Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Musuh Kita Sudah Kembali.


__ADS_3

Alika kemudian meninggalkan ruangan itu dan saat dia membuka pintu dia sangat terkejut karena melihat Hans berdiri tepat didepan pintu itu. Alika kemudian tersenyum pada Hans dan mengajaknya untuk minum teh diruanganya.


Hans melihat Roy dan Beca ada didalam ruangan itu dengan keadaan tangan yang gemetar dan berkeringat dingin. Hans melirik kedua orang itu dan kemudian tersenyum sinis Hans tidak tau tentang apa yang sudah terjadi tapi dia tau jika Alika baru saja menunjukan cakarnya.


"Kenapa kau datang ke kantor ibu sudah menyuruh kalian semua untuk tetap dirumah" Tanya Alika pada Hans.


"Aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk ibu, aku memasaknya sendiri..." Sahut Hans sembari memberikan kotak nasi pada Alika.


"Baiklah... sekarang kau pulanglah jaga adik-adik mu, kalian harus istirahat ibu akan pulang lebih awal hari ini jadi jangan khawatir" Ucap Alika sembari menatap wajah anaknya dengan penuh kasih.


"Baik ibu ku sayang... aku pulang dulu ibu jaga diri baik-baik" Ucap Hans sembari memeluk Alika dan kemudian berpamitan pulang. Saat sampai dikoridor Hans bertemu dengan Beca.


"Hans" Ucap Beca memanggil Hans tapi Hans tetap berjalan dan mengabaikanya.

__ADS_1


"Hans tunggu!" Ucap Beca sembari memegang tangan Hans tapi Hans melepaska tanganya dengan kasar.


"Jangan sentuh aku" Sahut Hans sinis.


"Hans... kenapa kita harus berakhir seperti ini?" Tanya Beca mencoba membujuk Hans.


"Aku rasa kau sudah tau jawabanya, aku tidak ingin menjalin hungan dengan wanita seperti mu" Sahut Hans yang kemudian berlalu pergi.


"Kalian sudah menghina ku aku pasti akan membuat keluarga kalian menyesal!" Ucap Beca dalam hati.


Laci itu akhirnya terbuka tapi tangan Hans juga terluka. Darah keluar dari telapak tangan Hans yang terluka karena menggenggam potongan besi itu dengan sangat kuat.


Saat memeriksa laci itu dan dia menemukan sebuah album foto. Hans membuka album itu dan dia menemukan foto lamanya bersama dengan Dean dan yang lainya. Tapi bukan itu Hans cari sebenarnya Hans sedang mencari data lama perusahaan mereka yang berhubungan dengan keluarga Beca sekedar untuk berjaga-jaga jika seandainya Beca nekat melakukan hal yang diluar dugaan dia bisa menggunakan data itu untuk menyerang balik dan mengambil semua aset keluarga Beca tanpa menyisakan apapun.

__ADS_1


Tapi Hans tidak menemukan apa yang dia cari. Hans kemudian keluar dari ruangan itu dengan tangan yang terluka, Hans bergegas kembali ke kamarnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Hans mengobati luka ditanganya dan membersikan noda darah yang tercecer dilantai.


Rio duduk sendirian ditepi kolam renang sembari memenum segelas jus dan Hans menghampirinya. Hans meminum jus milik Rio dan duduk disampingnya.


"Aku tidak mengerti kenapa kita selalu bertemu dengan musuh meski kita sudah menghindarinya" Ucap Hans membuka pembicaraan.


"Kakak... Beca dan ayahnya hanyalah pembukaan, aku yakin kita akan bertemu banyak musuh setelah ini" Sahut Rio sembari tersenyum.


"Maksudmu?"


"Beberapa hari yang lalu saat aku menjemput Jingmi aku hampir terlambat untuk menyelamatkanya karena dia sedang diikuti oleh seseorang dan orang itu adalah musuh lama kita"


"Siapa maksudmu?"

__ADS_1


"Sila... wanita itu kembali untuk menghancurkan keluarga kita" Sahut Rio sembari mengalihkan pandanganya pada Jingmi yang sedang berenang.


__ADS_2