Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
KEMBALI


__ADS_3

setelah begitu lama menghilang akhirnya ada kabar tentang Alika, setelah ulang tahun jingmi dipantai itu Alika dan ketiga anaknya tetap bersama. Mereka memutuskan untuk pindah ke luar negeri agar bisa mendapatkan ketenangan, mereka bertiga menjalani hidupnya dengan baik dan sudah hampir bisa untuk melupakan kejadian dimasa lalu.


meskipun itu berat tapi mereka memilih untuk berusaha melepaskan semua kenangan itu, mereka tidak ingin lagi bertarung dengan orang lain ataupun dengan diri mereka sendiri. sebagai seorang ibu alika tidak sedikitpun merasa lelah ataupun bosan dia sangat menikmati hari harinya dengan ketiga putranya saat ini mereka memiliki bisnis baru dibidang perhotelan dan barang antik. mereka memiliki enam hotel bintang lima yang tersebar dibeberapa negara dan satu toko barang antik terbesar di kota itu, mereka juga menjalankan bisnis pershiasan yang ditangani langsung oleh Alika.


tapi bahkan setelah lima tahun berlalu Hans masih menyimpan cintanya untuk Alika. walau dia tau jika alika tidak akan pernah bisa mencintainya dia tetap mencintai ibu angkatnya, entah itu cinta atau hanya sekedar kekaguman sepertinya hanya tuhan yang tau akan hal itu.


"Mama... besok kita harus menghadiri acara digaleri lukisan Jingmi beberapa lukisanya juga akan dipindahkan ke hotel dan toko kita untuk itu kita harus datang dan memilih yang terbaik" ucap Rio dengan sangat antusias.


ada banyak hal yang telah berubah setelah lima tahun termasuk cara anak anak memanggil Alika. mereka semua kini semakin dewasa dan semakin mengerti jika mereka memiliki banyak tanggung jawab yang harus mereka lakukan masing masing. seperti kata pepatah obat terbaik adalah waktu, selama waktu terus berjalan semua pasti akan baik baik saja.


"kita memang akan datang, setelah dari galeri kita akan makan malam bersama" sahut Alika dengan santai.


"oke... jadwal besok aman, mah lusa aku berangkat ke Bangkok untuk mengecek hotel kita dari beberapa laporan yang aku terima ada masalah disana dan membuat omset kita menurun"


"Rio kamu boleh pergi tapi ingat pernikahan mu sebentar lagi, jangan hanya sibuk dengan pekerjaan dan mengacaukan pernikahan mu" Alika tersenyum.


wajah rio memerah dan dia langsung pergi dengan tersenyum malu, Alika meletakan buku yang dipegangbya dan berjalan menuju dapur dia melihat Hans yang sedang membuat kopi. Alika menatapnya dari jauh dan tersenyum


"kamu masih terlalu naif..." ucap Alika dalam hati.

__ADS_1


"mama?" hans menyapa Alika.


Alika duduk dimeja makan dan hans menghampirinya keduanya saling mentap tapi malah terdiam.


"Hans ada sesuatu yang ingin mama tanyakan"


"iya ma?"


"sejak kita pindah kesini kamu sangat jarang bicara dengan orang lain kamu juga tidak punya teman dekat ataupun pacar, apa mama perlu menjodohkan kamu?"


"what?! mah kenapa harus ada perjodohan? mama tau aku gak pernah tertarik sama hal kaya gini aku mau siap siap hari ini ada meeting" Hans meninggalkan meja makan.


Pelayan membukakan pintu untuk Alika dan seorang gadis cantik sudah menunggunya. gadis itu sangat cantik dia berdiri dan menyambut alika, gadis ini berusia sekitar 20 tahunan wajahnya bulat, matanya agak sipit, bibirnya sangat mungil dan kulitnya putih dengan rambut hitam panjang terurai dia terlihat sangat cantik saat melihatnya alika tersenyum.


"sudah lama menunggu?" alika membuka pembicaraan.


"Sasa kamu sangat cantik dan kamu sangat lembut pantas saja Rio sangat mencintai kamu" ucap Alika memuji.


Gadis cantik bernama sasa itu hanya tersenyum dan tersipu malu.

__ADS_1


"ibu meminta aku datang secara mendadak ada apa?"


Alika dan Sasa duduk berhadapan, alika memegang tangan sasa dan menatap matanya. "Sasa pernikahan kalian satu bulan lagi... aku ingin mengatakan banyak hal tapi tidak punya cukup kesempatan hari ini aku ingin mengatakan banyak hal pada mu sebagai calon menantuku ada begitu banyak kenangan pahit didalam kehidupan rio selama menjadi putra ku dia sering mengalami masa sulit dan menyakitkan, begitu banyak kehilangan dan kesedihan setelah kalian menikah aku sepenuhnya menyerahkan dia ke kamu bahagiakan dia, karena selama ini dia selalu kesepian karena tidak punya teman tapi sekarang dia punya kamu jadilah teman baik untuknya, teman yang akan menemani dia sampai maut memisahkan kalian...


jadilah lentera penerang untuk jalanya, buat dia tersenyum bahagia dan lahirkan anak yang manis untuk dia. dia terlalu banyak menangis dan terluka tolong jangan lukai dia karena meski dia terlihat tangguh dia sebenarnya dia sangat rapuh"


Sasa mentap alika dan tersenyum. "aku janji bu... aku akan mencintai dia dan menyayangi dia selamanya aku juga akan melahirkan banyak anak yang lucu untuk dia supaya dia selalu tersenyum" sahut sasa meyakinkan alika.


Alika mengambil sebuah paper bag dan mengambil sebuah kotak perhiasan, saat Alika membukanya sasa terkejut sekaligus kagum dengan isinya. kotak berwarna biru itu berisi sebuah gelang yang sangat cantik sebuah gelang yang terbuat dari emas putih murni yang dihiasi dengan berlian disekelilingnya. alika mengeluarkan gelang itu dan memakaikannya ke pergelangan tangan kanan Sasa.


"Gelang ini sangat cantik tapi tidak secantik kamu" ucap alika saat memakaikan gelang itu.


"ibu gelang ini pasti sangat mahal"


"iya gelang ini sangat mahal tapi tidak berharga karena tidak ada yang lebih berharga dibandingkan kebahagiaan Rio gelang ini adalah hadiah sebelum pernikahan kalian dari ku, semoga kalian akan bersama selamanya..."


Sasa memeluk alika dan menangis karena sangat tersentuh.


"sudah jangan menangis ini hanya hadiah kecil... kalau rio melihat kamu menangis nanti dia mengira mama marahin kamu lo" ucap Alika menggoda calon menantunya.

__ADS_1


__ADS_2