
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Alika kepada Hans yang sedang meletakan kepalanya dipangkuan Alika.
"Aku ceroboh hanya luka kecil tidak perlu cemas" Sahut Hans ragu.
"Masih ingin berbohong?" Sahut Alika kembali bertanya.
"Hanya ibu yang bisa mengerti aku"
"Katakan yang sejujurnya"
"Hm... oke dua hari lalu aku kecelakaan saat sedang mengecek proyek pembangunan kita yang ada dipinggir kota, aku masuk ke bangunan setengah jadi itu dan ada potongan besi yang jatuh mengenai bahu ku tapi aku mencabutnya dengan paksa ya inilah jadinya" Sahut Hans sembari tersenyum.
"Kau harusnya berhati-hati! Aku mengirim mu kesana hanya untuk mengecek proyek itu bukanya untuk mengorbankan diri mu" Ucap Alika kesal.
__ADS_1
"Berjanjilah untuk tidak melukai dirimu sendiri..." Sahut Alika yang sedang meletakan tanganya dikepala Hans.
"Kau bisa membaca hati ku bu" Ucap Hans lirih.
"Aku tidak akan bertanya jika kau tidak ingin menjawab, tapi aku akan menunggu mu mengatakan yang sejujurnya dengan sabar" Alika membelai rambut Hans dengan penuh kasih sayang.
"Cinta ini adalah sebuah kesalahan... Maafkan aku ibu aku telah mengecewakan mu, aku tidak ingin menyakiti mu dengan cinta ku yang salah ini tapi ku mohon maafkan aku" Ucap Hans dalam hati sembari menitikan air mata yang menetes ke pangkuan Alika.
Alika mencium kepala Hans dengan penuh cinta sebagai seorang ibu dan memeluknya. "Ibu jika aku melakukan sebuah kesalahan apa ibu akan memaafkan ku?" Tanya Hans dengan suara yang serak karena menahan tangisnya.
"Aku salah dalam mencintai seorang wanita bu, aku sangat mencintainya tapi aku tidak akan bisa memilikinya"
"Cinta tanpa bisa memiliki memang sulit tapi itu lebih baik dari pada memiliki dia tanpa bisa memiliki hatinya"
__ADS_1
"Bu... aku ingin dia tapi aku selalu sadar jika memilikinya maka aku pasti akan menyakiti mu, maafkan aku bu karena aku sudah sangat mencintai dia wanita yang salah" Ucap Hans yang kemudian memeluk Alika dengan terisak tangis.
"Kau tidak bersalah Hans... jika kau mencintainya maka aku akan merestui mu tidak masalah jika aku yang harus mengalah" Ucap Alika lirih.
"Aku memilih untuk melepaskan cinta itu tapi kenapa rasanya sangat sakit bu" Sahut Hans yang terisak tangis didalam pelukan Alika.
"Apapun pilihan mu, keputusan mu, dan jalan yang kau pilih aku akan tetap ada untuk mu... menggenggam erat tangan mu dan menjaga mu" Ucap Alika sembari memeluk Hans dengan erat.
"Aku mencintai mu Alika... aku memilih untuk melupakan cinta ini tapi kenapa hal ini begitu menyakitkan? Kenapa rasanya sangat sesak sampai aku tidak bisa bernafas? Inikah rasanya patah hati? Ibu... aku mencintai mu" Ucap Hans dalam hati.
"Hans... maafkan aku karena aku tidak menyadari cinta mu pada Beca, demi diri ku kau malah harus melepaskan cinta mu untuknya jika ini adalah pilihan mu maka aku akan tetap bersama mu dan mendukung mu karena aku adalah ibu mu" Ucap Alika dalam hati.
Alika mengira jika Hans mencintai Beca padahal sebenarnya Hans mencintai dirinya. Alika tidak pernah menyadari jika selama ini Hans menyimpan cinta untuknya, bukan cinta dari seorang anak untuk ibunya melainkan cinta seorang pemuda untuk wanita yang selama ini selalu ada untuknya. Kesalah pahaman Alika yang mengira jika Hans mencintai Beca membuat luka dihati Hans terasa semakin dalam.
__ADS_1
Alika membawa Hans untuk kembali ke kamarnya. Alika kemudian menemani Hans hingga dia tertidur pulas, Alika menatap wajah Hans yang tertidur dengan hati yang terluka.