Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Harapan Untuk Ibu.


__ADS_3

"Siapapun diri mu... aku akan menerima mu, meski kau buah dari masa lalu suami ku tapi aku tidak akan menghukum mu untuk itu, kau berhak bahagia bersama orang tua kandung mu. Bertahanlah, bangunlah... aku akan membawa mu bertemu dengan ayah mu, kau akan kami rawat dan kami jaga jika ayah mu tidak menginginkan itu maka aku yang akan menjaga mu. Meski aku tidak mengenal mu entah kenapa aku menyayangi mu sampai seperti ini" Ucap Alika mengutarakan isi hatinya.


Alika kemudian menatap wajah anak itu dengan seksama. Wajah polosnya membuat Alika merasa sangat iba terhadapnya, kulit putih pucat, dengan bibir kecil, dan matanya yang agak sipit berhasil membuat Alika luluh.


Alika tidak bisa mengalihkan pandanganya dari anak itu meski hanya sejenak. Perasaannya saat ini benar-benar berbeda dari perasaanya pada Dean, jika bukan cinta lalu perasaan apa ini?.


Sementara itu Dean memutuskan untuk menghubungi Johan dan memintanya untuk segera datang.


"Ayah pulanglah kami menunggu mu dirumah sakit" Ucap Dean menelfon ayahnya.

__ADS_1


"Wanita itu sudah tewas aku sudah tidak memiliki hubungan apapun denganya atau anaknya" Sahut Johan sinis.


"Kau tidak akan berani mengatakan itu seandainya kau tau betapa istri mu sangat menyayangi anak itu" Sahut Dean kesal.


"Apa kau bilang?"


"Jangan terkejut begitu ayah. Alika sangat menyayangi anak itu dia bahkan melindungi anak itu dengan nyawanya dan sekarang dia sedang menemani anak itu di IGD" Sahut Dean dengan tenangnya.


"Mungkin memang sulit untuk dimengerti, tapi ayah kau seharusnya percaya pada keajaiban. Aku mencintai istri mu adalah karena ketidak sengajaan tapi ini berbeda ayah... Alika tidak mencintai anak itu sebagai seorang wanita kepada pria tapi sebagai ibu kepada anaknya." Sahut Dean dengan penuh perasaan.

__ADS_1


Johan menghela nafas panjang dan masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.


"Pulanglah ayah karena jika anak itu tiada dan kau tidak ada disisinya maka kau akan melihat kemarahan seorang ibu, yang jauh lebih menakutkan dari pada petir" Ucap Dean yang kemudian menutup telefonya.


Disisi lain Alika masih duduk dengan menggenggam tangan anak itu penuh kasih sayang. "Apa kau tau sejak kecil aku sangat ingin memiliki adik atau anak laki-laki agar aku bisa mendidik dan mengajarkan kepada mereka cara untuk menghargai wanita dan menempatkan hati untuk keluarganya, saat melihat mu untuk pertama kalinya aku tidak mengerti kenapa seorang ibu bisa setega itu...


Tapi kemudian aku mengerti satu hal, jika seorang wanita melahirkan seorang anak belum tentu dia bisa menjadi ibu yang baik bagi anak itu. Maukah kau bertahan? Bertahanlah lupakan semua kenangan yang menyakiti mu, dan jadilah anakku.


Aku akan menjadi ibu yang baik untukmu. Bahkan jika sekalipun aku harus mengorbankan diri untuk melindungi mu maka itupun akan ku lakukan, hari ini aku melindungi mu dengan hati seorang ibu kedepanya aku akan menjadi ibu mu yang akan selalu menggenggam tangan mu" Ucap Alika dengan mata berkaca-kaca dan suara parau karena menahan tangisnya.

__ADS_1


Alika pun tak kuasa menahan air matanya dan menangis tanpa suara. Seakan bisa mendengar ucapan Alika anak itupun menitikan air mata dalam keadaan yang tidak sadarkan diri, Alika yang melihat itupun tersenyum dan menyapu air mata anak itu dengan tanganya yang lembut.


"Apa kau kesakitan? Maaf karena aku tidak bisa mengurangi rasa sakit mu ini, jika rasa sakit ini begitu menyiksa maka aku pun ikhlas jika kau ingin pergi... aku hanya berharap tuhan berbaik hati pada ku dan memberikan aku kesempatan untuk menjadi seorang ibu dari anak yang tampan ini" Ucap Alika sembari membelai wajah anak itu.


__ADS_2