Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Keranda Hati.


__ADS_3

"Ini bukan kesalahan mu, dia berkorban karena dia ingin melindungi mu... semua ini adalah karena kesalahannya" Ucap Alika sembari beranjak dari duduknya dan mendekati Sarah.


Alika berdiri dihadapan Sarah dan menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Apa? Apa kesalahan putra ku sampai kau begitu membencinya? Apa kesalahnya?! Dan anak itu? Anak itu apa dosanya pada mu?! Kau bahkan tega menghabisi seorang anak yang bahkan tidak memiliki kesalahan pada mu! pa kau ini manusia?!" Ucap Alika dengan hati yang sangat marah.


Hans yang ditahan oleh Johan akhirnya terduduk lemas dengan berlinang air mata. Sementara itu Rio terkejut saat tiba-tiba Dean jatuh pingsan dengan tangan masih memeluk Tao, Alika kemudian berlari mendekati Dean dan membelai wajahnya dengan air mata diwajahnya.


Alika melihat tubuh Tao yang bersimbah darah dan menggenggam tangannya. "Tubuh ini sudah melindungi orang yang berharga untukku, dan aku akan melindungi orang yang berharga untuk mu... beristirahatlah dengan tenang saudara-saudara mu akan aman bersama ku" Ucap Alika dengan lirih.


"Orang yang paling berharga baginya adalah tuan Dean, dan dia sudah berhasil melindunginya... kakak pasti kini sudah bisa beristirahat dengan tenang" Ucap Rio lirih.


"Terimakasih karena mu kini cinta ku masih hidup, aku akan membalas kebaikan mu itu dengan menjaga cinta ku dan juga saudara mu dengan baik" Ucap Alika dalam hati sembari memegang wajah Tao.


Acara pemakaman dilakukan dengan segera setelah mengirimkan Sarah ke penjara. Diacara pemakaman terlihat Dean, Rio, dan Hans terlihat begitu terpukul tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir ketiga pemuda itu.

__ADS_1


Rio meletakan kepalanya diatas pangkuan Dean dan menangis tanpa suara. Hans hanya duduk diam disamping Dean tanpa mengatakan atau melakukan apapun, Alika pun masuk ke kamar Dean dan menemui ketika pemuda yang sedang terpuruk itu.


"Rio... berhentilah menangis, kemarilah hm" Ucap Alika sembari meraih tangan Rio.


Rio yang masih meras ragu tidak mengindahkan ucapan Alika dan justru berbalik memeluk Dean. "Bunda biarkan saja dia, dia masih sangat terguncang" ucap Dean lirih.


"Kalian bertiga segeralah turun... kita harus segera berangkat untuk mengantarkannya ke pemakaman" Ucap Alika sembari menghapus air matanya.


"Nyonya... apa kami boleh mengangkat kerandanya? aku ingin memberikan penghormatan terakhir untuk adikku" Ucap Hans kepada Alika.


Disaat tangan ketiga pemuda itu meraih keranda Tao dan meletaknya dipundak mereka seketika setiap kenangan Tao datang dan menghiasi ingatan mereka.


Dean ingat saat dulu dia bertemu dengan Tao saat itu Tao menolongnya ketika dirinya mengalami kecelakaan dan pingsan karena detak jantung yang tak beraturan.

__ADS_1


Tao menolongnya kemudian membawa Dean ke rumahnya yang berada dipinggiran sungai dan terbuat dari kardus bekas. Kemudian sebagai ucapan terimakasih Dean membawanya ke apartemen pribadinya dan memberikan dia pendidikan, mereka begitu dekat bahakan seperti saudara


Diantara mereka semua Tao adalah yang paling berambisi untuk selalu melindungi Dean. Dia memiliki keberanian yang sangat besar, dia menyayangi Dean dan menganggapnya sebagai saudara dan juga tuannya.


Tao adalah anak yang baik dan manis. Senyumannya bisa meluluhkan hati siapapun yang melihatnya, dia juga sangat ramah dan penyayang walau sangat emosional tapi dia sebenarnya pemuda yang hebat.


Tao adalah perisai bagi Dean ketika menghadapi bahaya. Tao selalu berada dibarisan paling depan ketika melihat sahabatnya disakiti, Tao yang selalu tersenyum dan mengirimkan pesan selamat pagi kepada Dean kini sudah pergi.


Dean sering kali hanya menganggapnya sebagai alat untuk kepentingan pribadinya. Kini disaat Tao sudah membuktikan kesetiaanya sebagai seorang sahabat dengan mengorbankan nyawanya barulah Dean menyesali perbuatanya itu.


Rio ingat Tao sering sekali membuatnya marah. Tao selalu memarahinya bahkan hanya karena hal yang sepele, Tao selalu mengajarkan Rio cara disiplin walau usia mereka sama tapi Tao lebih dewasa dari pada Rio. Selama ini Tao menjadi penasehat dan juga sahabat terbaiknya.


Dan Hans adalah yang tertua kedua setelah Dean. Hans ingat sejak awal pertama kali dia bertemu dengan Tao dirinya selalu menjadikan Tao sebagai prioritasnya, Tao baginya adalah adik yang sangat berharga.

__ADS_1


Dihari saat seluruh anggota keluarga Hans tewas dalam tragedi kecelakaan maut dia melihat adiknya tewas didepan matanya sendiri. Dan ketika dia melihat Tao untuk pertama kalinya dia merasa jika Tao begitu mirip dengan adiknya sehingga dia begitu menyanyanginya tetapi untuk kedua kalinya Hans kembali mengangkat keranda untuk untuk mengantarkan adik tercintanya ke peristirahatanya yang terakhir.


"Tao... maafkan aku, ini adalah kesalahan ku dan aku berjanji akan menjaga diri ku, Rio, dan juga Hans dengan baik. Aku tidak akan pernah melupakan mu... adik" Ucap Dean dalam hati sembari menitikan air mata. Aku akan mengakhiri segalanya, segalanya.


__ADS_2