
Lima tahun berlalu dan semuanya sudah banyak berubah. Hans dan Rio memegang perusahaan sepenuhnya dan Alika menjadi ibu rumah tangga sekaligus pengawas dan penasehat Rio dan Hans.
Pewaris tunggal dari semua harta kekayaan John sebenarnya adalah Jingmi. Hanya saja dia masih perlu banyak belajar untuk semua itu karena mengambil alih perusahaan bukanlah hal yang mudah.
Sementara Rio dan Hans dengan senang hati membantu Jingmi menyiapkan dirinya dan mengajarinya tentang perusahaan sedikit demi sedikit. Alika tahu jika Hana dan Rio sangat menyayangi Jingmi jadi dia tidak perlu khawatir tentang itu tapi Alika selalu memikirkan tentang apa yang akan terjadi seandainya nanti Johan kembali bersama wanita itu, entah apakah dirinya masih bisa merelakan Jingmi untuk memanggil wanita itu dengan sebutan "Ibu" dan merelakanya pergi atau tidak.
"Ibu..." Ucap Rio mengejutkan Alika yang sedang melamun.
"Kau kembali lebih awal? Dimana kakak mu?" Sahut Alika sembari menyabut Rio dengan senyuman hangatnya.
"Kakak sedang ada rapat penting dengan klien baru dari Rusia, aku sengaja pulang lebih awal karena tidak enak badan bu"
"Apa kau sakit?" Tanya Alika sedikit cemas.
"Tidak seburuk itu bu... aku hanya pusing sepertinya karena aku kurang tidur"
__ADS_1
"Benar juga... akhir-akhir ini kau kurang tidur karena Jingmi yang selalu mengalami mimpi buruk dan meminta mu untuk menemaninya akhirnya kau malah harus berjaga semalaman karena dia sering mengigau saat malam dan selalu mencari mu"
"Jingmi sangat manis kalau dilihat lagi dia masih sama seperti lima tahun lalu"
"Kau terlalu memanjakan dia kau bahkan selalu membelanya saat kami memarahinya, kau selalu menjadi yang pertama yang selalu ada disisinya... dia bahkan lebih sayang pada mu dari pada ibunya ini"
"Ibu... dia hanya adik kecil ku yang manja tapi dia tetap anak ibu yang manis"
"Kau juga sangat manis..."
"Masuk dan istirahatlah... ibu akan buatkan bubur untuk mu"
"Bu... jangan katakan apapun pada Jingmi tentang ini"
"Dia akan pulang terlambat hari ini, karena dikampusnya sedang ada kelas tambahan jadi kau masih punya waktu untuk istirahat... ibu tau dia tidak akan mau pulang kecuali kau yang menjemputnya"
__ADS_1
"Semoga aku segera membaik bu kalau tidak aku harus membawa supir untuk menjemputnya dan dia pasti akan curiga"
"Istirahatlah dan ibu akan bawakan makanan dan juga obat untuk mu"
Hari demi hari berlalu dengan kehangatan dan kebersamaan. Alika menyayangi ketiga putra angkatnya dan dia selalu menjaga mereka dengan sepenuh hatinya, Alika tidak pernah mengharapkan perpisahan akn terjadi lagi diantara mereka.
Alika selalu merasa jika dirinya sudah cukup dengn kehilangan dan perpisahan. Kini hanya mereka yang Alika miliki sangat tidak mungkin baginya untuk bisa berpisah dari mereka sebab dia sadar jika hatinya pun sudah terlanjur mencintai ketiga anak angkatnya itu.
Bersama dengan mereka bertiga Alika dapat kembali memulai kehidupan barunya dan tersenyum. Meski itu jelas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan olehnya, kehilangan orang yang sangat dia cintai dan ditinggalkan oleh suaminya disaat dia sedang terpuruk dan semua kejadian buruk dimasa lalunya membuat Alika sadar jika hidupnya memanglah tidak mudah tapi Alika tidak lagi ingin membenci. Dia berusaha untuk ikhlas meskipun dia tau itu sulit.
Disisi lain ada Hans yang selama beberapa waktu terakhir memiliki perasaan yang berbeda pada Alika. Hans sadar jika dirinya mulai jatuh cinta kepada Alika dan dia juga sadar jika hal itu bukanlah hal yang benar.
Hans sudah memiliki seorang tunangan bernama Beca. Pertunangan mereka hanya didasari dengan cinta sepihak dari Beca, Hans sama sekali tidak mencintai Beca dia menerima pertunangan itu hanya karena ingin membalas budi kepada keluarga Beca yang pernah membantu keuangan perusahaan mereka.
Dalam kata lain mereka bertunangan hanya karena ikatan bisnis semata dan bukan karena ikatan cinta. Alika sendiri sudah sempat menegur tindakan Hans tapi Hans tetap bersikeras untuk melaksanakan pertunangan dengan Beca, dan Beca pun mengetahui jika sebenarnya Hans bersedia bertungan dengannya hanya karena bisnis bukan karena cinta.
__ADS_1