Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Awal Kehidupan


__ADS_3

"Mulai hari ini kamu panggilnya bunda aja ya, jangan ibu lagi" Ucap Alika mengalihkan pembicaraan


"Kenapa?"


"Karena kalimat itu mengingatkan ku pada posisi ku yang hanya sebagai ibu tiri" Sahut Alika sembari tersenyum kecil.


"Ibu tiri apanya?... ibu adalah yang terbaik" Ucap Dean dengan manja.


"Benar dia adalah yang terbaik" Ucap Johan mendukung Dean.


"Tuhan sebanyak apapun ujian yang kau berikan dan sesakit apapun itu, aku akan tetap menghadapinya karena kini aku memiliki alasan untuk tetap bertahan" Ucap Alika dalam hati sembari memandang Dean dengan penuh harapan.


"Seandainya aku nanti mati... aku pasti akan pergi dengan bahagia karena memiliki keluarga yang sangat lengkap" Ucap Dean dengan lirih.


"Kau tidak akan pergi sebelum bunda, percayalah pada bunda... bunda akan melakukan apapun untuk kesembuhan mu" Sahut Alika sembari tersenyum lembut

__ADS_1


"Alika. Ini untuk mu" Ucap Johan sembari memberika surat titipan dari ayah Alika.


"Apa ini?" Tanya Alika penasaran.


"Surat cinta barangkali ma" Ucap Dean menggoda Alika.


"Itu surat dari ayah mu" Ucap Johan sembari beranjak dari dusuknya dan keluar dari kamar.


Alika pun membaca surat yang berisikan tulisan tangan dari ayahnya itu. Dan disurat itu tertulis "Alika maafkan ayah karena selama ini tidak pernah bisa membuat mu bahagia dan tidak bisa melindungi mu, Alika sekarang kau berada disisi orang yang tepat. Johan akan menjaga dan mencintai mu nak, ayah akan pergi jauh dari mu bersama dengan ibu dan saudari tiri mu sekarang kau jagalah keluarga mu nak. semoga kau bahagia selalu anakku" Membaca surat itu Alika pun berlinang air mata, dia tau jika selama ini ayahnya telah dibutakan oleh cinta terhadap istri mudanya sehingga dia melupakan Alika tetapi biar bagaimana pun juga merek tetaplah ayah dan anak.


"Alika bertahanlah... air mata mu pasti akan berganti dengan kebahagiaan. Aku berjanji" Ucap Johan yang melihat Alika menangis dari kejauhan.


Dean yang ada disamping Alika dan melihatnya menangis pun meraih tangan Alika dan menggegamnya erat. "bunda..."


Alika kemudian beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Dean. Johan yang melihat Alika berlari keluar segera mengejarnya dan Dean yang juga merasa khawatir memaksakan tubuhnya yang lemah untuk ikut mengejar Alika.

__ADS_1


Alika berlari menuju taman rumah sakit dan menangis sekuat-kuatnya disana. Johan dan Dean hanya bisa menyaksikanya dari kejauhan karena mereka tau saat ini Alika pasti membutuhkan waktu untuk sendiri.


Dean yang memaksakan dirinya untuk berlari mengejar Alika justru memperburuk keadaanya sendiri. Bekas luka operasinya yang belum kering justru mulai mengeluarkan darah lagi, dan kini luka itu terasa perih dan sakit lagi.


Perlahan Dean berjalan menuju Alika tanpa melihat Johan yang ada disisi kanannya. Johan yang melihat darah dipunggung Dean segera menghampirinya dan membantunya berjalan menuju Alika.


"Dean?!" ucap Alika yang terkejut.


"Bunda..." sahut Dean sembari tersenyum.


Alika pun berlari kearah Dean dan mendekap tuhuh dinginya. Tanpa sengaja tangan Alika terkena darah yang sudah membasahi pakaian anaknya itu, "Kenapa kamu kesini? Dean..." Ucap Alika dengan hati penuh beban.


"Bunda dengerin Dean ya... mulai hari ini semua kesedihan bunda adalah kesedihan kita juga, bunda luka ini ga seberapa kalau dibandingkan dengan luka dihati bunda saat ini" Ucap Dean dengan penuh penyesalan.


"Alika... ayo kita mulai semuanya dari awal, kau, aku, dan Dean. Kita bertiga mari kita mulai semunya dari awal dan kita ciptakan kebahagiaan" ucap Johan dengan penuh harapan.

__ADS_1


__ADS_2