Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Rencana Siapa? II


__ADS_3

"Alika sebenarnya ada apa?" Tanya Dean bingung.


"Orang yang meracuni Hans sudah mengalihkan perhatian kita, dia meletakan semua barang bukti dikantor tapi sebenarnya dia sudah menyelinap keluar saat kita sedang sibuk... sekarang dia mengincar anak-anak dan Hans karena Hans adalah saksi yang melihatnya mencoba membunuh mu" Sahut Alika panik.


"Anak-anak ada bersama Hans, dan kondisi Hans sangat lemah ini bukan hal baik" Ucap Johan khawatir.


"Jika tebakan ku benar wanita yang dimaksud oleh Hans seharusnya saat ini sudah berada dirumah sakit, kita harus cepat anak-anak dan Hans dalam bahaya" Sahut Alika.


"Bodohnya kita bisa terkecoh, ini gila kalau aku menemukan orang itu akan kirim dia ke neraka" Ucap Dean marah.


Ketika mereka sampai dirumah sakit dengan segera mereka pergi ke kamar Hans. Saat mereka memasuki kamar itu disana kosong, Alika dan yang lainya sudah mencoba bertanya kepada para suster yang sedang bertugas tapi mereka tidak ada yang tau kemana Hans pergi dengan membawa kedua anak itu. Pihak administrasi rumah sakit juga mengatakan jika seluruh biaya pengobatan sudah dibayar lunas.


Alika mencoba menelfon Hans tapi ponselnya mati. Akhirnya Dean menyarankan untukencari Hans ke rumah mereka, dan semuanya setuju dengan saran Dean.


Mereka bergegas pulang dan saat sampai mereka melihat mobil Hans terparkir disana. Alika berlari masuk rumah karena cemas pada Jingmi, Alika takut kejadian setahun yang lalu terulang kembali.


"Jingmi!" Teriak Alika memanggil.


"Bunda..." Sahut Jingmi yang kemudian berlari ke arah Alika dan memeluknya.

__ADS_1


"Kau membuat bunda cemas... apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Apa ada yang menyakiti kalian tadi? Ayo katakan sesuatu" Ucap Alika panik.


"Bunda... tenang dulu bunda aja nanya terus gimana Li mau jawab" Sahut Jingmi sembari tersenyum.


"Maaf kak aku terpaksa membawa mereka pulang tanpa memberitahu siapapun, masalahnya aku khawatir dan curiga pada sesuatu" Ucap Hans yang baru keluar dari kamarnya dan berjalan dibantu oleh Rio.


"Ada apa memangnya?" Tanya Dean sembari membantu Hans untuk duduk.


"Ada seorang suster mengenakan masker dia menyuntikan sesuatu ke selang infusku, awalnya aku kira itu obat biasa tapi aku sadar ada yang salah karena obat itu adalah obat bius" Sahut Hans menjelaskan.


"Obat bius? Apa artinya itu? Apa dia ingin menculik mu atau..." Ucap Alika belum selesai bicara namun sudah dipotong oleh Johan.


"Setelah telfon dengan ibu ditutup kakak meminta kami bersembunyi dikamar mandi, juga meminta kami berjanji untuk tidak keluar apapun yang terjadi" Sahut Jingmi menjelaskan.


"Aku hanya berjaga-jaga saja, mendengar ucapan kak Alika yang seperti memberikan peringatan aku takut akan terjadi hal buruk dan dengan keadaan ku saat ini mustahil bisa melindungi mereka.. jadi kalau saja seandainya ada hal buruk aku tidak ingin mereka terluka" Ucap Hans sembari menghela nafas.


"Aku tidak perduli dalam keadaan apapun jika kau tau itu berbahaya jangan minta aku meninggalkan mu lagi" Sahut Rio yang dengan spontan langsung memeluk Hans erat.


"Hans terimakasih..." Ucap Alika tulus.

__ADS_1


"Untuk apa?" Sahut Hans bingung.


"Kau sudah melindungi anakku... hari ini kau sudah menghadapi banyak masalah tapi kau bahkan masih bisa memikirkan cara untuk melindungi anakku" Ucap Alika sembari menggenggam erat tangan Jingmi.


"Kau sendiri yang mengatakan jika kita adalah keluarga, kau juga yang membuat aku percaya dengan ikatan tanpa darah tapi dengan hati ini" Sahut Hans sembari mengulurkan tanganya dan berjabat tangan dengan Alika.


"Kita memang keluarga..." Ucap Johan berbisik sembari tersenyum.


"Tapi siapa dalang dibalik semua ini?" Tanya Dean bingung.


"Mudah ditebak. Jelas dia orang yang sangat membenci keluarga kita" Sahut Johan dengan santai.


"Wanita yang membenci keluarga kita dan juga mengerikan hanya ada satu orang, tapi bukankah dia sedang dipenjara?" Ucap Alika berpendapat.


"Fani?" Sahut Dean menebak.


"Fani. Sedang dipenjara jadi tidak mungkin dia" Ucap Alika bingung.


"Tidak Fani sudah bebas. Aku yang membebaskanya karena permohonan ayah mu saat itu" Sahut Johan menyesal.

__ADS_1


"Satu rahasia lagi kini terbongkar" Ucap Alika kesal.


__ADS_2