Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
WAKTU


__ADS_3

Jingmi pergi keluar kota diam diam tanpa memberitau siapapun kepergian jingmi kali ini bukan tanpa alasan. Jingmi pergi karena harus membereskan kekacauan yang dibuat oleh Rio ssebelumnya memang agak menyebalkan karena Jingmi bukan tipe orang yang suka berurusan dengan hal seperti ini tapi dia juga tidak punya pilihan sebelum semuanya semakin memburuk dia harus menyelsaikannya.  Jingmi sampai ke sebuah restoran dan langsung diantar oleh beberapa pelayan untuk menuju ruangan VIP. Jingmi menggunakan pakaian yang cukup formal dengan jas dan dasi yang dia kenakan semua orang bisa tau dengan mudah jika dia adalah orang penting.


Saat memasuki ruangan sudah ada seorang pria yang sedang menunggu Jingmi. Dengan sedikit tersenyum jingmi menghampiri pria itu dan mereka duduk berhadapan kali ini jingmi akan memulai sebuah permainan untuk menyatukan keluarganya kembali karena dia sadar jika saat ini keluarganya semakin tidak baik baik saja.


"Pertemuan kali ini sepertinya agak berbeda tuan muda ini ingin menemui ku pasti ada sesuatu" ucap pria itu dengan senyuman yang menawan.


"Kau sudah menemui kakakku?" tanya jingmi tanpa berbasa basi.


"Sudah... dia pria yang cukup menarik tatapan matanya sangat tajam tapi hatinya sangat lembut aku tidak yakin apa dia benar benar orang yang kau ceritakan atau mereka orang yang berbeda"


"Raymond jangan main main ini bukan waktu yang tepat!" Jingmi kesal.


Pria yang ditemui jingmi adalah dokter raymond pria yang sama dan juga dokter yang sama yang pernah memberikan kartu namanya pada Hans saat dirumah sakit.


"jangan terlalu serius aku hanya bercanda" sahut Raymond dengan sangat santai.


"aku tidak punya banyak waktu dan aku tidak bisa bermain main... pernikahan kakaku Rio dengan wanita itu harus segera dilaksanakan dan aku ingin kakaku Hans segera menyatakan cintanya pernikahan ibu dan kakakku akan menjadi penyatu bagi keluarga kami"


"itu terdengar sederhana tapi sangat rumit, kau tau dengan sangat jelas tentang trauma pada ibu mu tapi selain itu kau juga tau jika kakak mu hans adalah pria yang sangat tidak percaya diri dalam hal cinta..." sahut raymond sembari mengangkat gelasnya.

__ADS_1


untuk sejenak jingmi termenung. "apa menurut mu aku perlu melakukan hal yang dilakukan kak Dean dulu?"


"kau boleh mencobanya tapi ku pastikan saat kau membuka matamu di keesokan harinya kau akan menemukan jasad dari ibu dan kedua kakak mu sudah tergantung diruang tamu atau sudah dimakamkan, bisa dibilang cara itu sama halnya kau ingin mereka mati bunuh diri atau serangan jantung"


Jingmi hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun dia kemudian meminum minumannya. Raymond yang melihat itu merasa kasihan pada jingmi lalu beranjak dari duduknya, raymond menghampiri jingmi dan memegang tangan jingmi yang sedang meminum minuman keras lalu menghentikannya.


"Cukup aku tidak ingin kau mati disini itu akan sangat merepotkan dan bisa merusak citra dari rstoran ku yang mahal ini, aku akan mengurus tentang Hans dan untuk masalah Rio jelaskan pada ku tentang dia aku juga akan mengurusnya untuk mu..." ucap Raymond yang kemudian mengambil gelas dari tangan Jingmi dan meminum isinya.


Jingmi tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "kakak ku Rio sejak kami pindah ke negeri ini dia menjadi pria penikmat wanita diam diam dia selalu pergi ke club malam dan bermain wanita, tapi suatu hari dia berkencan dengan wanita pemilik toko kue yang ada didekat hotel kami dia mengenalkan wanita itu pada kami dan meminta izin pada mama untuk menikahinya setelah itu aku baru tau jika wanita itu sudah hamil karenanya aku menyusun rencana dan pernikahan mereka dimajukan 3 bulan dari rencana awal... sebelum itu aku sudah memarahi kak Rio habis habisan setelah aku memakinya dia menceritakan hal lain yang juga membuat aku sangat terkejut


selain Sasa wanita yang akan dinikahinya saat ini dia juga menghamili wanita lain dan masalah terbersarnya adalah dia menyuruh wanita itu melakukan aborsi. syukurlah wanita itu cukup pintar jadi dia menolak dan memilih kabur saat ini seharusnya dia sudah melahirkan tapi yang jadi masalah adalah aku tidak ingin ada kekacauan dalam pernikahannya nanti tapi aku juga tidak ingin keturunan dari keluarga kami dibesarkan tanpa mendapat hak yang layak"


"aku ingin membawa pulang anak itu dan mengakuinya sebagai hasil dari kesalahan ku" sahut jingmi tanpa pikir panjang.


raymond terkejut dan juga bingung dengan keputusan jingmi, bahkan karena terkejut raymond sampai tersedak.


"WHAT THE HELL?! aku rasa selain memeriksa kesehatan fisik mu aku juga perlu memeriksa kesehatan mental mu! Apa kau sudah gila?"


"aku rasa begitu" sahut jingmi menggoda raymond.

__ADS_1


"kalau kau mengambil anak itu bagaimana dengan ibunya?"


"sederhana saja aku hanya ingin keponakan ku dan orang asing yang tidak di inginkan tidak perlu ada dikeluarga ku kan?"


"kau berencana membunuhnya?"


"apa kau punya rencana lain?" sahut jingmi balik bertanya.


Raymond tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi padanya berteman dengan seorang seniman berdarah dingin tapi jika dilihat dari ekspresi wajahnya dokter ini sepertinya dia juga tidak keberatan dengan ide jingmi mengingat sebenarnya Raymond juga memiliki keluarga yang berlatar belakang mafia. "Jingmi aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu tapi jika memang harus melakukan ini aku akan tetap membantu mu kalau memang harus dalam bahaya ayo jalani bersama karena ada hari ini belum tentu ada hari esokkan?" sahut Raymond dengan tersenyum menyeringai.


"tapi kita punya masalah lain, dari info yang aku dapat wanita bernama Sha Ya itu dilindungi oleh kekasih barunya yang juga seorang mafia dan penyelundum barang yang berbau seni, aku yakin dia punya banyak kolega yang benar benar berbahaya jadi dalam hal ini aku tidak ingin keluarga kita terlibat"


"Aku rasa kau lupa sesuatu tuan muda Jingmi... aku tidak punya keluarga dan yang aku punya hanya harta jika aku mati kau boleh memiliki semua harta ku" Sahut raymond dengan tersenyum menyeringai dan memegang dagu jingmi dengan jari jemarinya yang lentik.


"kau yang mengatakannya sekarang aku jadi tertarik untuk menghabisi mu" ucap jingmi tersenyum menggoda raymond.


raymond melepaskan tanganya dan beranjak dari duduknya. "lakukan jika kau mampu" sahut raymond dengan sangat percaya diri.


"Aku akan membereskan wanita bernama sha ya ini dan membawa anak itu pada mu sebelum pameran dimulai tapi ingat aku tidak setuju kalau kau mengakuinya sebagai kesalahan mu, setelah aku kembali dengannya kita pikirkan lagi cara lain. Untuk sementara jangan hubungi aku jika aku tidak hadir diacara galeri mu kau bisa mengadakan doa dan pemakaman untukku" Ucap Raymond yang kemudian berlalu pergi. Sesaat setelah raymond meninggalkan ruangan jingmi juga beranjak dari duduknya dan menuju bandara untuk kembali ke rumah.

__ADS_1


"Jika untuk menjaga keutuhan keluarga ku harus ada yang berkorban maka aku tidak keberatan, setelah masalah ini selesai aku akan membuat mama dan kak Hans menikah bagaiaman pun caranya... akan menarik jika aku yang melakukan permainan ini, hidup begitu singkat aku tidak ingin menyia nyiakan sisa waktu ku untuk hal tidak berguna" ucap jingmi dalam hati.


__ADS_2