
Alika berlalu pergi meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya dengan membawa Jingmi bersamanya. Alika duduk didepan meja riasnya dan Jingmi melihat ibunya yang sedang merenung itu sembari duduj ditemoat tidur.
"Apa lagi rahasia mu Johan? Apa lagi kebohongan mu? Kau dan Dean. Kalian sama saja apa aku ini dimata kalian?! Kalian bilang cinta, sayang tapi kalian hanya jadikan aku seperti boneka kalian" Gerutu Alika dalam hati kesal.
"Bunda..."
"Iya" Sahut Alika cepat.
"Bunda marah sama ayah?" Tanya Jingmi dengan polosnya.
"Bunda tidak marah..." Sahut Alika sembari beranjak dari duduknya dan menghampiri Jingmi.
__ADS_1
"Bunda sama ayah selalu diem dieman... ga pernah akur juga selalu aja debat... bunda sama ayah marahan karena apa?" Ucap Jingmi sembari memegang tangan Alika.
"Bunda sama ayah ga ada masalah apa-apa... ini cuma tentang masalah hati dan kejujuran. Jingmi harus tau jujur dengan orang yang kita sayangi dan kita percayai itu penting agar orang itu bisa selalu ada disisi kita dan mencintai kita dengan tulus... jangan buat mereka kecewa dengan kebohongan mengerti?" Sahut Alika menasehati.
"Em..." Jingmi menganggukan kepalanya.
"Jingmi ayah mau bicara sama bunda sebentar boleh?" Ucap Johan yang masuk kamar Alika tanpa mengetuk pintu.
"Kalau mau bicara diluar saja, tidak baik jika kita bicara berdua dikamar" Ucap Alika sembari berlalu pergi.
"Alika. Aku sengaja menyembunyikan semua ini dari mu karena aku takut kau akan kecewa jika mengetahui keputusan ku ini" Ucap Johan membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Kau takut aku kecewa?" Sahut Alika dengan hati kesal.
" Kau takut aku kecewa apa kau tau saat ini aku jauh lebih kecewa karena kau sudah tidak jujur dengan ku, aku sangat bingung dengan sikap mu ini kenapa kau sangat senang membuat ku terlihat bodoh! Apa kau tau diantara kau dan Dean aku berada ditengah kalian dan aku ini terlihat sangat konyol dan bodoh karena terjebak didalam permainan kalian!" Ucap Alika menuangkan kekesalanya.
"Aku hanya tidak ingin kau sedih, hari itu kau juga mendapat surat dari ayah mu jika dia akan pergi jauh jika kau tau aku juga sudah membebaskan Fani kau pasti akan semakin terluka" Sahut Johan mencoba menjelaskan.
"Apa kau tau? Jika saja hari itu kau memberitahu ku semuanya maka mungkin aku hanya akan merasa seperti tertusuk satu belati tapi karena kebohongan mu hari ini aku merasa seperti ditusuk ribuan belati!" Ucap Alika dengan hati menahan amarah.
"Kau marah karena aku menyembunyikan semua fakta ini, tapi bagaimana dengan mu sendiri yang juga menyembunyikan perasaan mu pada Dean?" Sahut Johan yang juga kecewa.
"Akhirnya kau mengungkapkan ini... ya kau benar aku sudah menyembunyikan perasaan ku padanya, aku memang mencintai anak mu tapi perlu kau tau akupun tidak pernah mengkhianati mu. Tidak pernah terpintas dikepala ku untuk berkhianat dari mu, aku juga terluka karena harus menahan perasaan ini dan aku juga tidak ingin mencintai dia! Kau tau kenapa? Karena dia anak mu!.
__ADS_1
Aku bahkan membiarkan perasaan ini tumbuh didalam kegelapan tanpa pernah sekalipun aku memberinya ruang untuk mendapatkan cahaya. Aku tidak ingin perasaan ini tumbuh lebih besar lagi karena aku ingin setia, tapi kau sendiri yang mengakhiri ikatan kita... dan aku sudah menerima itu dengan ikhlas.
Kebohongan ku dengan kebohongan mu memang salah. Tapi kedua kebohongan ini juga tidak bisa disamakan, kau berbohong bukan hanya sekali dan menjadikan kata cinta sebagai alasanya sedangkan aku hanya berbohong satu kali dan itu demi kesetiaan" Ucap Alika sembari menghapus air matanya dan kemudian mengalihkan pandanganya.