Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Kekuatan cinta


__ADS_3

Beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi dengan penuh harap Johan dan Alika menghampiri dokter untuk mengetahui keadaan Dean saat ini.


"Dokter bagaimana keadaan anak kami?" Tanya Johan dengan cemas.


"Pasien berhasil melewati masa kritisnya, tapi pasien kemungkinan tidak akan bisa pulih dalam waktu dekat" Ucap dokter dengan raut wajah kecewa.


"Apa maksudnya dok?" Tanya Alika meminta kejelasan.


"Pasien masih harus menjalani perawatan intensif minimal enam bulan, karena kondisi jantungnya yang sekarang semakin melemah sangat memerlukan pemantauan dan pengobatan yang tepat dan memadai agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan" sahut Dokter kembali menjelaskan.


"Dokter lakukan apa saja, agar putra kami bisa sembuh. berapapun biayanya saya tidak perduli tapi tolong lakukan yang terbaik untuknya" Ucap Johan dengan penuh harapan.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian Dean dibawa keluar dari ruang operasi dan dipindahkan ke ruang perawatan. Alika yang berjalan disamping Dean merasa sedih ketika melihat Dean yang kini terbaring lemah tak berdaya.


Dengan penuh harap Alika berdoa dengan ikhlas agar tuhan bersedia memindahkan rasa sakit Dean kepada dirinya saja, dan membuat Dean kembali tersenyum.


Setelah Dean dipindahkan ke ruang perawatan Alika pergi untuk membersikan diri ke kamar mandi dan berganti pakaian. Setelah itu Alika membelikan makanan untuk Johan dan menyuruhkan makan kemudian meminum vitamin.


Setelah itu Alika duduk disamping Dean dan mengganggam tangannya. "Dean... sayang bunda pakai baju yang kamu belikan sayang, coba kamu lihat apa bunda cantik?" Ucap Alika sembari menahan air mata.


"Dean bangun sayang... bunda disini, bangun Dean" Sambung Alika berucap dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Aku berharap dengan cara seperti ini kamu akan selalu ada disisi ku, aku tidak ingin menyakiti ayah ku dengan merebut mu darinya tapi aku juga sangat mencintai mu. Maafkan aku yang harus memilih jalan ini, maafkan aku yang selalu membuat menangis hanya karena agar aku bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang mu" Ucap Dean dalam hati sembari menitikkan air mata.

__ADS_1


Dean hanya ingin selalu berada didekat Alika. Dia tahu jika ayahnya kini sudah mencintai Alika bukan tidak mungkin jika ayahnya akan sangat terluka jika mengetahui jika dirinya juga mencintai Alika.


Sebagai seorang anak Dean sangat menyayangi ayahnya tetapi sebagai seorang pria dia juga berhak untuk mencintai. Dean tahu jika hanya dengan cara inilah dia bisa selalu dekat dengan Alika dan memiliki alasan untuk bis selalu bersamanya.


Setelah Sholat subuh Alika menyeka tubuh Dean dengan air hangat. Alika yang tidak tau jika Dean sudah seimuan terus merawatnya dengan penuh perhatian.


"Dean... kalau nanti kamu sudah bangun dan kita pulang ke rumah bunda akan buatin kamu roti kacang kesukaan kamu, kamu mau bunda bikinin apa lagi?" Ucap Alika sembari mengelap tangan Dean dengan air hangat.


Walau dia merasa sedih dan tidak tega untuk melihat kondisi Dean saat ini tetapi dia juga tidak bisa membuarkan Dean kesepian. Saat ini Johan hanya menghabiskan waktunya dengan murung dan melamun, dia jadi tidak banyak bicara dan lebih sering terhanyut didaam lamunannya sendiri.


"Sayang... kapan kamu bangun? Ayah dan bunda sangat merindukan mu, bangunlah" Bisik Alika ditelinga Dean.

__ADS_1


Alika kemudian berjalan menuju Johan dan duduk disampingnya. Alika meletakan tanganya diwajah Johan dan memintanya untuk tetap tegar, karena dia akan selalu ada disisinya. "Kamu harus bisa menghadapi ini, apapun yang terjadi kita bertiga akan selalu bersama... selamanya" Ucap Alika menyakinkan suaminya.


"Dalam keadaan suka ataupun duka, kita akan selalu bersama. berjanjilah untuk tetap disisiku dan menjadi pendamping ku selamanya" Sahut Johan sembari menggenggam tangan Alika dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


__ADS_2