Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Alergi Jagung


__ADS_3

Alika mengangkat tanganya dan mulai menyuapi Dean dan Rio satu persatu. Ya... rencana Alika untuk membuat Rio makan memang berhasil tapi Dean merasa mual karena memakan bubur itu.


Dean memang tidak suka jagung, terlebih lagi bubur jagung. Satu suapan saja rasanya sudah bisa membersikan isi perutnya tapi jika dia berhenti makan Rio pasti juga akan berhenti makan.


Setelah selesai makan Alika segera memberikan obat kepada Rio. Setelah itu Alika menyuruhnya untuk tidur, Dean meninggalkan kamar Rio dan Alika mengikutinya.


Dean masuk ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Alika yang menunggu diluar merasa tidak enak hati karena Dean lama sekali disana tidak kunjung keluar juga.


Untunglah keadaan kamar mandi saat itu sedang sepi. Alika memberanikan diri untuk masuk dan menyusul Dean, dia melihat Dean terduduk lemas dilantai dengan nafas yang tidak beraturan. Alika pun segera menghampirinya dan menyapu keringan Dean dengan lengan bajunya dan memapahnya keluar dari sana.


Alika meminta bantuan suster dan membawanya ke ruang pemeriksaan darurat. Alika cemas ketika melihat Dean kesulitan bernafas dan diberi oksigen oleh perawat, dokter meminta Alika untuk meninggalkan ruangan pemeriksaan dengan berat hati Alika pun melangkah keluar ruangan dengan sedikit paksaan dari pihak perawat.


Setelah dokter keluar Alika langsung menanyakan perihal keadaan Dean.


"Anda tidak perlu cemas, kondisinya sekarang baik-baik saja... nona dia alergi terhadap jagung saya harap hal seperti ini tidak akan terulang lagi karena hal ini akan bisa membahayakan nyawanya" Ucap dokter kepada Alika.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan dokter Alika merasa bersalah kepada Dean. Alika masuk ke ruangan itu dan melihat Dean yang sedang terbaring dengan selang infus ditanganya.


Alika duduk disamping Dean dan meraih menggenggam tanganya. "Pulanglah jika kau ada disini kau bisa dapat masalah" Ucap Dean dengan lirih.


"Aku tidak bisa... meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini bukanlah hal yang benar" Sahut Alika menolak.


"Semua ini salahku jika aku tidak memaksa mu untuk memakan bubut itu kau pasti tidak akan sakit seperti ini" Ucap Alika menyesal.


"Tidak perlu khawatir aku baik-baik saja, aku sangat berterimakasih pada mu... jika bukan karena diri mu Rio pasti tidak akan mau makan" Sahut Dean sembari tersenyum.


"Jangan cemaskan aku, aku sudah terbiasa dengan rasa sakit"


Dean pun memaksakan dirinya untuk bangun dari tempat tidurnya. "Aku harus kembali ke kamar Rio, dia sendirian disana" Ucap Dean sembari memegangi perutnya yang masih terasa sakit.


Alika menghalangi Dean dan memintanya untuk tetap berbaring. Namun Dean tetap keras kepala, Alika akhirnya membantu Dean untuk berjalan kembali ke kamar Rio.

__ADS_1


Setelah sampai dikamar Rio, Alika membaringkan Dean disofa. Alika pun kemudian memhambil air dan sapu tangan untuk mengompres Dean.


"Ini bukan pertama kalinya aku membuatmu terluka, aku selalu memberikan mu luka tanpa pernah bisa mengobatinya... entah sampai kapan akan terus seperti ini" Ucap Alika dalam hati sembari mengompres Dean.


Perlahan Dean membuka kembali matanya dan menatap wajah Alika. "Kenapa kau bangun?" Tanya Alika dengan penuh perhatian.


"Entahlah" Sahut Dean singkat.


"Apa perut mu terasa tidak nyaman?" Tanya Alika khawatir.


"Tidak..."


"Dean apa kau sungguh mencintai ku?" Tanya Alika dengan lirih.


"Aku sangat mencintai mu" Sahut Dean serius.

__ADS_1


__ADS_2