Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
MARAH


__ADS_3

Raymond membawa Jingmi ke rumahnya dan merawatnya setiap kali melihat wajah Jingmi sebenarnya Raymond merasa kasihan. Dia menyeka wajah dan tangan Jingmi dengan air hangat tidak ada satupun kata yang terucap dari bibir Raymond karena saat ini dia hanya bisa diam. saat terbangun Jingmi melihat Raymond yang sedang duduk sembari memperhatikannya Jingmi memalingkan wajahnya dan menitikkan air mata.


"Jelaskan semuanya pada ku?" ucap Raymond meminta dengan lembut.


"Apa yang bisa ku jelaskan sekarang aku hanya punya kesia siaan."


"Apa yang terjadi?"


"Aku lelah" sahut Jingmi dengan singkat.


Raymond meninggalkan jingmi dan mengambil kunci mobilnya dia meminta beberapa anak buahnya untuk menjaga rumah dan menemani Jingmi. Raymond pergi untuk menemui Hans dan saat dia melihan Hans ia menghampirinya dengan segera, Raymond menarik baju Hans dan langsung meninju wajahnya ditempat.


"KAU SUDAH GILA?! APA YANG KAU LAKUAKAN?!" Hans meledak marah.


"IYA AKU MEMANG SUDAH GILA! TAPI KAU JAUH LEBIH GILA DARI KU! KAU INGIN MEMBUNUHNYA APA KAU INGIN MEMBUNUHNYA?!" Raymond tidak lagi dapat membendung emosinya.


"Apa maksud mu?" tanya Hans bingung.

__ADS_1


"Jingmi..."


"ada apa dengannya?"


"kalian semua sudah gila? untuk apa kalian memberikan dia kehidupan kalau akhirnya kalian sendiri yang akan mengakhiri hidupnya! kalian tau selama ini dia hidup karena impian! itu sebabnya dia menjadi pelukis karena dia ingin melukiskan semua impiannya jika kalian tidak bisa mewujudkan mimpinya setidaknya jangan hancurkan harapannya dengan ego kalian!"


"Dimana dia?" tanya Hans lirih.


"Jangan harap kalian bia menemuinya! saat ini dia bersama ku lebih baik selesaikan masalah keluarga kalian setelah itu aku akan mengizinkan kalian untuk bertemu" sahut Raymond yang kemudian berlalu pergi.


Hans berusaha menghubungi Alika tapi Alika tidak mau mengangkat telfonnya dan Hans juga tidak bisa menghbungi Rio. karena tidak punya pilihan lain Hans memutuskan untuk menemui Alika secara langsung untuk mendiskusikan hal ini sedangkan disisi lain Jingmi sedang duduk didepan meja rias dan menatap wajahnya dicermin.


"Ibu dan kakak ku bertengkar... Kak Hans menyatakan cintanya tapi ibu tidak mau menerimanya mereka bertengkar dan kakakku pergi dari rumah"


"Lalu kenapa kau meminta ku membatalkan rencana kita?"


"karena aku sadar kalau Rio kakakku adalah seorang bajingan, kalau anak itu dibesarkan olehnya anak itu akan rusak sama seperti dirinya"

__ADS_1


"Lalu tentang pernikahan itu?"


"Aku akan memberitahu mu nanti, besok aku ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat malam ini aku mah tidur lebih awal" Ucap Jingmi yang kemudian beranjak dari duduknya.


Sementara itu Hans sudah sampai dirumah. Dia mengetuk pintu kamar Alika tapi dia tidak mau membukanya, Hans mengetuk pintu itu berkali kali tapi Alika tetap tidk mau membukanya.


"Buka pintunya kita perlu bicara" ucap Hans panik.


"Pergilah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi" Sahut Alika datar.


"Ini bukan tentang kita! Tapi tentang Jingmi"


Mendengar ucapan Hans, Alika segera membuka pintunya. "Ada apa dengan Jingmi?"


"Sepertinya dia melihat pertengkaran kita tapi saat ini dia tidak sedang baik-baik saja"


"Dimana dia sekarang" tanya Alika khawatir.

__ADS_1


"Aku tidak tau yang aku tau dia sedang dalam keadaan buruk"


"Dia tidak bisa berada dibawah tekanan apapun, fisik dan mentalnya tidak cukup baik untuk menghadapi tekanan aku harus bertemu dia" Sahut Alika kemudian berlalu pergi.


__ADS_2