
"Jika aku bisa mengalihkan perhatianya dan menahan dia, apa kau bisa membawa anak itu keluar dari sini?" Tanya Dean kepada Alika.
"Tapi bagaimana dengan mu?" Sahut Alika cemas.
"Jangan pikirkan aku, kita bertemu dirumah sakit saja. Anak itu bisa tiada kalau tidak segera kita tolong, jika terjadi sesuatu padanya aku tidak akan bisa memaafkan diri ku sendiri" Ucap Dean meyakinkan Alika.
"Sila jangan!" Teriak Alika ketika melihat Sila menyayat pergelangan tangan kiri anak itu.
Dengan cepat tanpa berpikir panjang Alika berlari dan mendorong Sila dengan sekuat tenaganya. Alika meraih anak itu ke dalam pelukanya dan kemudian menyobek lengan bajunya untuk menutup luka dipergelangan tangan anak itu.
Sila yang kesal melempar Alika dengan batu tapi Alika tidak perduli. Alika memeluk anak itu melindunginya dari batu-batu yang dilemparkan oleh Sila.
__ADS_1
"Bertahanlah... aku akan membawa mu keluar dari sini" Ucap Alika sembari terus melindungi anak itu.
Sila heran kepada Alika kenapa dia mau melindungi anak yang tidak dia kenal, bahkan sampai rela terluka untuknya. "Kau benar... kau mungkin sudah melahirkannya tapi kau bukan ibunya!" Ucap Alika marah.
Karena kesal sila melemparkan semua benda yang ada disekitarnya pada Alika. Meski sakit Alika tetap bertahan memeluk anak itu dan melindunginya. "Kau harus bertahan, kau harus hidup" Ucap Alika berbisik halus ke telinga anak itu.
Perlahan Dean berjalan dibelakang Sila dan menahannya. Dean meminta Alika untuk segera pergi bersama dengan anak itu, meski ragu dan cemas Alika memapah anak itu dan membawanya keluar dari gedung tua itu.
Saat sudah sampai dipinggir jalan Alika tersandung dan mereka terjatuh. "Maaf... maafkan aku, kau bertahanlah sebentar lagi... bertahanlah" Ucap Alika sembari kembali memapah anak itu dan kemudian membawanya masuk ke dalam mobil. Alika bergegas membawanya ke rumah sakit.
"Wanita itu pantas untuk pergi ke neraka" Ucap Sila marah.
__ADS_1
"Jangan pernah bermimpi! Aku tidak akan pernah membiarkan mu menyentuhnya walau hanya sehelai rambut saja" Sahut Dean sembari mencabut belati yang menusuk lengannya dan tersenyum.
"Kau dan ayah mu sama saja, kalian tidak pernah bisa mengerti perasaan orang lain!"
"Apa yang harus ku mengerti dari mu? Kau bahkan tidak pantas disebut manusia, induk hewan pun tidak akan tega memangsa anaknya" Sahut Dean dengan tegas.
"Kau pikir aku menginginkan anak itu?! Tidak aku ingin memilikinya hanya demi ayah mu! Tapi ayah mu itu sama sekali tidak bisa menerima kami dalam hidupnya, dan anak itu hanyalah beban bagi ku!"
"Kenapa kau setega itu pada anak mu sendiri? Kau bahkan ingin melenyapkanya dengan begitu kejam!" Sahut Dean marah.
Sila kemudian mendorong Dean hingga terjatuh kemudian berlari mengejar Alika. Sadar jika Alika sudah pergi membawa anak itu Sila berlari mengejar mobil Alika yang sudah hampir tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Dean pun juga masih berusaha menghentikan Sila. Tapi malang tak dapat diduga, nasib tak dapat diduga saat berlari Sila tidak melihat ke sekelilingnya hingga dia mengalami kecelakaan parah. Sila tertabrak sebuah mobil pick up yang bermuatan sayuran.
Polisi yang sedang melintas segera mengamankan pelaku dan memeriksa keadaan Sila. Namun sayang Sila meninggal ditempat kejadian dan dia dibawa ke rumah sakit untuk penyelidikan lebih lanjut sembari menunggu anggota keluarga menjemput jenazahnya.