tidak mudah untuk dinasehati... mungkin setelah ini aku harus menghukumnya" Sahut Alika dengan senyuman manisnya.


Alika duduk disamping Hans dan menatapnya dengan kasih sayang. "Kau keras kepala tapi kau selalu menjadi yang pertama untuk melindungu ku, tapi kau harus tau aku adalah ibu mu jika ada yang harus dilindungi maka itu adalah diri mu sendiri" Ucap Alika dengan lirih dan kemudian mencium kening Hans dengan lembut.


Saat Alika beranjak dari duduknya dan akan pergi Hans menggenggam tangan Alika. Meski genggaman tanganya tidaklah kuat karena kondisi tubuh Hans yang masih lemah tapi Alika memilih untuk kembali duduk dan tidak melepaskan tangan Hans.


"Apa kau ingin sesuatu?" Tanya Alika lembut.


Hans hanya menatap Alika tanpa memberikan jawaban. "Kau ingin ibu tetap disini?" Ucap Alika kembali bertanya.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan... kau sudah dapat hukuman atas kesalahan mu ibu tidak marah pada mu, hanya saja lain kali jangan lakukan hal berbahaya seperti ini lagi" Sahut Alika sembari menggenggam tangan Hans.


"Jika ibu dalam bahaya bukankah aku harus melindungi ibu... aku tidak akan diam saja"


"Kau memang keras kepala... kau adalah harta ku yang berharga aku tidak bisa kehilangan lagi, aku sudah cukup dengan kehilangan dan kekecewaan satu-satunya yang masih tersisa didalam hidupku hanya kalian bertiga jika terjadi sesuatu pada kalian lalu untuk apa aku hidup? Untuk siapa aku bertahan?" Sahut Alika sembari tersenyum.

__ADS_1


Jingmi dan Rio memeluk Alika dan mereka pun terlihat seperti keluarga yang baik-baik saja. "Ibu apa kita akan pulang dan makan sosis goreng buatan ibu lagi?" Tanya Rio mencairkan suasana.


Alika hanya tersenyum dan memegang wajah putra keduanya itu. "Jaga adik dan kakak mu ibu harus menebus beberapa obat dan akan segera kembali" Ucap Alika pada Rio dan kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Azizah mengikuti Alika dia tau jika Alika tidak sedang baik-baik saja.


"Alika" Ucap Azizah menghentikan langkah sahabatnya.


"Aku tau ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan... aku tidak ingin memaksa mu untuk menceritakan segalanya pada ku tapi aku hanya ingin mengatakan pada mu jika kau harus tetap bertahan untuk ketiga anak mu" Ucap Azizah menasehati Alika.


"Aku bukanlah anak yang diharapkan oleh ayah ku, dia sangat membenci ku tapi dia sangat mencintai anak tirinya... aku tidak berharap dia bisa mencintai ku lagi sebagai anaknya aku hanya berharap agar dia bisa menerima anak-anakku jika bukan sebagai cucu setidaknya sebagai manusia" Sahut Alika yang kemudian berlalu pergi.


Alika duduk dikursi yang ada dihalaman rumah sakit dan menangis. "Jika kau membenci ku itu bukan masalah untukku bahkan jika kau berniat membunuh ku sekalipun aku tidak akan bisa membalasmu karena aku adalah anak mu, tapi bagaimana kau bisa berniat menyakiti anakku? Meski mereka bukan darah daging ku tapi mereka adalah alasan kenapa aku masih hidup hingga saat ini... apakah kau begitu membenci ku?" Ucap Alika dalam hati dengan menitikan air mata.


Disaat Alika sedang terlarut didalam kesedihanya dia teringat akan sesuatu. Alika menghapus air matanya dan beranjak dari duduknya.


"Disaat kau menjualku aku memaafkan mu, disaat kau membela orang yang hampir saja membunuh ku aku juga memaafkan mu, disaat kau melindungi orang-orang yang membuat aku kehilangan cinta ku dan juga kebahagiaan ku aku juga masih berusaha untuk memaafkan mu karena kau adalah ayah ku tapi sekarang aku tidak bisa lagi memaafkan mu... karena aku bukan lagi anak mu saat ini aku hanyalah seorang ibu dan aku akan melindungi anak-anakku" Ucap Alika dalam hati sembari berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2