Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Maaf


__ADS_3

"Semuanya memang salah ku, andai saja sejak awal aku bisa menerima Dean dan tidak pernah menyakiti perasaanya semua ini tidak pasti tidak akan terjadi" Ucap Johan yang menyesali kesalahan dimasa lalunya.


"Dean hanya membutuhkan kasih sayang kita, bukan air mata kita... sekarang dia membutuhkan kita untuk bisa membantunya keluar dari keputus asaan akan kondisinya saat ini" Sahut Alika memberikan Dean semangat.


Setelah ditangani oleh dokter Dean kembali tertidur. Johan duduk disamping Dean sembari menggenggam tangannya, dan berulang kali mengucapkan kata maaf kepada Dean.


Alika merasa jika Johan sangat menyesali kesalahanya dimasa lalu. Meski tidak mungkin bagi Alika untuk memutar kembali waktu untuk bisa memperbaiki kesalahan Johan dimasa lalu tapi Alika berharap dia bisa memperbaiki hubungan antara Dean dan Johan saat ini.


Tiga jam menunggu dengan perasaan yang campur aduk akhirnya Dean kembali sadarkan diri. Alika menggenggam tangan kanan Dean dan Johan menggenggam tangan kirinya, keduanya berjanji akan selalu berada disisi Dean dan akan melakukan segalanya agar Dean bisa sembuh dan hidup normal tanpa bergantung pada obat lagi.


"Maaf ayah tadi ucapan ku pasti sangat menyinggung perasaan ayah" Ucap Dean menyesali ucapannya.


"Ayah mengerti perasaan mu, jangan khawatir ayah tidak marah. Seharunya ayah yang minta maaf pada mu karena sudah bersikap tidak baik pada mu sejak kau kecil" Sahut Johan mengutarakan perasaanya.


"Sekarang ayah dan anak ini sudah saling memaafkan bukan? Kalau begitu mari kita berjuang bersama, dan Dean jangan lakukan hal seperti itu lagi... bunda sangat cemas pada mu" Ucap Alika mengalihkan pembicaraan.


Saat jam makan malam Alika menyiapkan makanan untuk Johan, dan memberikan bubur dari rumah sakit untuk Dean. Alika duduk disamping Dean dan menyuapinya, senyuman Alika menunjukan kasih sayang dan menggambarkan ketulusan.


Setelah makan malam Alika meminta Johan untuk pulang dan istirahat dirumah saja. Karena sudah beberapa hari ini mereka tidur dirumah sakit dan keadaan Johan juga terlihat kurang baik, apa lagi Alika tau jika Johan memiliki penyakit Hemofilia.

__ADS_1


"Dari pada aku... kaulah yang lebih membutuhkan istirahat" Ucap Johan yang mencemaskan Alika.


"Jangan khawatirkan aku... kau pulang dan istirahatlah, jika aku yang pulang bagaimana dengan mu dan Dean? Apa kau bisa menjaganya dengan baik? Mengingat kejadian tadi sepertinya akan lebih baik jika aku saja yang menjaganya" Sahut Alika dengan lemah lembut.


Johan pun menuruti nasehat Alika dan segera pulang untuk beristirahat dirumah. Sementara itu Alika mengambil beberapa buah dan memakannya sembari menjaga Dean.


"Kasian sekali dia... aku selalu berfikir jika selama ini hidup ku adalah yang paling menderita tapi ternyata dia jauh lebih menderita dari pada aku, tapi siapa yang tega menembaknya? Dean tidak memiliki teman ataupun musuh. Apa mungkin sebenarnya orang itu adalah musuh Johan? Tapi kenapa Dean yang dia incar?" Ucap Alika dalam hati yang masih bingung. Setelah menyelimuti Dean, Alika pun tertidur disampingnya.


Saat pagi tiba Alika terbangun dan melihat Dean masih tertidur dengan pulas. Alika mengusap wajah Dean dengan lembut dan sentuhan tangan Alika itu membangunkan Dean dari tidurnya.


Dean tersenyum melihat Alika yang masih ada disisinya hingga pagi tiba. "Apa bunda mengejutkan mu?" Tanya Alika dengan lembut. Dean hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Sudah jauh lebih baik" sahut Dean lirih.


"Beberapa hari lagi jika perkembangan kesehatan mu baik, kita sudah bisa pulang" $cap Alika dengan tersenyum gembira.


"Bunda..."


"Iya..."

__ADS_1


"Apa aku menyusahkan?"


"Siapa bilang? kau itu selalu membuat kami bahagia, hanya saja bunda masih bingung siapa yang menembakmu? Dan apa motif mereka melakukanya?" Ucap Alika bingung.


"Bunda... apa ayah sudah mencari tau tentang orang yang menembakku?" Ucap Dean balik bertanya.


"Sudah... kau tenang saja kita pasti akan menangkapnya segera" Sahut Alika sembari membereskan meja disamping Dean.


"Kapan ayah datang bunda?"


"Sebentar lagi... ayah bilang akan ke sini setelah mandi dan sarapan"


"Ada yang ingin aku bicarakan pada ayah dan bunda" Ucap Dean dengan nada bicara serius.


"Ada apa?" Tanya Alika sembari menghampiri Dean.


"Akan ku katakan jika ayah sudah datang"


"Baiklah... kau istirahat dulu sebentar lagi dia akan datang" Sahut Alika dengan senyuman.

__ADS_1


"Aku harus menyingkirkan brandal itu. aku tidak ingin sampai ayah dan bunda tau jika insiden penembakan ini adalah rencana ku sendiri" Ucap Dean dalam hati sembari menatap jendela yang masih terkunci.


__ADS_2