Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Kepahitan


__ADS_3

Dunia ini memang penuh dengan cerita dan rahasia. Semua itu seperti sebuah misteri yang selalu mengikuti langkah kaki kita kemana pun kita pergi, bohong rasanya jika ada yang mengatakan jika dirinya tidak memiliki rahasia.


Karena setiap orang pasti memiliki masa kelam dan kepahitan. Masa kelam seperti masa lalu yang harus dilupakan dan tidak diungkit kembali sementara masa kepahitan adalah masa yang tidak mengenal waktu, setiap orang bisa terluka kapan saja dan karena apa saja. Percaya pada hati jika semuanya akan baik-baik saja memang cara terbaik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kepahitan itu.


Terkadang kita sendiri tidak bisa memprediksi kapan kepahitan itu akan datang atau karena apa dia datang. Dia kepahitan adalah nama lain dari luka dan kekecewaan, berawal dari satu kesalahan yang entah dari mana datangnya dan berakhir dengan penyesalan.


Seperti Hans yang menyimpan dendam setelah kematian Tao. Bagi Hans semua itu salah, karena jika saja seandainya Dean tidak mencintai Alika dan tidak merencanakan semua itu maka tragedi pembunuhan adiknya itu pasti bisa dihindari dan mungkin saat ini adiknya itu masih tersenyum disampingnya.

__ADS_1


Setiap detik dalam kehidupan Hans dia selalu teringat akan wajah Tao. Ditelinganya dalam setiap waktu selalu terngiang suara adik angkatnya itu, ingatan Hans akan tawanya, senyumnya, marahnya, candanya, manjanya, dan tatapan matanya selalu menjadikan Hans seperti orang gila.


Saat dirumah sakit saat sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri Hans berada dialam bawah sadarnya. Berulang kali dia menyebut nama Tao dan menitikan air mata, Dean dan Alika yang juga menyaksikan hal itu merasa sangat terluka.


Dean merasa bersalah karena dialah Tao akhirnya tiada. Luka fisik yang diderita oleh Hans saat ini tidaklah sebanding dengan luka dihatinya ketika dia meletakan kepala adiknya ditempat peristirahatan terakhirnya setahun yang lalu.


"Dia pasti sangat merindukanya" Ucap Alika sembari menitikan air mata karena tidak tega.

__ADS_1


"Kenapa kau gemetar?" Tanya Alika sembari menghapus air matanya.


"Hari ini yang kau lihat adalah penderitaan dari seorang kakak yang sudah kehilangan adiknya karena keegoisan mu, sedangkan diluar sana masih ada banyak orang yang sama menderitanya dengan Hans... dan itu semua karena kau. Hari ini disini aku memohon kepada mu, tolong lepaskan mereka dari luka itu... aku mohon pada mu" Ucap Alika sembari melipat kedua tanganya dihadapan Dean dan berlutut.


"Alika..." Ucap Dean lirih.


"Kau adalah kakaknya... hari ini kau sendiri menyaksikan penderitaanya bukankah hati mu juga terluka? Lalu pikirkanlah ada berapa orang kakak, berapa orang ayah dan ibu, berapa orang adik diluar sana yang juga sama menderitanya dengan Hans... ku mohon lepaskan mereka dari luka itu" Ucap Alika sembari menitikan air mata.

__ADS_1


Disaat melihat Alika memohon dan berlutut Dean merasa sangat bersalah tapi juga tak berdaya karena dia tidak bisa mengaku dihadapan publik atas semua perbuatanya. Johan yang menyaksikan hal itu memegang tangan Alika dan memintanya untuk berdiri kemudian menariknya ke dalam pelukanya tapi Alika menolaknya dengan melepaskan tangan Johan.


"Aku juga bersalah dalam hal ini, Dean dan aku... kami sama-sama bersalah kepada mereka semua, aku juga pernah menghilangkan nyawa banyak orang. Aku dan Dean kami akan menebus kesalahan kami, dan aku berjanji kepada mu kelak dimasa depan kami akan menjadi orang yang jauh lebih baik" Ucap Hans yang kemudian menarik tangan Dean keluar dari ruangan itu meninggalkan Alika yang masih terhanyut dalam kesedihanya.


__ADS_2