
Setelah semua pelayan berkumpul.
"Siapa yang menyajikan minuman dimeja raat pagi ini?" Tanya Alika dengan ramah.
"Saya bu" Sahut salah seorang pelayan itu.
"Kenapa gelas yang disajikan untuk Dean berbeda dari gelas yang lainya dan apa yang dimasukan dalam gelas itu?" Tanya Alika mulai mencari tau.
"Saya tidak tau bu. Saya menaruh semua gelas itu diposisinya saya juga tidak membedakan bentuk gelasnya bu dan saya tidak memasukan apapun ke gelas tuan bu" Sahut pelayan itu jujur.
"Hari ini salah satu anggota keluarga saya keracunan setelah minum air yang disediakan apa maksud semua itu? Apa diantara kalian ada yang berniat untuk menghabisi atasan kalian?!" Ucap Johan dengan nada tinggi.
"Johan tenang. Emosi tidak akan menyelsaikan apapun" Sahut Alika lirih.
"Katakan dengan jujur siapa yang menaruh minuman itu, apa yang kalian masukan diminuman saya itu, dan kenapa?" Ucap Dean dengan nada datar.
"Jika kalian semua tetap diam begini saya juga bingung harus bagaimana, apa saya harus melupakan kejadian gila ini dan diam seperti kalian atau harus memecat kalian semua dan mengirimkan kalian semua ke penjara bersamaan?" Ucap Alika menggertak.
__ADS_1
"Nyonya ada telfon dari tuan muda Hans" Ucap asisten pribadi Alika sembari memberikan ponselnya.
"Iya Hans ada apa?" Ucap Alika membuka pembicaraan.
"Kak tadi saat rapat akan dimulai aku ingat ada seorang pelayan yang membersikan ruangan itu, dia juga membawa gelas dinampan. Kemungkinan dia orang yang menukar gelas itu, kak... kau jangan lengah yang mereka incar bukan aku tapi kau, kak Dean, dan paman. Aku hanya korban salah sasaran saja" Ucap Hans cemas.
"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja, kaga dirimu dan anak-anak aku dan yang lainya akan segera kembali" Sahut Alika yang kemudian menutup telfonya.
Untuk sesaat Alika termenung dan memperhatikan orang-orang disekelilingnya.
"Periksa semua barang bawaan semua orang yang ada disini, tanpa mengirangi rasa hormat kami juga akan memeriksa barang milik para tamu... dan saya sendiri yang akan bertanggung jawab atas pemeriksaan ini" Ucap Alika yang kemudian bergerak dengan cepat.
Saat pemeriksaan Alika dan petugas kepolisian menemukan sebuah tas diloker. Tas itu berisi racun dalam bentuk cair dan beberapa senjata tajam, polisi mengambil tas itu sebagai barang bukti dan mulai menyelidiki siapa pemilik dari tas itu.
"Ini bukan rencana biasa, ini rencana pembunuhan" Gerutu Alika lirih.
"Kau tenangkan diri mu kita akan segera tau siapa dalang dibalik semua ini" Ucap Dean menenangkan Alika.
__ADS_1
"Berikan ponsel mu" Sahut Alika dengan cepat.
"Ini" Ucap Dean sembari memberikan ponselnya.
Alika menggunakan ponsel Dean untuk menelfon Hans. "iya kak apa ada petunju?" Tanya Hans penasaran.
"Hans dengarkan aku apa kau masih ingat dengan ciri-ciri orang yang kau lihat itu?" Tanya Alika.
"Dia perempuan kak, aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia memakai topi dan masker... tapi aku melihat dia memakai gelang seperti gelang giok milik kakak yang dulu dipatahkan Jingmi tapi warnanya hijau" Sahut Hans mengatakan semua yang dia ingat.
"Tidak mungkin seorang pelayan bisa memiliki gelang seperti itu, gelang itu sangatlah mahal dan langka" Ucap Alika dalam hati.
"Hans kami akan segera kembali ke rumah sakit! Kau dan anak-anak jangan membiarkan siapapun masuk sebelum aku sampai disana! Mengerti!" Ucap Alika panik.
"Kak ada apa?" Tanya Hans bingung.
"Menurut saja!" Ucap Alika dengan panik.
__ADS_1
Alika segera meminta Dean dan Johan ikut bersamanya kembali ke rumah sakit meninggalkan proses penyelidikan yang sedang berlangsung dikantor mereka.